Moody’s Ubah Outlook 5 Bank Raksasa Indonesia Jadi Negatif, Airlangga Minta Pihak Bank Kasih Penjelasan
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Perubahan outlook lima bank besar Indonesia menjadi negatif oleh Moody’s Ratings memicu perhatian pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan penilaian lembaga pemeringkat internasional tersebut harus direspons langsung oleh masing-masing bank dengan penjelasan yang memadai.
“Ya kalau itu kan nanti perlu penjelasan dari masing-masing perbankan kepada Moody’s karena semua rating agency itu kuncinya juga perlu dijelaskan apa yang menjadi concern mereka dan concern itu tentu perlu diberikan jawaban yang memadai,” ujar Airlangga usai menghadiri ABAC Meeting 2026 di Shangri-La Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Moody’s sebelumnya mengubah outlook dari stabil menjadi negatif terhadap lima bank besar Indonesia, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Meski demikian, peringkat kredit tetap dipertahankan pada level Baa2 per 5 Februari 2026.
Airlangga menekankan, secara nasional posisi Indonesia masih tergolong aman karena peringkat sovereign tetap berada dalam kategori layak investasi. Namun ia mengakui perubahan outlook mencerminkan kekhawatiran yang perlu direspons.
“Ya kalau pertama tentu kalau korporat kan, masing-masing korporat yang respons, kemudian kalau dari segi nasional Moody’s tetap Indonesia di dalam investment grid, hanya outlook itu sesuatu yang mereka khawatir, nah kekhawatiran itu yang perlu dijawab,” katanya.
Dalam risetnya, Moody’s menjelaskan perubahan outlook perbankan mengikuti perubahan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Lembaga pemeringkat tersebut menilai terdapat peningkatan risiko terhadap kredibilitas kebijakan, antara lain menurunnya konsistensi dan prediktabilitas proses pembuatan kebijakan serta komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif sepanjang setahun terakhir.
Meski begitu, Moody’s tetap mempertahankan peringkat Baa2 pemerintah Indonesia dengan mempertimbangkan ketahanan ekonomi, kekuatan sumber daya alam, serta faktor demografi yang mendukung stabilitas pertumbuhan PDB.
Moody’s juga menegaskan seluruh peringkat kredit utama kelima bank tidak berubah, termasuk peringkat penerbit, simpanan, utang senior tanpa jaminan, hingga Counterparty Risk Ratings (CRR) dan Baseline Credit Assessment (BCA).
Load more