Penjelasan Basarnas soal Smartwatch Kopilot Pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan yang "Bergerak" 13.000 Langkah
- Istimewa
“Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 Wita hari Minggu, ada terbaca 1.000 langkah.
Terus sampai ke jam 05.33 Wita, ada 13.000 langkah,” ujar Arman di Posko AJU SAR Desa Tompobulu, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, Arman menegaskan data tersebut belum dapat dijadikan kepastian bahwa Farhan masih hidup.
Selama tiga hari proses pencarian, tim SAR tidak menemukan tanda-tanda suara maupun permintaan pertolongan di lokasi kejadian.
“Untuk memastikan yang beredar, kami belum bisa memastikan bahwa ini hidup atau gimana.
Intinya, ponsel kami serahkan kemarin untuk bisa dibuka kuncinya (oleh Cyber Crime) agar kami bisa menuju ke titik koordinat terakhir yang aktif,” jelasnya.
Misteri tersebut akhirnya terjawab. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i mengungkap hasil investigasi lanjutan terhadap data smartwatch milik Farhan Gunawan.

- Antara
Syafi’i menyampaikan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan mendalam bersama Polda Sulawesi Selatan, diketahui data langkah kaki tersebut bukan terjadi setelah kecelakaan.
“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan.
Dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan,” ujar Syafi’i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ia menegaskan rekaman tersebut merupakan aktivitas lama.
“Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” tambahnya.
Syafi’i menyebut keluarga Farhan telah menerima penjelasan tersebut dan memahami kondisi yang sebenarnya.
Namun ia menegaskan, pihaknya memahami sepenuhnya perasaan keluarga yang sempat berharap Farhan masih hidup.
“Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” ujarnya.
Syafi’i memastikan operasi SAR tetap dilanjutkan dengan mengerahkan berbagai sumber daya.
“Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik,” pungkasnya.
Load more