News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Muhammadiyah 'Angkat Alis' soal Board of Peace Trump, Ingatkan Indonesia: Perdamaian Tanpa Keadilan Itu Semu

PP Muhammadiyah menyoroti keterlibatan Indonesia di Board of Peace buatan Donald Trump dan menegaskan perdamaian harus sejalan dengan keadilan Palestina.
Senin, 9 Februari 2026 - 11:40 WIB
PP Muhammadiyah resmi memutuskan ikut jejak Nahdlatul Ulama (NU) menerima izin usaha tambang
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan pandangan resmi terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), lembaga internasional yang dibentuk atas inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sikap tersebut disampaikan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri RI melalui surat resmi tertanggal 6 Februari 2026.

Dalam surat bernomor 326/1.0/A/2026 itu, Muhammadiyah menegaskan bahwa setiap upaya perdamaian harus disertai keadilan. Tanpa keadilan, perdamaian hanya akan bersifat semu dan berpotensi melanggar prinsip hak asasi manusia serta hukum internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Board of Peace dibentuk berdasarkan Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict yang diusulkan Donald Trump pada 29 September 2025 dan kemudian disahkan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi Nomor 2803 pada 17 November 2025. Indonesia termasuk salah satu negara yang menandatangani dan bergabung dalam lembaga tersebut.

Namun, Muhammadiyah memandang ada sejumlah persoalan mendasar dalam struktur dan mandat BoP yang perlu disikapi secara serius oleh pemerintah Indonesia. Salah satu sorotan utama adalah penetapan Donald Trump sebagai Ketua BoP seumur hidup sekaligus satu-satunya pemegang hak veto.

Menurut Muhammadiyah, konsentrasi kekuasaan tersebut berpotensi menjadikan BoP menyerupai entitas personal atau “perusahaan politik privat”, bukan lembaga multilateral yang akuntabel. Kondisi ini dinilai membuka ruang penyalahgunaan kewenangan, termasuk terhadap Pasukan Stabilisasi Internasional yang berada di bawah naungan BoP.

Selain itu, Muhammadiyah menilai Charter BoP tidak sepenuhnya selaras dengan Resolusi DK PBB No. 2803. Resolusi tersebut menetapkan mandat BoP sebagai pemerintahan sementara di Gaza, Palestina. Namun, dalam dokumen charter, ruang lingkup wilayah Gaza dan Palestina tidak disebutkan secara eksplisit dan berlaku tanpa batas waktu.

“Ketidaksesuaian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai dasar hukum pembentukan dan lingkup kewenangan operasional BoP, terutama jika berpotensi menabrak kedaulatan negara dan hukum internasional,” demikian salah satu poin pandangan Muhammadiyah.

Muhammadiyah juga menyoroti tidak adanya roadmap menuju kemerdekaan Palestina dalam Charter BoP. Hal ini dinilai berisiko mengabaikan akar persoalan konflik, yakni pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Tanpa komitmen jelas terhadap kemerdekaan Palestina, Muhammadiyah menilai BoP hanya akan menangani gejala konflik tanpa menyentuh sumber masalahnya.

Dalam rekomendasinya, Muhammadiyah mendorong Indonesia agar aktif memperjuangkan penyesuaian Charter BoP dengan Resolusi DK PBB No. 2803. Indonesia juga diminta mendesak BoP agar secara terbuka menetapkan tujuan utama, yakni penghentian pendudukan Israel, kemerdekaan Palestina, dan penghentian perampasan tanah Palestina, khususnya di wilayah Tepi Barat.

Muhammadiyah turut menyoroti absennya Palestina sebagai anggota BoP, sementara Israel justru terlibat di dalamnya. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan amanat konstitusi Indonesia untuk menghapus penjajahan di muka bumi.

Karena itu, Indonesia diminta memperjuangkan keterwakilan Palestina dalam BoP, termasuk keterlibatan masyarakat sipil Palestina. Jika keanggotaan tersebut tetap ditolak, Indonesia diminta konsisten menyuarakan aspirasi rakyat Palestina dalam setiap forum BoP.

Rekomendasi lainnya menyangkut peran Indonesia dalam mendorong rekonsiliasi nasional antar faksi Palestina, khususnya Hamas dan Fatah. Muhammadiyah menilai persatuan internal Palestina merupakan prasyarat penting bagi perjuangan kemerdekaan yang efektif dan berkelanjutan.

Dalam aspek keamanan dan kemanusiaan, Muhammadiyah meminta agar pasukan perdamaian di Gaza tetap berada dalam kerangka mandat PBB. BoP juga didorong membuka akses seluas-luasnya bagi organisasi kemanusiaan untuk bekerja di Gaza dan wilayah Palestina lainnya, dengan jaminan keamanan yang memadai.

Muhammadiyah menekankan bahwa setiap personel Indonesia yang ditugaskan dalam misi internasional harus fokus pada perlindungan warga sipil, rekonstruksi, layanan sosial dan kesehatan, bukan untuk kepentingan politik pihak tertentu.

Soal status keanggotaan, Muhammadiyah menyarankan Indonesia agar tidak terburu-buru menjadi anggota tetap BoP. Salah satu pertimbangannya adalah kewajiban iuran sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp17 triliun yang dinilai berpotensi membebani keuangan negara dan rawan disalahgunakan, mengingat struktur kekuasaan BoP yang terpusat.

Muhammadiyah juga meminta adanya jaminan bahwa dana tersebut digunakan secara transparan untuk rekonstruksi Gaza dan pelayanan publik dasar, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sanitasi, serta keamanan masyarakat.

Meski Indonesia nantinya duduk bersama Israel di dalam BoP, Muhammadiyah menegaskan Indonesia harus tetap konsisten menuntut pertanggungjawaban Israel atas dugaan kejahatan terhadap rakyat Palestina, termasuk genosida dan pembersihan etnik.

Tak hanya itu, Muhammadiyah bahkan membuka opsi agar Indonesia mempertimbangkan mundur dari keanggotaan BoP jika rekomendasi strategis tersebut tidak dijalankan, khususnya bila tidak mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga konsistensi Indonesia terhadap amanat UUD 1945 dan komitmen moral dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Pandangan resmi PP Muhammadiyah ini menjadi sinyal kuat bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace perlu dikaji secara kritis dan berlandaskan prinsip keadilan, hukum internasional, serta kepentingan kemanusiaan jangka panjang. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di depan FIFA, Thom Haye menyebut langkah Timnas Indonesia untuk mengalahkan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berjalan mudah. Laga melawan Malaysia jadi fokus berikutnya.
Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Asri Welas mengenang Guruh Soekarnoputra yang meninggal dunia. Selama 11 tahun belajar seni, ia menyimpan banyak ilmu dan pesan dari sang maestro.
Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul kembali menegaskan somasi bukan langkah akhir. Namun, jika tidak ada klarifikasi atau dinilai tidak sesuai fakta, PBNU akan meneruskan perkara ke proses hukum.
Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo mengakui bahwa PSI mulai mendapat perhatian dari pihak lain walapun masih tergolong baru
Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga Skateboard nomor Street Putra Asian Games 2026, Basral Graito, sukses mengunci satu tempat di babak final.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Thailand mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Teerasak Poeiphimai tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Gajah Perang.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral