Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons
- tvOnenews/A.R Safira
Dalam kondisi tertekan, Sudrajat mengaku dipaksa mengakui sesuatu yang bukan perbuatannya.
“Ampun pak, ampun pak. Bukan punya saya, punya bos. Kalo gak percaya ikut aja, ke depok lama (pabrik pembuat kue),” tuturnya menirukan ucapannya saat itu.
Ia mengaku sempat diminta makan, lalu kembali dimasukkan ke mobil. Namun trauma sudah telanjur membekas. Dirinya juga diperingati untuk tidak jualan di sana lagi. Akibat kejadian tersebut, Sudrajat mengaku mengalami trauma dan gangguan kesehatan.
“Iya trauma, pusing kepala saya,” kata dia.
Sudrajat yang telah berjualan es kue selama 30 tahun itu menyebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Ia juga mengaku dikurung di pos selama sekitar satu jam.
“Luka di wajah, di dada dipukul, tiga kali dipukul pake selang dan ditendang,” katanya.
“Di sana saya dikurung, sampai nangis. (Dikurung) 1 jam. Jam tiga sore sampai magrib,” ucapnya.
Ia juga menyebut kondisi dagangannya rusak akibat insiden tersebut. Ketika ditanya pesan untuk aparat, Sudrajat hanya bisa mengungkapkan kepedihannya.
“Kue saya dibejek-bejek udah kaya t*i,” kata Sudrajat.
“Gak ada, saya mau nangis gak ada yang nolongin, warga juga dipukulin gak ada yang nolong,” tutur dia lagi. (Ars/nba)
Load more