GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

World Terrorism Index 2025 Dirilis di SPPB UI, Radikalisme pada Anak Muda dan Teror Digital Jadi Sorotan

WTI 2025 menyoroti sejumlah tren utama sepanjang tahun ini. Salah satu perhatian terbesar adalah meningkatnya kerentanan anak dan remaja, terutama dalam konteks digitalisasi terorisme.
Kamis, 12 Februari 2026 - 07:57 WIB
Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia (UI) menggelar peluncuran dan diskusi World Terrorism Index (WTI) 2025.
Sumber :
  • SPPB UI

Jakarta, tvOnenews.com - Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia (UI) menggelar peluncuran dan diskusi World Terrorism Index (WTI) 2025 di Gedung IASTH UI, Lantai 5, Kampus Salemba, Rabu (11/2).

Forum ini mempertemukan kalangan akademisi, aparat penegak hukum, serta pengambil kebijakan untuk mengulas lanskap terbaru ancaman terorisme global dan dampaknya terhadap Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Kerja Sama SPPB UI, Ir. Maureen Pomsar Lumban Toruan, MM, yang hadir mewakili Direktur SPPB UI. Dalam sambutannya, SPPB UI menegaskan peran perguruan tinggi sebagai penghubung antara riset akademik dan kebijakan praktis guna memperkuat strategi penanggulangan terorisme nasional.

Sambutan kunci disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili BJP Mochamad Rosidi, S.I.K., M.H., M.Han. Ia menilai WTI 2025 sebagai instrumen penting untuk membaca dinamika global. BNPT menekankan urgensi data berbasis riset dalam mempertajam implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE), agar respons negara tetap adaptif terhadap perubahan pola ancaman.

Posisi Indonesia: Skor Membaik, Peringkat Bergeser

Dalam sesi utama, peneliti WTI Muhamad Syauqillah, Ph.D., bersama Adhiascha Soemitro memaparkan temuan terbaru. Mereka menyampaikan bahwa pada 2024 Indonesia berada di posisi ke-51 dengan skor 18 dan tergolong kategori low impact.

Pada 2025, Indonesia tetap berada dalam kategori low impact dengan skor yang membaik menjadi 15. Penurunan skor ini terutama dipengaruhi berkurangnya jumlah operasi penangkapan sebelum aksi teror terjadi, yang dalam metodologi indeks turut memengaruhi bobot penilaian keseluruhan.

Meski skor membaik, posisi Indonesia dalam peringkat global bergeser dari peringkat 51 ke 45. Tim peneliti menjelaskan bahwa dinamika tersebut terjadi karena sejumlah negara lain mengalami perubahan skor yang lebih signifikan atau kondisi keamanan yang relatif stabil, sehingga memengaruhi posisi relatif Indonesia dalam pemetaan global.

Radikalisasi Anak Muda dan Teror Digital Jadi Sorotan

WTI 2025 menyoroti sejumlah tren utama sepanjang tahun ini. Salah satu perhatian terbesar adalah meningkatnya kerentanan anak dan remaja, terutama dalam konteks digitalisasi terorisme yang kini bersifat lintas negara.

"Kami menemukan peningkatan dalam radikalisasi dan rekrutmen anak muda melalui platform digital. Kelompok ekstremis kini memanfaatkan media sosial, pesan terenkripsi, hingga fitur percakapan dalam gim daring (online games) untuk menyebarkan propaganda. Metode ini mempercepat proses radikalisasi karena berlangsung efektif, cepat, dan sulit terdeteksi oleh pengawasan konvensional," ungkap tim peneliti.

Selain itu, laporan mencatat eskalasi serangan di sejumlah negara Afrika. Temuan lain adalah kecenderungan pengelompokan geng, kartel, dan jaringan kejahatan terorganisir sebagai organisasi teror. Di satu sisi, klasifikasi ini memperkuat landasan hukum penanganan ancaman, namun di sisi lain berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan politik.

Isu kebangkitan kelompok sayap kiri juga menjadi catatan penting. Adapun profil ideologi pelaku serangan pada 2025 didominasi etnonasionalisme atau separatisme, diikuti ideologi keagamaan, motif ekonomi, kategori belum teridentifikasi, serta ideologi kiri.

Respons Yudikatif dan Penegakan Hukum

Dari perspektif yudisial, Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI, Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H., memaparkan materi berjudul “Perkembangan Putusan Pengadilan dalam Perkara TP Terorisme dan TP Terorisme Pasca Berlakunya KUHP 2023 dan KUHAP 2025.” Ia menyoroti tantangan harmonisasi hukum setelah berlakunya regulasi pidana baru.

Mahkamah Agung, lanjutnya, berfokus menjaga konsistensi putusan hakim dalam menangani perkara terorisme yang kian kompleks, sekaligus menjamin kepastian hukum bagi terdakwa maupun korban di tengah reformasi sistem hukum.

Sementara itu, Kepala Densus 88 AT Polri yang diwakili Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, S.H., S.I.K., M.KP., menyampaikan bahwa intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme masih menjadi ancaman nyata. Dinamika domestik, menurutnya, sangat berkaitan dengan perkembangan terorisme global dan regional.

Ia menegaskan 2025 menjadi momentum pergeseran besar pola rekrutmen dan aktivitas terorisme dari ruang fisik ke ruang digital. Tren perekrutan anak dan pelajar disebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, sehingga memerlukan kewaspadaan kolektif.

Indonesia dinilai memiliki pendekatan kontra-teror yang adaptif dan dinamis. Efektivitas tersebut tercermin dari capaian zero attack selama tiga tahun berturut-turut. Meski demikian, Densus 88 tetap aktif melakukan penindakan di sejumlah wilayah sebagai langkah preventive strike guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Indeks sebagai Sinyal Kebijakan

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan, S.IP., M.A., mengingatkan agar WTI 2025 dibaca secara proporsional. Ia menekankan bahwa indeks bukan sekadar angka peringkat, melainkan sinyal kebijakan yang harus dipahami dari sisi metodologi, tren, dan keterbatasannya.

Pendekatan berbasis bukti, menurutnya, penting agar diskursus publik tidak terjebak pada spekulasi, melainkan fokus pada mitigasi risiko yang terukur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diskusi ditutup dengan pemaparan Ketua Program Studi Kajian Terorisme SPPB UI, Dr. Zora A. Sukabdi, Ph.D., mengenai kerentanan psikologis anak terhadap paparan ideologi radikal-ekstrem. Ia menjelaskan bahwa perkembangan kognitif dan emosional remaja yang belum matang membuat mereka rentan terhadap narasi yang menawarkan kepastian identitas dan heroisme semu, terlebih ketika pengawasan orang tua di ruang digital lemah.

Peluncuran WTI 2025 menyimpulkan bahwa meskipun serangan fisik menurun, ancaman terorisme berevolusi menjadi pertarungan narasi di ruang digital yang menyasar generasi muda. Kolaborasi lintas sektor—akademisi, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga keluarga—menjadi kunci untuk memutus mata rantai radikalisasi di masa depan. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sudah Sodorkan Nama Skuad Timnas Indonesia U-23, PSSI Belum Terima Daftar Tim Peserta Asian Games

Sudah Sodorkan Nama Skuad Timnas Indonesia U-23, PSSI Belum Terima Daftar Tim Peserta Asian Games

Dalam laporan terakhir ASEAN Football, hanya Vietnam dan Thailand yang menjadi peserta Asian Games 2026. Keduanya dengan 14 tim lain dipilih berdasarkan 16 tim peserta Piala Asia U-23 2026. 
Akhiri Tes Pramusim Sepang di Posisi Buncit, Rookie Tim Honda Ini Pilih Tetap Tenang Hadapi MotoGP 2026

Akhiri Tes Pramusim Sepang di Posisi Buncit, Rookie Tim Honda Ini Pilih Tetap Tenang Hadapi MotoGP 2026

Rookie LCR Honda, Diogo Moreira, menutup rangkaian tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang dengan hasil kurang menggembirakan.
Sir Jim Ratcliffe Akhirnya Buka Suara Soal Pemecatan Ruben Amorim di MU, Singgung Keputusan Tak Populer

Sir Jim Ratcliffe Akhirnya Buka Suara Soal Pemecatan Ruben Amorim di MU, Singgung Keputusan Tak Populer

Sir Jim Ratcliffe buka suara soal pemecatan Ruben Amorim di Manchester United (MU), akui ambil keputusan tak populer hingga tuai kontroversi.
BPJS Terancam Tekor? Menkes Budi Gunadi Siapkan Strategi Baru Biar Warga Tidak Masuk RS

BPJS Terancam Tekor? Menkes Budi Gunadi Siapkan Strategi Baru Biar Warga Tidak Masuk RS

Untuk menjaga keberlanjutan keuangan BPJS Kesehatan tetap terjaga, Menkes, Budi Gunadi Sadikin menyiapkan strategi baru biar warga tidak masuk rumah sakit. 
Lawan Livin Mandiri, Megawati Hangestri Berpeluang Rebut 3 Besar Top Skor Proliga 2026

Lawan Livin Mandiri, Megawati Hangestri Berpeluang Rebut 3 Besar Top Skor Proliga 2026

Megawati Hangestri berpeluang menembus tiga besar top skor Proliga 2026 saat jumpa Jakarta Pertamina Enduro menghadapi Jakarta Livin Mandiri di seri Bojonegoro.
Menkes Buka-Bukaan Ada 1.824 Orang Terkaya Masuk BPJS PBI: Masa Enggak Bisa Bayar Rp42 Ribu?

Menkes Buka-Bukaan Ada 1.824 Orang Terkaya Masuk BPJS PBI: Masa Enggak Bisa Bayar Rp42 Ribu?

Menkes Budi Gunadi Sadikin membongkar bahwa setidaknya ada 1.824 masyarakat yang masuk desil 10 namun menerima PBI BPJS. Hal ini harus diperbaiki ke depannya.

Trending

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Nova Arianto resmi diganti sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 menjelang Piala Asia U-17 2026. Dia hanya ditunjuk untuk sementara dalam dua laga uji coba melawan China.
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1

Taisei Marukawa disebut-sebut berpeluang dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) membela Timnas Indonesia. Pemain asal Jepang itu hampir lima tahun
Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Tiga pemain asing Super League hampir eligible dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. John Herdman berpeluang mendapat tandem tajam bagi Ole Romeny di depan.
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Dalam arahan John Herdman, pencarian bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini radar Timnas Indonesia tertuju ke rekan setim Ragnar Oratmangoen di Belgia.
Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Ada satu amalan sunnah selalu dibawa Megawati Hangestri. Bisa menjadi contoh yang baik.
Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi diperiksa di Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore terkait laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan ijazah palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT