Tanah Mulai Jenuh Air, BMKG Khawatirkan Longsor Susulan di Cisarua
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait kondisi cuaca di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Saat ini, wilayah tersebut telah memasuki puncak musim hujan, dengan potensi hujan lebat yang diprediksi akan terus mengguyur hingga satu pekan ke depan.
Kepala Stasiun BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa prakiraan cuaca ini menjadi acuan krusial bagi tim di lapangan, terutama dalam operasi evakuasi korban bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang tengah berlangsung.
“Saat ini memang sedang puncak musim hujan dan kami memperkirakan hujan dengan intensitas lebat masih akan berlangsung sekitar satu minggu ke depan,” tutur Teguh di Bandung, Minggu (25/1/2026).
Demi meminimalkan risiko di wilayah terdampak, BMKG bekerja sama dengan instansi terkait telah menjalankan operasi modifikasi cuaca yang berpusat di Bandara Husein Sastranegara.
Langkah ini diambil untuk mencoba mengalihkan atau menekan curah hujan agar tidak memperparah kondisi di lokasi bencana.
“Modifikasi cuaca sudah kami lakukan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko, khususnya di daerah yang rawan bencana,” tambahnya.
BMKG juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat dan petugas evakuasi mengenai potensi bahaya tanah yang sudah jenuh air. Kondisi ini sangat rawan memicu terjadinya pergerakan tanah tambahan.
“Kami masih memiliki kekhawatiran terhadap kemungkinan longsor susulan, karena kondisi tanah di beberapa wilayah sudah jenuh air akibat hujan yang terjadi secara terus-menerus,” tegas Teguh.
Secara lebih luas, BMKG memprediksi musim hujan di Jawa Barat masih akan bertahan cukup lama, setidaknya hingga akhir Maret atau awal April mendatang.
Oleh karena itu, penguatan mitigasi bencana menjadi harga mati agar proses penanganan dampak bencana bisa berjalan optimal saat cuaca sedang cerah. (ant/dpi)
Load more