Sakti Wahyu Trenggono: Dari Raja Menara hingga Menteri Kelautan dan Perikanan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Isu reshuffle kabinet kembali menguat seiring beredarnya rumor bahwa Presiden Prabowo Subianto bakal melakukan perombakan susunan Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Setelah melewati tahun pertama pemerintahan yang dinamis, sinyal perubahan formasi menteri mulai terasa di kalangan elite politik.
Isu ini mencuat setelah Presiden Prabowo menggelar retret bersama jajaran menterinya di Hambalang pada awal Januari 2026. Sejumlah nama menteri pun kembali menjadi sorotan publik, salah satunya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono.
Nama Trenggono belakangan juga ramai diperbincangkan setelah tiga pegawai KKP yang tengah bertugas dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500. Peristiwa tersebut disampaikan langsung oleh Trenggono melalui akun Instagram pribadinya, sekaligus menyampaikan duka cita mendalam.
Sakti Wahyu Trenggono merupakan sosok yang tidak asing di pemerintahan. Ia kembali dipercaya menjabat Menteri KKP dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sejak 20 Oktober 2024 dan resmi dilantik keesokan harinya. Sebelumnya, ia juga menjabat posisi yang sama di era Presiden Joko Widodo sejak Desember 2020.
Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier
Trenggono lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 3 November 1962. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1986 dan meraih gelar magister pada 2006.
Meski kini dikenal sebagai tokoh di sektor kelautan dan perikanan, latar belakang karier Trenggono justru berawal dari dunia industri dan teknologi. Ia sempat bekerja sebagai system analyst di Federal Motor (kini Astra Honda Motor) pada 1986–1988, kemudian menjadi Manajer Management Information System (MIS) hingga awal 1990-an.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Direktur Perencanaan dan Pengembangan di INKUD (Induk Koperasi Unit Desa) pada pertengahan 1990-an.
Dijuluki “Raja Menara” di Industri Telekomunikasi
Nama Trenggono semakin dikenal saat merambah bisnis menara telekomunikasi. Pada 2000–2009, ia menjabat Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama yang membawahi PT Tower Bersama Infrastruktur, salah satu penyedia menara BTS terbesar di Indonesia dengan lebih dari 14 ribu menara.
Kiprahnya di sektor ini membuatnya dijuluki sebagai “Raja Menara”. Ia juga pernah menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi Indonesia periode 2005–2016.
Selain itu, Trenggono tercatat pernah menjadi Komisaris Utama PT Teknologi Riset Global Investama serta komisaris di perusahaan tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Masuk Politik dan Pemerintahan
Langkah Trenggono ke dunia politik dimulai saat bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) pada periode 2009–2014. Namanya kemudian mencuat secara nasional saat menjadi Bendahara Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.
Pada Oktober 2019, Presiden Jokowi menunjuk Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto. Setahun kemudian, tepatnya 23 Desember 2020, ia dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang tersandung kasus korupsi.
Di KKP, Trenggono dikenal mendorong tiga agenda utama, yakni peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor perikanan, peningkatan kesejahteraan nelayan, serta penguatan perikanan budidaya nasional.
Menteri Terkaya di Kabinet
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan KPK pada 26 Maret 2024, Sakti Wahyu Trenggono tercatat sebagai menteri terkaya di Kabinet Merah Putih dengan total kekayaan mencapai Rp2.665.900.513.951 atau sekitar Rp2,6 triliun.
Berikut rincian utama kekayaannya:
Tanah dan bangunan:
Rp91.027.827.055, tersebar di berbagai daerah seperti Jakarta Selatan, Bekasi, Sragen, Cianjur, Boyolali, Karanganyar, hingga Bali.
Alat transportasi dan mesin:
Rp1.813.250.000, meliputi Audi RS5 Sedan 2015, Mini Cooper S Countryman 2023, serta motor Honda Beat.
Harta bergerak lainnya:
Rp22.958.500.000.
Surat berharga:
Rp2.227.009.518.100.
Kas dan setara kas:
Rp156.109.589.895.
Harta lainnya:
Rp166.981.828.901.
Dalam laporan tersebut, Trenggono tidak tercatat memiliki utang, sehingga seluruh nilai tersebut merupakan kekayaan bersih.
Tetap Jadi Sorotan Jelang Isu Reshuffle
Di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet, nama Sakti Wahyu Trenggono menjadi salah satu yang kembali disorot publik. Pengalaman panjang di dunia bisnis, teknologi, hingga pemerintahan membuatnya menjadi figur penting dalam peta politik nasional, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Apakah Trenggono akan tetap bertahan di Kabinet Merah Putih atau mengalami pergeseran posisi, publik kini menanti langkah Presiden Prabowo dalam merespons dinamika politik dan kinerja kabinet ke depan.
Load more