Menohok! Guru Madrasah Curhat ke DPR: Sekolah Disdik Sudah Pakai Smart TV, Kami Hanya Melihat
- Rika Pangesti/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PGM Indonesia Yaya Ropandi menyoroti ketimpangan sarana pendidikan antara sekolah di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) dan madrasah.
Dalam rapat bersama DPR RI, Yaya menyebut sekolah-sekolah sudah menggunakan perangkat pembelajaran modern seperti smart TV.
Sementara madrasah belum menikmati fasilitas serupa.
“Bayangkan di sekolah yang di bawah Disdik (Dinas Pendidikan) Ibu, mereka belajarnya sudah pakai smart TV, kami dari Madrasah hanya melihat, Ibu. Ini yang terjadi,” ujar Yaya.
Ia menegaskan madrasah adalah sekolah yang setara dengan jenjang pendidikan umum, mulai dari RA, MI, MTs hingga Aliyah, yang setara TK, SD, SMP, dan SMA.
Namun, menurutnya, dukungan sarana prasarana masih timpang.
Yaya juga menyinggung keterbatasan anggaran daerah untuk madrasah.
“Selanjutnya Bapak-Ibu Pimpinan, kami memohon juga dorongan dari APBD provinsi dan kabupaten. Jujur hari ini seolah-olah Kementerian Agama ini adalah organisasi vertikal. Padahal mencerdaskan kehidupan anak bangsa, mendidik itu juga adalah wajib kalau mengacu pada konstitusi, 20 persen APBN APBD juga harus untuk guru Madrasah. Hari ini baru secuilnya guru-guru Madrasah menikmati dari APBD,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar madrasah swasta bertahan dari dana mandiri dan iuran siswa.
Karena itu, PGM Indonesia meminta DPR mendorong pemerataan dukungan fasilitas agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pembelajaran antara sekolah umum dan madrasah.
“Mohon persepsi Madrasah ini adalah sekolah Bu, bukan Madrasah yang belajarnya sore. Sama saja, yang 6 tahun kalau di MI. Karena masih ada teman-teman yang belum memahami Madrasah itu sama dengan sekolah cuma sebutannya Madrasah mulai dari tingkat RA, MI, MTs, dan Aliyah,” tegasnya. (rpi/muu)
Load more