News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada Nipah Virus: Kenali Gejala, Cara Mengatasi, dan Langkah Pencegahannya

Nipah virus berbahaya dengan tingkat kematian tinggi. Kenali gejala nipah virus, cara mengatasinya, dan langkah pencegahannya agar tetap aman.
Selasa, 3 Februari 2026 - 13:30 WIB
Ilustrasi Virus
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Nipah virus kembali menjadi perhatian global setelah munculnya sejumlah kasus di India sejak September 2025. Meski pemerintah memastikan nipah virus belum ditemukan di Indonesia, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena penyakit ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi dan dapat menular dari hewan ke manusia maupun antarmanusia.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan hingga kini belum ada laporan nipah virus masuk ke Tanah Air. Namun, pengawasan di bandara dan pelabuhan internasional terus diperketat sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit menular tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah meningkatnya mobilitas manusia dan interaksi dengan alam, pemahaman masyarakat mengenai nipah virus menjadi kunci penting untuk mencegah penularan.

Apa Itu Nipah Virus?

Nipah virus adalah virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini pertama kali terdeteksi pada akhir 1990-an dan diketahui memiliki hubungan dekat dengan virus Hendra. Inang alami nipah virus adalah kelelawar buah dari genus Pteropus, yang banyak hidup di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Penularan nipah virus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta melalui kontak erat dengan pasien yang sudah terinfeksi.

Gejala Nipah Virus yang Perlu Diwaspadai

Gejala nipah virus umumnya muncul dalam masa inkubasi 4 hingga 14 hari setelah paparan. Pada tahap awal, gejala sering kali menyerupai flu biasa, sehingga kerap tidak disadari. Namun, kondisi ini bisa berkembang cepat menjadi penyakit berat.

Gejala nipah virus yang paling umum meliputi:

  • Demam tinggi dan sakit kepala berat

  • Nyeri otot dan kelelahan ekstrem

  • Batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas

  • Mual, muntah, dan gangguan menelan

Pada kasus berat, nipah virus dapat menyebabkan radang otak akut (ensefalitis), yang ditandai dengan gangguan kesadaran, kejang, hingga koma. Tingkat kematian akibat nipah virus dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen secara global, sehingga penyakit ini tergolong sangat berbahaya.

Cara Mengatasi Nipah Virus Jika Terpapar

Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus spesifik maupun vaksin yang efektif untuk nipah virus. Penanganan yang diberikan bersifat suportif, yaitu meredakan gejala dan menjaga fungsi organ tubuh pasien.

Langkah penanganan nipah virus meliputi:

  • Perawatan intensif di fasilitas kesehatan

  • Pemberian cairan dan oksigen bila diperlukan

  • Pemantauan ketat terhadap fungsi pernapasan dan saraf

  • Isolasi pasien untuk mencegah penularan nipah virus ke orang lain

Masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan setelah kontak dengan hewan atau orang yang sakit disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Cara Mencegah Nipah Virus Sejak Dini

Pencegahan nipah virus menjadi langkah paling efektif mengingat belum adanya pengobatan khusus. Pemerintah dan otoritas kesehatan menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam memutus rantai penularan nipah virus.

Berikut langkah pencegahan nipah virus yang disarankan:

  • Hindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan ternak yang sakit, terutama babi.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang hewan atau sebelum makan.

  • Pastikan buah dan sayuran dicuci bersih sebelum dikonsumsi, terutama yang mungkin terpapar air liur atau urin kelelawar.

  • Hindari konsumsi daging mentah atau setengah matang, pastikan dimasak hingga matang sempurna.

  • Gunakan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja peternakan atau mereka yang sering bersentuhan dengan hewan berisiko.

  • Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi disertai gangguan pernapasan atau neurologis setelah kontak berisiko.

Indonesia Masih Bebas Nipah Virus

Pemerintah memastikan nipah virus belum ditemukan di Indonesia. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas, terutama di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan internasional. Negara-negara lain di kawasan Asia juga meningkatkan pengawasan seiring ditemukannya kasus nipah virus di India.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wamenkes menyebut nipah virus memang sangat infeksius dan berbahaya, tetapi penyebarannya tidak secepat COVID-19. Kendati begitu, masyarakat tetap diimbau tidak lengah dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan.

Dengan mengenali gejala nipah virus, memahami cara mengatasinya, serta menerapkan langkah pencegahan nipah virus sejak dini, risiko penularan dapat ditekan. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman nipah virus. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selain Mulyono, KPK Ungkap Tangkap Dua Orang Lainnya

Selain Mulyono, KPK Ungkap Tangkap Dua Orang Lainnya

Penangkapan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata bersama dua orang lainnya.
BNN Gandeng Organisasi Pemuda Patriot Nusantara untuk Perangi Narkoba di Kalangan Generasi Muda

BNN Gandeng Organisasi Pemuda Patriot Nusantara untuk Perangi Narkoba di Kalangan Generasi Muda

Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan organisasi Pemuda Patriot Nusantara (PPN) untuk memerangi narkotika di Indonesia, khususnya generasi muda.
Ronaldo Masih Ngambek, Petinggi Liga Saudi Mulai Panik dan Desak CR7 Akhiri Mogok Main Jelang Al Nassr vs Al Ittihad

Ronaldo Masih Ngambek, Petinggi Liga Saudi Mulai Panik dan Desak CR7 Akhiri Mogok Main Jelang Al Nassr vs Al Ittihad

Para petinggi senior liga berusaha mencari titik tengah agar Ronaldo berhenti mogok main dan bergabung ke dalam skuad Al Nassr saat laga menjamu Al Ittihad.
‎Tanah Bergerak Terjang Sragen, Ancam Puluhan Rumah Warga

‎Tanah Bergerak Terjang Sragen, Ancam Puluhan Rumah Warga

Puluhan rumah di tiga Dukuh di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terancam amblas akibat pergerakan tanah.
Denada Sudah Akui Ressa Anak Kandungnya, Netizen Mulai Gencar Cari Tahu Siapa Ayah Biologisnya

Denada Sudah Akui Ressa Anak Kandungnya, Netizen Mulai Gencar Cari Tahu Siapa Ayah Biologisnya

Denada akhirnya mengaku Ressa adalah anak kandungnya. Namun publik kini gencar mencari tahu siapa sosok ayah biologis Ressa yang dibocorkan Tessa Mariska.
Pria Asal Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Teras Ruko Pati

Pria Asal Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Teras Ruko Pati

Seorang pria asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di teras ruko counter handphone, Desa Semampir, Kecamatan Pati, Selasa (3/2/2026) malam.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT