News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Keributan Penonaktifan Jutaan Peserta BPJS Kesehatan PBI, Buat Menkeu Purbaya Murka

Ihwal polemik penonaktifan jutaan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) buat Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya murka hingga berkomentar pedas.
Senin, 9 Februari 2026 - 17:13 WIB
Buntut Keributan Penonaktifan Jutaan Peserta BPJS Kesehatan PBI, Buat Menkeu Purbaya Murka
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ihwal polemik penonaktifan jutaan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) buat Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya murka hingga berkomentar pedas.

Menkeu Purbaya menilai, keributan soal penonaktifan BPJS PBI secara mendadak ini merugikan pemerintah, meski tidak ada tambahan beban anggaran negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikannya saat rapat bersama DPR RI membahas dinamika program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Purbaya menegaskan, secara anggaran tidak ada perubahan signifikan. Namun, terang Purbaya, dampak sosial dan citra pemerintah justru menjadi persoalan.

“Uang yang saya keluarkan sama, enggak berubah, kenapa keributannya beda,” ujar Purbaya.

Menurutnya, pemerintah tetap mengeluarkan dana yang sama untuk program JKN, tetapi cara pelaksanaan di lapangan memicu gejolak di masyarakat.

“Kalau itu membuat uang yang saya keluarkan untuk Anda lebih kecil, saya mendukung. Ribut dikit enggak apa-apa. Tapi ini kan sama, uang yang saya keluarkan sama, ribut lagi. Saya rugi banyak, Pak,” kata Purbaya sembari menoleh ke arah Dirut BPJS. 

Di sisi lain, Purbaya menjelaskan, keributan muncul karena penonaktifan peserta PBI dilakukan secara mendadak dan dalam jumlah besar dalam satu waktu.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, pada Februari 2026 terjadi penonaktifan hingga 11 juta peserta PBI, atau hampir 10 persen dari total peserta.

“Kenapa tiba-tiba ramai di bulan Februari tahun ini menurut dugaan kami, karena sedemikian besar orang yang terpengaruh dan mereka tidak tahu bahwa mereka sudah tidak masuk dalam daftar lagi,” ujarnya.

Purbaya menilai lonjakan penonaktifan dalam satu bulan menimbulkan efek kejut di masyarakat.

“Kalau 10 persen kena kan kerasa tuh, kalau 1 persen enggak ribut orang-orang,” katanya.

Ia menambahkan, situasi tersebut diperparah karena tidak adanya sosialisasi yang cukup sebelum kebijakan dijalankan.

“Padahal uang yang saya keluarin sama. Saya rugi di situ, uang keluar image jelek jadinya. Pemerintah rugi dalam hal ini,” ucap Purbaya.

Untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang, Purbaya meminta perubahan data PBI dilakukan secara bertahap dan disertai sosialisasi yang memadai.

“Kalau ada angkanya drastis seperti ini ya di-smoothing sedikit lah, di-average tiga bulan atau empat bulan atau lima bulan, tapi jangan menimbulkan kejutan seperti itu,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar penonaktifan kepesertaan PBI tidak langsung berlaku pada bulan yang sama.

“Penonaktifan peserta PBI JK dapat dipertimbangkan untuk tidak langsung berlaku, namun diberikan jangka waktu dua sampai tiga bulan yang disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Purbaya menekankan, persoalan utama bukan terletak pada anggaran, melainkan pada aspek manajemen dan komunikasi kebijakan.

“Jadi kita masalahnya adalah masalah operasional, masalah manajemen, dan masalah sosialisasi yang harus bisa dibereskan secepatnya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, perbaikan tata kelola mutlak dilakukan agar program JKN tetap berjalan efektif tanpa menimbulkan kegaduhan di publik.

“Ke depan tolong dibetulin,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wagub Jabar Ancam Berhentikan ASN yang Terindikasi LGBT

Wagub Jabar Ancam Berhentikan ASN yang Terindikasi LGBT

Erwin mengungkapkan LBGTQ saat ini sudah sangat meresahkan dan harus menjadi perhatian khusus. Pasalnya, saat ini praktik tersebut sudah menyasar semua kalangan
Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan Persib akan Rela Ambil Keputusan Ini Demi Rekrut Mariano Peralta

Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan Persib akan Rela Ambil Keputusan Ini Demi Rekrut Mariano Peralta

Bung Ropan mencoba untuk memprediksi langkah yang akan diambil Persib Bandung jika ingin datangkan Mariano Peralta. Kini sudah ada 11 pemain asing di Persib.
NasDem Sebut Rachmat Gobel Akan Dimakamkan di Gorontalo

NasDem Sebut Rachmat Gobel Akan Dimakamkan di Gorontalo

Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Nasdem Willy Aditya menyampaikan bahwa almarhum Pimpinan DPR RI periode 2019-2024 Rachmat Gobel dikabarkan akan dimakamkan di Gorontalo.
Demo Hari Ini di Jakarta, Sebanyak 842 Personel Gabungan Disiagakan

Demo Hari Ini di Jakarta, Sebanyak 842 Personel Gabungan Disiagakan

Sebanyak 842 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek disiagakan untuk amankan jalannya unjuk rasa hari ini.
Tak Hanya Bupati Sukoharjo Etik Suryani, KPK Juga Tangkap 4 Orang Lain dalam OTT

Tak Hanya Bupati Sukoharjo Etik Suryani, KPK Juga Tangkap 4 Orang Lain dalam OTT

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Sukoharjo Etik Suryani di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah.
Siapa Sebenarnya Rachmat Gobel? Anggota DPR yang Meninggal Dunia Kini Banyak Dicari Warganet

Siapa Sebenarnya Rachmat Gobel? Anggota DPR yang Meninggal Dunia Kini Banyak Dicari Warganet

Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026). Berikut profil dan rekam jejaknya yang dikenal sebagai penerus Gobel Group.

Trending

Ditangkap di Samarinda, Polisi Akhirnya Bekuk Tiga Tersangka Penyerangan Anggota Polri Katingan

Ditangkap di Samarinda, Polisi Akhirnya Bekuk Tiga Tersangka Penyerangan Anggota Polri Katingan

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri di Samarinda, Kalimantan Timur menangkap tiga orang tersangka penyerangan anggota Kepolisian Resor Katingan, Kalimantan Tengah
Malam ini, Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya Kembali Geledah Ruko di Cipete Jaksel

Malam ini, Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya Kembali Geledah Ruko di Cipete Jaksel

Tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya kembali melakukan penggeledahan di sejumlah ruko yang terletak di komplek ruko Thamarin, Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026).
Link Live Streaming Prancis Vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Link Live Streaming Prancis Vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Duel antara Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), diprediksi berjalan ketat.
Siapa Sebenarnya Rachmat Gobel? Anggota DPR yang Meninggal Dunia Kini Banyak Dicari Warganet

Siapa Sebenarnya Rachmat Gobel? Anggota DPR yang Meninggal Dunia Kini Banyak Dicari Warganet

Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026). Berikut profil dan rekam jejaknya yang dikenal sebagai penerus Gobel Group.
KPK Ungkap Mantan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono Diduga Pakai Uang Gratifikasi untuk Biayai Nikahan Anak

KPK Ungkap Mantan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono Diduga Pakai Uang Gratifikasi untuk Biayai Nikahan Anak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan temuan baru terkait kasus dugaan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono. 
AS Menyerang Iran Selama Dua Hari, 14 Orang Tewas dan 78 Luka-luka

AS Menyerang Iran Selama Dua Hari, 14 Orang Tewas dan 78 Luka-luka

Serangan yang dilakukan Amerika Serikat di lima provinsi negara tersebut selama dua hari terakhir menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya.
Laporan Tak Kunjung Tuntas Diusut, BBHAR PDIP Dampingi Korban Mafia Tanah ke Bareskrim Polri

Laporan Tak Kunjung Tuntas Diusut, BBHAR PDIP Dampingi Korban Mafia Tanah ke Bareskrim Polri

Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP mendampingi seroang profesor asal Sulawesi Utara (Sulut) yakni Ing Mokoginta ke Bareskrim Polri pada Kamis (9/7/2026).
Selengkapnya

Viral