Buntut Pelajar Siram Air Keras di Jakarta Pusat, Polisi Selidiki Videonya
- istimewa - antaranews
Jakarta, tvOnenews.com - Buntut viralnya seorang pelajar siram air keras ke sesama pelajar, di Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB dan viral di media sosial. Kini pihak kepolisian mengusut kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, penyidik telah mengamankan serta menganalisis video yang viral terkait insiden tersebut.
"Kami sudah menangani kemudian melakukan penyelidikan, termasuk menganalisis video yang ada di media sosial," ucap Roby saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, kata dia, bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku serta kendaraan yang digunakan pelaku saat melancarkan aksi kriminalnya.
"Kami juga sudah mengetahui identitas, tapi ini kemungkinan, dari pelaku, kendaraannya atau pelakunya sendiri," jelas Roby.
Polisi mengonfirmasi ke salah satu korban yang mengalami cedera pada bagian mata akibat siraman air keras tersebut. Karena itu polisi belum dapat mengambil keterangan dari korban.
Untuk korban ada luka dan cedera di bagian mata yang sempat ditangani di rumah sakit tapi saat ini sudah kembali ke rumah. "Namun mengingat keadaan, korban masih belum siap dilakukan pemeriksaan oleh Kepolisian," katanya.
Menyusul pelaku dan korban masih di bawah umur, kasus itu kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.
Dalam video yang viral di media sosial (medsos), ketiga pelaku mengendarai satu sepeda motor usai menyiapkan air keras untuk menyiram korban. Sementara itu, korban bersama dua orang temannya juga melaju dari arah berlawanan menggunakan satu sepeda motor.
Saat sepeda motor korban mendekat, sepeda motor pelaku memotong jalur korban, lalu pelaku menyiram air keras ke arah korban.
Usai melancarkan aksinya, para pelaku kabur dari lokasi. Sepeda korban pun terus melaju menjauh dari lokasi. Dalam video, korban terlihat memegang matanya akibat kesakitan. (ant/aag)
Load more