News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Makna Seruan Kapolri soal Pengabdian Polri di Bawah Presiden Prabowo

Makna seruan Kapolri soal pengabdian Polri di bawah Presiden dinilai sebagai perintah moral untuk memperkuat pelayanan, integritas, dan kepercayaan publik.
Jumat, 30 Januari 2026 - 12:02 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Dokumentasi BPMI Istana Negara

Jakarta, tvOnenews.com – Seruan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo agar jajaran Polri berjuang ā€œsampai titik darah penghabisanā€ di bawah kepemimpinan Presiden bukan sekadar ungkapan heroik. Pernyataan tersebut dimaknai sebagai arah moral dan konstitusional yang menegaskan posisi Polri sebagai instrumen utama negara dalam menghadirkan rasa aman, keadilan, dan perlindungan bagi masyarakat.

Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, Presiden memegang mandat langsung dari rakyat. Karena itu, loyalitas Polri kepada Presiden sejatinya adalah loyalitas kepada kepentingan publik. Polri tidak ditempatkan untuk membela kekuasaan, melainkan untuk memastikan negara hadir secara nyata di tengah kehidupan warga negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Founder DE HMS Consulting, Maulana Sumarlin, menilai seruan tersebut perlu dipahami sebagai perintah etis agar aparat kepolisian bekerja tanpa setengah hati, menjunjung integritas, serta setia pada tujuan utama pengabdian.

ā€œMakna ā€˜sampai titik darah penghabisan’ adalah bekerja sepenuh hati, dengan tanggung jawab penuh, dan dengan kesetiaan kepada kepentingan rakyat,ā€ ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

Menurut Maulana, keberanian Polri tidak hanya diuji dalam situasi krisis, tetapi juga dalam konsistensi menjalankan tugas sehari-hari. Hal itu mencakup pelayanan masyarakat yang adil, penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta perlakuan yang menjunjung martabat setiap warga negara.

Pandangan ini dinilai sejalan dengan cara berpikir konstitusional Presiden Prabowo Subianto terkait peran lembaga keamanan negara. Sejak sebelum menjabat, Presiden kerap menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan pilar utama kehadiran negara dalam melindungi rakyat.

Dalam berbagai forum, Presiden menekankan pentingnya profesionalisme, netralitas, dan loyalitas institusi keamanan kepada kepentingan bangsa, bukan kepada kelompok atau kekuatan politik tertentu. Karena itu, seruan Kapolri dipandang sebagai bentuk konkret penjabaran visi tersebut di internal Polri.

Kepercayaan Presiden kepada Polri juga diperkuat oleh meningkatnya tingkat kepercayaan publik. Dalam Laporan Akhir Tahun Kapolri 2025, berbagai lembaga survei independen mencatat tren positif terhadap citra dan kinerja kepolisian.

Survei Litbang Kompas 2025 menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berada di kisaran 76–78 persen, tertinggi di antara lembaga penegak hukum lainnya. Angka ini mencerminkan pengakuan masyarakat atas perbaikan pelayanan, peningkatan transparansi, serta respons yang lebih cepat terhadap pengaduan warga.

Di tingkat global, Gallup Law and Order Index 2025 menempatkan Indonesia pada skor sekitar 89 poin, salah satu yang tertinggi di Asia. Lebih dari 80 persen responden menyatakan merasa aman berjalan sendirian di malam hari, serta percaya pada kehadiran polisi di lingkungan mereka. Data ini menunjukkan bahwa fungsi dasar kepolisian sebagai penjaga rasa aman mulai dirasakan secara nyata.

Meski demikian, meningkatnya kepercayaan publik justru memperbesar tanggung jawab Polri. Kepercayaan bukan tujuan akhir, melainkan amanat yang harus terus dijaga melalui kerja yang konsisten, bersih, dan berintegritas. Setiap penyimpangan, sekecil apa pun, berpotensi merusak kepercayaan yang dibangun dalam waktu panjang.

Seruan Kapolri juga dipahami sebagai ajakan untuk menggeser pusat perjuangan Polri ke arah membantu Kepala Negara menghadirkan negara secara nyata di tengah rakyat. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan fungsi melindungi, mengayomi, dan melayani dengan ketulusan serta empati.

Lebih dari itu, pengabdian Polri tidak lagi hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum semata, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik serta sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam praktiknya, semangat tersebut harus tercermin dalam hal-hal konkret, seperti pelayanan yang cepat dan tidak berbelit, proses hukum yang transparan, perlindungan nyata bagi korban kejahatan, serta sikap profesional dan humanis dalam setiap interaksi dengan warga.

Di sinilah makna ā€œtitik darah penghabisanā€ menjadi ukuran etika kerja: sejauh mana aparat kepolisian mau mengerahkan kemampuan terbaiknya dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati demi kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi, kelompok, ataupun sekadar pencitraan institusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kritik publik terhadap Polri pun dinilai penting untuk terus dibuka melalui saluran yang mudah, aman, dan transparan. Keluhan mengenai pelayanan yang belum merata, dugaan penyalahgunaan wewenang, hingga penanganan perkara yang dianggap belum adil harus dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial yang sehat.

Dengan demikian, seruan ā€œberjuang sampai titik darah penghabisanā€ menjadi pengingat bahwa Polri mengemban amanat besar dari Presiden dan harapan luas masyarakat. Amanat itu hanya dapat dijaga melalui profesionalisme, integritas, dan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh publik. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Sutrimo Segera Diungkap, Hasil Ekshumasi Diumumkan 30 September 2026 dan Pihak Keluarga Diundang

Misteri Kematian Sutrimo Segera Diungkap, Hasil Ekshumasi Diumumkan 30 September 2026 dan Pihak Keluarga Diundang

Hasil pemeriksaan ekshumasi terhadap Sutrimo yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan akan diumumkan oleh Polda Metro Jaya, pada Rabu (30/9/2026).
Pengamat Semprot Permainan Timnas Indonesia Asuhan John Herdman di Laga Kontra Malaysia: Semuanya Jelek!

Pengamat Semprot Permainan Timnas Indonesia Asuhan John Herdman di Laga Kontra Malaysia: Semuanya Jelek!

Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan atau Bung Ropan menyoroti permainan Timnas Indonesia setelah gagal mengalahkan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Nguyen Xuan Son Pulang ke Vietnam usai Alami Cedera Hamstring, Kim Sang-sik Bilang Begini

Nguyen Xuan Son Pulang ke Vietnam usai Alami Cedera Hamstring, Kim Sang-sik Bilang Begini

Penyerang naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son, harus pulang ke Vietnam usai mengalami cedera hamstring. Dia tidak bisa bermain lagi hingga FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir.
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai Ditahan Malaysia Tanpa Gol

Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai Ditahan Malaysia Tanpa Gol

Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 walaupun gagal mengalahkan Malaysia. Duel tersebut berakhir imbang tanpa gol.
Gagal Raih Emas, Amri/Nita Ungkap Titik Balik Kekalahan dari China di Final Asian Games 2026

Gagal Raih Emas, Amri/Nita Ungkap Titik Balik Kekalahan dari China di Final Asian Games 2026

Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengungkapkan titik balik kekalahan mereka dari unggulan kedua China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026).
Viral Oknum Mutawif Diduga Hina Jamaah Umrah, Ternyata Begini Syarat Seseorang menjadi Pendamping Ibadah Umrah

Viral Oknum Mutawif Diduga Hina Jamaah Umrah, Ternyata Begini Syarat Seseorang menjadi Pendamping Ibadah Umrah

Media sosial dihebohkan dengan viralnya video oknum mutawif yang diduga hina jamaah umrah. Dia menyampaikan pesan menohok seakan menyinggung jamaah lansia.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral