GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Miss Indonesia Bengkulu Sherley Yahya Kornaat Telusuri Bali, Sumba Hingga Lombok untuk First Class Indonesia

Miss Indonesia 2002 Provinsi Bengkulu, Sherley Yahya Kornaat menghadirkan sebuah serial televisi premium.
Minggu, 8 Februari 2026 - 10:36 WIB
Eks Miss Indonesia Bengkulu Sherley Yahya Kornaat
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Miss Indonesia 2002 Provinsi Bengkulu, Sherley Yahya Kornaat menghadirkan sebuah serial televisi premium.

Dinamai First Class Indonesia, proyek ini adalah perjalanan panjang seorang perempuan Indonesia yang secara sadar memilih untuk membangun legacy budaya bagi tanah airnya melalui cerita, nilai, dan makna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui hal tersebut, Sherley menghadirkan Indonesia bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai peradaban hidup, penuh spiritualitas, tradisi, kebijaksanaan, dan cerita manusia.

Perjalanan Sherley di ruang publik Indonesia dimulai sejak usia muda, ketika ia terpilih sebagai Miss Indonesia 2002 mewakili Provinsi Bengkulu. 

Pengalaman tersebut menjadi titik awal pemahamannya tentang arti representasi bukan sebagai sorotan semata, melainkan sebagai amanah. 

Dua dekade kemudian, pemahaman itu berkembang menjadi visi yang lebih matang tentang bagaimana citra Indonesia seharusnya dibangun secara bermartabat dan berkelanjutan.

Seiring waktu, perjalanan tersebut diperkaya oleh fondasi intelektualnya. Sherley merupakan lulusan Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, sebuah latar belakang akademis yang membentuk cara pandangnya terhadap diplomasi, relasi antarbangsa, dan peran budaya sebagai jembatan global. 

Benang merah inilah yang kini terasa kuat dalam First Class Indonesia sebagai bentuk soft diplomacy yang lembut, manusiawi, dan relevan bagi audiens internasional.

Dalam serial ini, Sherley memimpin perjalanan sebagai pemandu budaya dan membawakan program bersama Carolien ter Linden, seorang presentatrice asal Belanda.

Carolien hadir sebagai rekan dialog dan representasi perempuan Eropa yang mengalami Indonesia dengan rasa ingin tahu yang jujur dan perspektif yang membumi.

Dinamika keduanya menciptakan percakapan lintas budaya yang alami bukan menggurui, melainkan saling memahami.

First Class Indonesia membawa pemirsa menyusuri Bali, Sumba, dan Lombok, tiga wilayah yang dipilih bukan semata karena keindahannya, tetapi karena maknanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bali sebagai ruang spiritual dan keseimbangan hidup, Sumba sebagai simbol keaslian dan tradisi leluhur, serta Lombok sebagai refleksi harmoni antara alam, keberlanjutan, dan masa depan.

Dalam setiap episode, Sherley secara sadar memilih untuk menampilkan Indonesia melalui resor-resor paling prestisius di negeri ini, bukan sekadar simbol kemewahan, melainkan contoh bagaimana pariwisata kelas dunia dapat berjalan seiring dengan budaya, alam, dan tanggung jawab sosial.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT