News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rekam Jejak Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono yang Pingsan saat Penghormatan Terakhir Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Nama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono belakangan menjadi sorotan publik. Hal itu menyusul kabar duka meninggalnya tiga pegawai Kementerian -
Minggu, 25 Januari 2026 - 16:45 WIB
Prabowo Panggil Menteri KKP ke Istana, Progres Kampung Nelayan Merah Putih Baru Capai 45 Persen
Sumber :
  • tvOnenews - Abdul Gani Siregar

tvOnenews.com — Nama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono belakangan menjadi sorotan publik. Hal itu menyusul kabar duka meninggalnya tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Peristiwa tersebut disampaikan langsung oleh Trenggono melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya para pegawai yang tengah menjalankan tugas negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sakti Wahyu Trenggono merupakan sosok yang tidak asing di lingkar pemerintahan.

Ia kembali dipercaya menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak 20 Oktober 2024, dan resmi dilantik keesokan harinya. Sebelumnya, Trenggono juga mengemban jabatan yang sama pada era Presiden Joko Widodo sejak Desember 2020.

Namun, suasana duka kembali menyelimuti saat Trenggono dilaporkan pingsan dalam prosesi persemayaman tiga pegawai KKP korban kecelakaan pesawat tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).

Detik-detik Menteri KKP Pingsan
Detik-detik Menteri KKP Pingsan
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Aldi Herlanda

Trenggono yang memimpin upacara penyerahan jenazah kepada pihak keluarga awalnya maju ke podium sekitar pukul 09.20 WIB.

Namun, sesaat setelah berada di depan podium, ia mendadak terjatuh dan pingsan. Trenggono kemudian segera dibawa keluar ruangan dan dilarikan ke ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab Trenggono kehilangan kesadaran dalam acara tersebut.

Profil Sakti Wahyu Trenggono

Sakti Wahyu Trenggono lahir di Semarang pada 3 November 1962. Ia menempuh pendidikan sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB), serta meraih gelar sarjana di bidang Sistem Informasi dari Universitas Bina Nusantara (Binus).

Pendidikan magisternya diselesaikan di ITB melalui program Magister Manajemen.

Karier profesional Trenggono dimulai di PT Astra Honda Motor, tempat ia bekerja selama sekitar 11 tahun. Setelah itu, ia terjun ke dunia usaha dengan mendirikan PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP) dan PT Tower Bersama Infrastruktur yang bergerak di sektor menara telekomunikasi.

Kedua perusahaan tersebut berkembang pesat dan menjadi salah satu penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Ia kemudian mendirikan PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, teknologi, properti, media, hingga e-commerce.

Berkat kiprahnya di bisnis menara telekomunikasi, Trenggono dijuluki sebagai “Raja Menara”. Pada periode 2000–2009, ia menjabat Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama yang membawahi PT Tower Bersama Infrastruktur dengan lebih dari 14 ribu menara BTS.

Ia juga pernah menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi Indonesia periode 2005–2016.

Selain itu, Trenggono tercatat pernah menduduki posisi Komisaris Utama PT Teknologi Riset Global Investama serta komisaris di perusahaan tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono
Sumber :
  • Istimewa

Kiprah Politik dan Pemerintahan

Langkah Trenggono ke dunia politik dimulai saat bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Namanya mulai dikenal secara nasional ketika dipercaya menjadi Bendahara Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo–KH Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

Pada Oktober 2019, Presiden Jokowi menunjuk Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan untuk mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Setahun berselang, tepatnya 23 Desember 2020, ia dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo.

Selama memimpin KKP, Trenggono dikenal mendorong tiga agenda utama, yakni peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor perikanan, peningkatan kesejahteraan nelayan, serta penguatan perikanan budidaya nasional.

Menteri Terkaya di Kabinet

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 26 Maret 2024, Sakti Wahyu Trenggono tercatat sebagai menteri dengan kekayaan terbesar di Kabinet Merah Putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Total kekayaan Trenggono mencapai Rp2.665.900.513.951 atau sekitar Rp2,6 triliun. Aset tersebut meliputi kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp91 miliar lebih yang tersebar di sejumlah daerah, alat transportasi dan mesin senilai Rp1,8 miliar, harta bergerak lainnya senilai Rp22,9 miliar, surat berharga senilai Rp2,22 triliun, kas dan setara kas sebesar Rp156 miliar, serta harta lainnya senilai Rp166 miliar.

Dalam laporan tersebut, Trenggono tidak tercatat memiliki utang, sehingga seluruh nilai tersebut merupakan kekayaan bersih.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Niat Menolong Berujung Petaka, Pemuda di Salatiga Terjatuh ke Jurang saat Hendak Menyelamatkan Warga

Niat Menolong Berujung Petaka, Pemuda di Salatiga Terjatuh ke Jurang saat Hendak Menyelamatkan Warga

Seorang pemuda justru menjadi korban setelah berniat menolong warga yang lebih dulu terjatuh ke dasar jurang di kawasan Kembang Arum, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Rabu (29/4/2026) petang.
Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Bintang sepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (SM) dan diwisuda bersama 401 wisudawan lainnya dari Udinus Semarang.
Jadwal Super League 2025-2026 Malam Ini: Misi Wajib Menang Persib Bandung demi Gelar Juara

Jadwal Super League 2025-2026 Malam Ini: Misi Wajib Menang Persib Bandung demi Gelar Juara

Persib Bandung wajib meraih kemenangan pada laga lanjutan Super League 2025-2026, Kamis (30/4/2026) malam ini WIB. Mereka akan bertandang ke markas Bhayangkara FC.
Kejurnas Akuatik 2026 Cetak Sejarah, Tiga Rekor Nasional Pecah di Hari Kedua

Kejurnas Akuatik 2026 Cetak Sejarah, Tiga Rekor Nasional Pecah di Hari Kedua

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 mencatatkan sejarah usai tiga rekor nasional (rekornas) resmi terpecahkan di hari kedua, Rabu (29/4/2026).
Kemendag Terbitkan Aturan Baru Soal Pembatasan Impor Pertanian

Kemendag Terbitkan Aturan Baru Soal Pembatasan Impor Pertanian

Kemendag menerbitkan regulasi baru melalui Permendag Nomor 11 Tahun 2026, yang mengatur impor sejumlah komoditas pertanian guna mendukung program swasembada pangan.
Emas Rontok Serempak! Harga Antam, UBS, hingga Galeri24 Tersungkur Pagi Ini

Emas Rontok Serempak! Harga Antam, UBS, hingga Galeri24 Tersungkur Pagi Ini

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk di Pegadaian pada Kamis (30/4/2026):

Trending

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Bintang sepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (SM) dan diwisuda bersama 401 wisudawan lainnya dari Udinus Semarang.
Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Lebih dari sekadar pulih, keputusan Megawati Hangestri kembali ke liga voli Korea juga didorong oleh ambisi yang belum tuntas. Dua musim bersama Red Sparks
Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, secara tegas mendesak polisi untuk tindak tegas dan menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) tidak memperintahkan pemasangan spanduk penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Timnas Indonesia Bisa Terancam di ASEAN Cup 2026, Diam-diam AFF Mau Ajak Australia untuk Gabung Turnamen

Timnas Indonesia Bisa Terancam di ASEAN Cup 2026, Diam-diam AFF Mau Ajak Australia untuk Gabung Turnamen

Posisi Timnas Indonesia untuk menyabet gelar juara ASEAN Cup pertama kali dalam sejarah tampak terancam dengan pertimbangan AFF untuk mengajak Australia gabung.
Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Nama Million Manhoef kembali mencuri perhatian. Winger yang pernah tolak bela Timnas Indonesia itu kini jadi buruan klub Eropa, termasuk raksasa Belanda, Ajax.
Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara terbuka menyampaikan penyesalannya atas pernyataan yang dinilai kurang tepat setelah peristiwa kecelakaan kereta api di Bekasi.
Selengkapnya

Viral