Pandji Pragiwaksono Terseret 5 Laporan di Polda Metro Buntut Stand Up Mens Rea
- instagram @pandji.pragiwaksono
Jakarta, tvOnenews.com – Bukan satu, tapi ada dua laporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono yang diterima Polda Metro Jaya pada Kamis, 22 Januari 2026.
"Terdapat 2 laporan terkait acara bertajuk Mens Rea," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, dikutip Sabtu, 24 Januari 2026.
Untuk laporan pertama dibuat oleh pelapor berinisial S. Dalam laporannya, pelapor melaporkan Pandji atas dugaan tindak pidana menyatakan kebencian/ permusuhan terhadap agama, kepercayaan, orang lain, golongan, atau kelompok dan atau menyiarkan kebencian terhadap kelompok agama.
Sementara itu, laporan kedua diajukan oleh pelapor berinisial F. Laporan ini juga ditujukan kepada Pandji selaku terlapor dengan dugaan tindak pidana yang serupa. Dengan adanya dua laporan tersebut, kini total ada lima atau 'quintrick' laporan menyeret nama Pandji di Polda Metro.
Aparat penegak hukum kini tengah melakukan pendalaman terhadap materi laporan dan peristiwa yang terjadi dalam acara Mens Rea. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah unsur pidana sebagaimana yang dilaporkan benar-benar terpenuhi.
Sebelumnya diberitakan, polemik materi stand up comedy Mens Rea kembali memanas. Komika Pandji Pragiwaksono untuk keempat kalinya atau 'quattrick' dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Kali ini dia dipolisikan Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan terhadap ibadah salat, Kamis malam, 22 Januari 2026. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/567/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Ketua Dewan Pembina MPS Banten, KH Matin Syarkowi, menjelaskan, pelaporan dilakukan karena beberapa materi dalam stand up tersebut menyinggung makna dan kedudukan ibadah salat.
Persoalan bermula dari pernyataan Pandji yang menyebut orang rajin salat belum tentu orang baik. Pernyataan itu kemudian dianalogikan dengan siswa yang tidak pernah bolos sekolah, namun disebut berujung 'goblok'.
"Dalam keyakinan kami sebagai umat Islam, Salat itu ada salat fardu ada salat sunah. Orang yang rajin salat, tidak pernah meninggalkan karena tidak pernah bolong-bolong, diyakini dia adalah orang baik. Yang menjamin baik itu nas Al-Qur'an dan Hadis," kata dia.
"Lalu di mana salahnya? Pandji kemudian menyambung narasi itu dengan memperumpamakan kalau kita yakini sebagai analogi dengan siswa yang tidak pernah bolos, ujung-ujungnya kata dia, 'seperti saya, goblok'. Sehingga ini bisa atau dapat dimaknai orang yang rajin salat, belum tentu baik, dan bisa jadi goblok," ujarnya.
Â
Foe Peace Simbolon/VIVA
Load more