Miris! KDM Akui Dilema Tambang Emas Ilegal di Bogor yang Memakan 11 Korban Jiwa: Hampir Semua Jadi Pemain!
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi insiden tewasnya 11 penambang emas ilegal di Kabupaten Bogor merupakan persoalan dilematis.
Sebab di satu sisi, para korban merupakan tulang punggung keluarga. Tetapi mirisnya, di sisi lain aktivitas penambangan yang dilakukan itu melanggar hukum dan memiliki risiko keselamatan tinggi.
Hal itu disampaikan KDM, sapaan akrab Gubernur Jabar, terkait peristiwa tewasnya 11 penambang dalam sepekan terakhir di lubang tambang yang berada di luar wilayah operasional PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
KDM menegaskan, penghentian total kegiatan pertambangan di kawasan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin menjadi keputusan yang tidak dapat ditawar.
Langkah ini harus ditempuh untuk menghentikan rangkaian kecelakaan kerja yang terus berulang di wilayah tersebut.
"Dari sisi personal, yang meninggal itu pahlawan bagi keluarganya karena penambang masuk pada sebuah lubang yang berisiko, mungkin bagian pilihan satu-satunya untuk menghibur dirinya," ujar Gubernur KDM, dikutip Minggu (25/1/2026).
Meski aktivitas tambang ilegal telah dihentikan, Dedi mengakui pemerintah menghadapi hambatan serius dalam menyalurkan solusi maupun kompensasi bagi warga terdampak.
Kesulitan utama terletak pada minimnya data yang valid untuk proses verifikasi, akibat kuatnya keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem pertambangan ilegal tersebut.
"Kenapa (berlarut-larut)? Karena hampir semuanya jadi pemain. Kita minta data pada si A, ternyata si A-nya pemain, gitu loh. Kan susah. Nah, ini yang lagi saya cari jalan keluar agar tidak berlarut-larut," katanya.
Ia menilai persoalan penambangan ilegal di Bogor tidak lagi bisa ditangani dengan pendekatan lama yang bersifat reaktif setelah terjadi kecelakaan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan arus investasi di Bogor seharusnya dimanfaatkan untuk mengalihkan mata pencaharian warga melalui skema keterhubungan kebutuhan tenaga kerja dan dunia usaha.
Sebagai langkah jangka pendek bagi warga yang kehilangan penghasilan akibat penutupan tambang, KDM mengaku telah membahas sejumlah alternatif pekerjaan bersama Bupati Bogor.
Warga usia produktif hingga lanjut usia ditawarkan untuk mengisi berbagai posisi di sektor pelayanan publik dan pekerjaan penunjang pemerintah daerah.
"Saya sudah memberikan tawaran. Yang tua-tuanya ini kerja menjadi tenaga kerja PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air), PU, jadi tenaga kebersihan, supir-supirnya bekerja," ujar orang nomor satu di Jabar tersebut.
KDM berharap generasi muda di wilayah Bogor Barat tidak lagi menggantungkan hidup pada aktivitas penambangan yang berbahaya.
Ia berjanji akan menyusun perencanaan ekonomi yang lebih aman dan berkelanjutan dengan memanfaatkan masuknya investasi ke Kabupaten Bogor.
"Kita harus mendorong agar generasi berikutnya ada solusi lain. Investasinya baik, nah link and match-nya harus segera disusun. Tidak bisa lagi terus-menerus polanya seperti ini," tuturnya.
Saat ini tercatat sebanyak 6.216 kepala keluarga dari Kecamatan Cigudeg dan Kecamatan Rumpin telah menerima bantuan tahap ketiga.
Bantuan sosial tersebut disalurkan kepada masyarakat desa yang terdampak penutupan aktivitas pertambangan dan operasional angkutan barang di wilayah Parungpanjang, Rumpin, dan Cigudeg. (ant/rpi)
Load more