News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Sementara itu, Budi menerangkan, hingga saat ini pihak kepolisian, Bid Propam Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap Aiptu Ikhwan yang merupakan Bhabinkamtibmas.
Rabu, 28 Januari 2026 - 14:02 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto
Sumber :
  • tvOnenews/A.R Safira

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi memastikan tidak ada unsur penganiayaan yang dilakukan terhadap Sudrajat, pedagang es gabus yang sempat diamankan aparat gabungan Polri dan TNI, usai diduga menggunakan bahan baku berbahaya, spons.

“Tapi disampaikan tadi malam oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Tidak ada unsur penganiayaan. Tapi mungkin cara yang dilakukan oleh petugas tadi salah, sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Budi menerangkan, hingga saat ini pihak kepolisian, Bid Propam Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap Aiptu Ikhwan yang merupakan Bhabinkamtibmas. Jika terbukti melakukan pelanggaran, akan diberikan sanksi.

“Artinya apabila seorang anggota polri melakukan pelanggaran baik itu kode etik pidana pasti ada sanksinya. Tapi kami minta waktu karena Bid Propam Polda Metro Jaya masih mendalami, Apakah ada unsur kesengajaan, apakah ada penganiayaan,” jelas Budi.

Sebelumnya diberitakan, Sudrajat, pedagang es gabus membeberkan kronologi peristiwa yang dialaminya, mulai dari tudingan es beracun hingga dugaan pemukulan dan pengurungan selama berjam-jam.

Peristiwa itu bermula ketika Sudrajat tengah berjualan seperti biasa. Ia mengaku dituduh menjual es kue jadul berbahan spons setelah seorang anak menyampaikan laporan kepada orang dewasa di lokasi.

“Anaknya yang bilang. Pak ini es racun pak. Panggil tuh tukang es kue itu. Lalu mata-mata dia suruh beli. Disuruh bawa,” ujar Sudrajat dikutip wartawan, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menyebut, seseorang membeli lima es kue darinya, namun satu diantaranya tidak dibayar. Tak lama kemudian, situasi berubah mencekam. Sudrajat mengaku dikepung dan mengalami kekerasan fisik.

“Beli lima yang bohong satu, lama-lama saya dikepung, ditonjok,” katanya.

Saat ditanya siapa yang memukulnya, Sudrajat menyebut keterlibatan aparat.

“Polisi ama tentaranya juga,” katanya.

Sudrajat kemudian dibawa dari lokasi kejadian ke Markas Polsek Kemayoran. Menurut pengakuannya, proses pemukulan tidak berhenti di jalan. Ia menyebut pemukulan terjadi di sebuah pos.

“Dibawa ke mobil, dibawa ke Polsek kemayoran,” ujarnya.

Dalam kondisi tertekan, Sudrajat mengaku dipaksa mengakui sesuatu yang bukan perbuatannya.

“Ampun pak, ampun pak. Bukan punya saya, punya bos. Kalo gak percaya ikut aja, ke depok lama (pabrik pembuat kue),” tuturnya menirukan ucapannya saat itu.

Ia mengaku sempat diminta makan, lalu kembali dimasukkan ke mobil. Namun trauma sudah telanjur membekas. Dirinya juga diperingati untuk tidak jualan di sana lagi. Akibat kejadian tersebut, Sudrajat mengaku mengalami trauma dan gangguan kesehatan.

“Iya trauma, pusing kepala saya,” kata dia.

Sudrajat yang telah berjualan es kue selama 30 tahun itu menyebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Ia juga mengaku dikurung di pos selama sekitar satu jam.

“Luka di wajah, di dada dipukul, tiga kali dipukul pake selang dan ditendang,” katanya.

“Di sana saya dikurung, sampai nangis. (Dikurung) 1 jam. Jam tiga sore sampai magrib,” ucapnya.

Ia juga menyebut kondisi dagangannya rusak akibat insiden tersebut. Ketika ditanya pesan untuk aparat, Sudrajat hanya bisa mengungkapkan kepedihannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kue saya dibejek-bejek udah kaya t*i,” kata Sudrajat.

“Gak ada, saya mau nangis gak ada yang nolongin, warga juga dipukulin gak ada yang nolong,” tutur dia lagi. (Ars/nba)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lokasi Longsor Cisarua Akan Disulap Menteri Pertanian Jadi Perkebunan

Lokasi Longsor Cisarua Akan Disulap Menteri Pertanian Jadi Perkebunan

Pemerintah pusat akan merubah lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat menjadi perkebunan.
Kemenag Minta Tambah Anggaran 2026 Rp5,87 Triliun ke DPR, Buat Bayar Tunjangan Guru dan Dosen

Kemenag Minta Tambah Anggaran 2026 Rp5,87 Triliun ke DPR, Buat Bayar Tunjangan Guru dan Dosen

Kementerian Agama (Kemenag) meminta tambahan anggaran sebesar Rp5.872.189.200.000 dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI hari ini untuk tunjangan guru dan dosen
Pundit Belanda Heran Bukan Main Ajax Rekrut Maarten Paes, Sebut Kiper Andalan Timnas Indonesia Cuma Jadi Cadangan

Pundit Belanda Heran Bukan Main Ajax Rekrut Maarten Paes, Sebut Kiper Andalan Timnas Indonesia Cuma Jadi Cadangan

Ajax Amsterdam resmi merekrut Maarten Paes hingga 2029. Namun, pengamat menilai eks Timnas Indonesia itu bukan kiper utama dan hanya opsi berpengalaman.
Purbaya Pede Ekonomi Melaju, Klaim Sinkronisasi Fiskal-Moneter Bawa Peluang Emas di Pasar Saham

Purbaya Pede Ekonomi Melaju, Klaim Sinkronisasi Fiskal-Moneter Bawa Peluang Emas di Pasar Saham

Purbaya yakin laju ekonomi nasional akan tetap baik mengingat fundamental yang kuat dan ditopang oleh semakin eratnya koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI).
Mantan Pelatih Timnas Futsal Indonesia Berjaya Bawa Jepang Gasak Australia 6-2 di Piala Asia 2026

Mantan Pelatih Timnas Futsal Indonesia Berjaya Bawa Jepang Gasak Australia 6-2 di Piala Asia 2026

Bermain di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (28/1/2026), Samurai Biru sukses menaklukkan Australia dengan skor telak 6-2.
Pencarian Jati Diri Ressa Rizky, Bertemu Sopir yang Ungkap Kisah Masa Lalunya

Pencarian Jati Diri Ressa Rizky, Bertemu Sopir yang Ungkap Kisah Masa Lalunya

Gugatan yang dilayangkan Ressa Rizky terhadap penyanyi Denada Tambunan terus menyedot perhatian publik. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Ressa mulai

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Disandingkan dengan Pratama Arhan karena bisa ciptakan lemparan jauh jadi sebuah peluang, bisakah gelandang Serie A berdarah Jakarta ini bela Timnas Indonesia?
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Ajax Amsterdam dikabarkan selangkah lagi mendatangkan Maarten Paes, kiper FC Dallas sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia. Begini reaksi publik Belanda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT