Waspada Nipah Virus: Kenali Gejala, Cara Mengatasi, dan Langkah Pencegahannya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Nipah virus kembali menjadi perhatian global setelah munculnya sejumlah kasus di India sejak September 2025. Meski pemerintah memastikan nipah virus belum ditemukan di Indonesia, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena penyakit ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi dan dapat menular dari hewan ke manusia maupun antarmanusia.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan hingga kini belum ada laporan nipah virus masuk ke Tanah Air. Namun, pengawasan di bandara dan pelabuhan internasional terus diperketat sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit menular tersebut.
Di tengah meningkatnya mobilitas manusia dan interaksi dengan alam, pemahaman masyarakat mengenai nipah virus menjadi kunci penting untuk mencegah penularan.
Apa Itu Nipah Virus?
Nipah virus adalah virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini pertama kali terdeteksi pada akhir 1990-an dan diketahui memiliki hubungan dekat dengan virus Hendra. Inang alami nipah virus adalah kelelawar buah dari genus Pteropus, yang banyak hidup di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Penularan nipah virus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta melalui kontak erat dengan pasien yang sudah terinfeksi.
Gejala Nipah Virus yang Perlu Diwaspadai
Gejala nipah virus umumnya muncul dalam masa inkubasi 4 hingga 14 hari setelah paparan. Pada tahap awal, gejala sering kali menyerupai flu biasa, sehingga kerap tidak disadari. Namun, kondisi ini bisa berkembang cepat menjadi penyakit berat.
Gejala nipah virus yang paling umum meliputi:
-
Demam tinggi dan sakit kepala berat
-
Nyeri otot dan kelelahan ekstrem
-
Batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas
-
Mual, muntah, dan gangguan menelan
Pada kasus berat, nipah virus dapat menyebabkan radang otak akut (ensefalitis), yang ditandai dengan gangguan kesadaran, kejang, hingga koma. Tingkat kematian akibat nipah virus dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen secara global, sehingga penyakit ini tergolong sangat berbahaya.
Cara Mengatasi Nipah Virus Jika Terpapar
Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus spesifik maupun vaksin yang efektif untuk nipah virus. Penanganan yang diberikan bersifat suportif, yaitu meredakan gejala dan menjaga fungsi organ tubuh pasien.
Langkah penanganan nipah virus meliputi:
-
Perawatan intensif di fasilitas kesehatan
-
Pemberian cairan dan oksigen bila diperlukan
-
Pemantauan ketat terhadap fungsi pernapasan dan saraf
-
Isolasi pasien untuk mencegah penularan nipah virus ke orang lain
Masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan setelah kontak dengan hewan atau orang yang sakit disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Cara Mencegah Nipah Virus Sejak Dini
Pencegahan nipah virus menjadi langkah paling efektif mengingat belum adanya pengobatan khusus. Pemerintah dan otoritas kesehatan menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam memutus rantai penularan nipah virus.
Berikut langkah pencegahan nipah virus yang disarankan:
-
Hindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan ternak yang sakit, terutama babi.
-
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang hewan atau sebelum makan.
-
Pastikan buah dan sayuran dicuci bersih sebelum dikonsumsi, terutama yang mungkin terpapar air liur atau urin kelelawar.
-
Hindari konsumsi daging mentah atau setengah matang, pastikan dimasak hingga matang sempurna.
-
Gunakan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja peternakan atau mereka yang sering bersentuhan dengan hewan berisiko.
-
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi disertai gangguan pernapasan atau neurologis setelah kontak berisiko.
Indonesia Masih Bebas Nipah Virus
Pemerintah memastikan nipah virus belum ditemukan di Indonesia. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas, terutama di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan internasional. Negara-negara lain di kawasan Asia juga meningkatkan pengawasan seiring ditemukannya kasus nipah virus di India.
Wamenkes menyebut nipah virus memang sangat infeksius dan berbahaya, tetapi penyebarannya tidak secepat COVID-19. Kendati begitu, masyarakat tetap diimbau tidak lengah dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan.
Dengan mengenali gejala nipah virus, memahami cara mengatasinya, serta menerapkan langkah pencegahan nipah virus sejak dini, risiko penularan dapat ditekan. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman nipah virus. (nsp)
Load more