GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Diduga Oknum Paspampres Aniaya hingga Sebut Driver Ojol "Monyet" di Jakbar

Kronologi seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga dianiaya hingga disebut 'monyet' oleh oknum Paspampres di daerah Kembangan, Jakarta Barat. Ini lengkapnya.
Senin, 9 Februari 2026 - 15:30 WIB
Ilustrasi pemukulan.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kronologi seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga dianiaya hingga disebut 'monyat' oleh oknum Paspampres di daerah Kembangan, Jakarta Barat.

Sebelumnya, bredar unggahan video di media sosial Instagram melalui akun @hasanPolisi yang membenarkan adanya penganiayaan terhadap pengemudi ojol di Jakbar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengemudi itu memperlihatkan video yang menunjukkan bahwa ia menjadi korban penganiayaan tersebut. 

Dalam postingan itu, dia mengunggah foto-foto bukti penganiayaan, laporan polisi dan bukti aplikasi pemesanan.

Ilustrasi ojek online (Ojol).
Ilustrasi ojek online (Ojol).
Sumber :
  • Antara

Kronologi

Penganiayaan itu terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 20.15 WIB, ketika pengemudi mendapatkan orderan ojek online dari seorang pelanggan berinisial N, dari Jalan Mawar, Srengseng, dengan tujuan Haji Lebar.

Setibanya di lokasi tujuan, ternyata penumpang salah titik tujuan.

Pengemudi ojol itu pun mengonfirmasi kepada penumpang terkait arah dan tujuan sebenarnya, namun penumpang mengaku tidak tahu jalan menuju ke lokasi tujuannya karena dia hanya diminta untuk datang ke rumah pelaku.

Pengemudi ojol itu lalu meminta agar penumpang menghubungi pelaku untuk memastikan lokasi sebenarnya. 

Namun ketika penumpang memberi tahu bahwa dia sudah berada di Jalan Kecapi dan meminta arahan, pelaku malah berbicara dengan nada tinggi dan menghinanya dengan kata 'monyet'.

Kendati demikian, pengemudi ojol tetap mengantarkan penumpang ke rumah pelaku. 

Namun sesampainya di lokasi tujuan, terjadi cekcok hingga menimbulkan keributan, dan pengemudi ojol dianiaya sampai terluka. 

Akibat hal tersebut, pengemudi tersebut melapor ke Polsek Kembangan dengan nomor LP/B/080/II/2026/POLSEK KEMBANGAN/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA. 

Kata Polisi soal Oknum Paspampres

Pihak kepolisian membenarkan adanya penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) yang terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar).

"Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dia menyebutkan peristiwa tersebut telah dilaporkan oleh korban pada Kamis, 5 Februari 2026, dini hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penanganan perkaranya saat ini masih terus berlangsung," ujar Budi.

Terkait dugaan pelaku penganiayaan yang merupakan seorang anggota Paspampres, Budi menyebutkan pihaknya masih mendalami hal tersebut. (muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Selengkapnya

Viral