News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Dugaan Bullying Anak SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Wali Kelas Pastikan Tidak Ada

Soal apakah ada dugaan bullying terhadap anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri karena tak mampu membeli alat tulis, wali kelas memastikan tidak ada dugaan tersebut. 
Kamis, 5 Februari 2026 - 09:22 WIB
Rumah duka anak SD di NTT yang meninggal dunia karena bunuh diri
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Soal apakah ada dugaan bullying terhadap anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri karena tak mampu membeli alat tulis, wali kelas memastikan tidak ada dugaan tersebut. 

Hal ini diungkapkan Guru SDN Rutojawa, Kabupaten Ngada, NTT sekaligus Wali Kelas YBR (10) Bonivasius Snae saat diwawancarai tvOne pada Rabu (4/2/2026). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau tentang bully-an bersama teman-teman dalam kelas itu tidak ada,” kata dia. 

Bonivasius menceritakan kondisi kelasnya. Dia menyebut di kelasnya hanya ada delapan orang siswa yang terdiri dari lima orang laki-laki dan tiga orang perempuan. 

Jumlah murid yang sedikit membuat keseharian YBR bisa dilihatnya. Menurut dia, YBR merupakan anak yang pintar dan jujur.

“Kalau ke seharian korban, anak ini selalu ceria. Kalau di kelas juga anaknya termasuk pintar, jujur dan selalu bermain bersama teman-teman,” ujarnya. 

Saat ditanya soal alat tulis seperti buku dan pulpen, berdasarkan pengamatan Bonivasius, YBR masih membawa alat tulisnya ke sekolah beberapa hari sebelum kejadian. 

“Kalau mengenai perlengkapan alat tulis, selama ini yang saya lihat itu ada. Buku tulis, bolpoin, lengkap. Hari Rabu sebelum kejadian itu saya sebagai wali kelas kasih pembelajaran di kelas anak itu ada buku dan pulpen, bahkan mengerjakan tugas,” terangnya. 

Bonivasius menyebut YBR tidak pernah menceritakan soal masalah yang terjadi di rumahnya. Yang dia tahu, YBR selalu terlihat ceria di kelas.

Terpisah, Kadisdik Ngada Elisius Kletus Watungadha mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi mendalam tentang peristiwa memilukan ini. 

Berdasarkan hasil investigasinya, YBR tinggal bersama neneknya di sebuah pondok yang terbuat dari bambu. 

Sementara itu, ibu YBR tinggal terpisah dan ayahnya pergi tak kembali. Ibu dan ayah YBR ini diketahui memiliki lima orang anak. 

Elisius mengatakan satu minggu sebelum meninggal YBR menghampiri ibunya dan meminta untuk dibelikan buku. 

“Ibunya ditinggal suami. Belum punya uang, kasih uang ke anak buat beli buku,” katanya. 

Tak hanya itu, pihaknya sudah menemui kepala sekolah dan guru tempat YBR menimba ilmu. 

“Dalam diskusi itu saya tanya bagaimana figur anak di sekolah. Info yang saya dapat anaknya supel, ceria, suka bergaul. Kalau bawa bekal bentuknya ubi-ubian,” terangnya. 

Sebelumnya diberitakan, anak 10 tahun berinisial YBR ini ditemukan tewas dengan cara gantung diri di pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika dievakuasi, anak kelas IV SD itu juga meninggalkan sepucuk surat perpisahan untuk ibunya.

Dia meminta ibunya untuk tidak bersedih dan tidak perlu mencarinya. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan

Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan

Selebgram Lucinta Luna bicara nasib alat vital atau kelamin yang sudah diubah menjadi perempuan. Ia pasrah fisiknya tidak bisa kembali sebagai Muhammad Fatah.
Prabowo Ungkap Borok Praktik Korupsi di Dalam Birokrasi: Ada Pihak yang Bantu Curi Uang Negara

Prabowo Ungkap Borok Praktik Korupsi di Dalam Birokrasi: Ada Pihak yang Bantu Curi Uang Negara

Presiden RI, Prabowo Subianto secara terbuka mengakui masih adanya praktik pengkhianatan di dalam tubuh birokrasi pemerintah.
Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani soal pemerintahan Prabowo dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polemik ini memicu diskursus soal batas kebebasan berpendapat di ruang publik.
Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Presiden RI, Prabowo Subianto menyaksikan langsung momentum besar pengembalian aset negara dari praktik ilegal sektor sumber daya alam.
Kasus Korupsi Pasar Panorama, Mantan Anggota Dewan Dituntut 7,5 Tahun dan Mantan Kadis 5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Pasar Panorama, Mantan Anggota Dewan Dituntut 7,5 Tahun dan Mantan Kadis 5 Tahun Penjara

Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan Pasar Panorama Bengkulu kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Jumat Siang (10/4/ 2026). Agenda persidang
Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Raih Tiga poin Perdananya, Surabaya Samator Panaskan Persaingan ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Raih Tiga poin Perdananya, Surabaya Samator Panaskan Persaingan ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April, setelah pertandingan terakhir di sektor putra pada putaran pertama.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, bahwa hasil penyelidikan, tersangka sudah melakukan pengoplosan tabung gas sejak bulan Februari yang lalu.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, bertekad bawa sentuhan baru ke dalam tim yang ia tangani. Ia mengaku ingin terapkan pengalaman dan ilmu.
Selengkapnya

Viral