Cerita Nenek Tumini Rumahnya di Kawasan Kumuh Solo Disulap Jadi Hunian Dua Lantai, Dulu BAB di Sungai Bengawan
- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
Surakarta, tvOnenews.com – Guratan rasa bahagia sekaligus haru terpancar jelas dari wajah Nenek Tumini (67) saat ia menyapu pandangan ke sekeliling rumah barunya di Kelurahan Sangkrah, Surakarta, Kamis (12/2/2026).
Bagi wanita lanjut usia yang telah bertahun-tahun hidup di bawah atap bedeng berlapis plastik yang rawan roboh, dinding tembok yang kokoh kini terasa seperti seperti hadiah yang menakjubkan.
Binar kebahagiaan Nenek Tumini tampak sangat ketara dari gelak tawanya saat berbagi kisah kepada awak media.
Wajar saja, setelah puluhan tahun hidup di rumah bambu reot, kini tiba-tiba mendapat hunian impian yang cukup layak secara cuma-cuma melalui program kolaborasi Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.
Dari yang tampak, program ini memang cukup mengubah wajah kawasan kumuh di tepi Bengawan Solo menjadi pemukiman layak huni.
"Wah ya senang, senang banget. Baru kali ini saya punya rumah seperti ini, belum pernah seumur-umur makai rumah tembok begini," ungkapnya dengan suara getar penuh syukur.
Bersama banyak warga lain, cerita Nenek Tumini adalah cermin nyata dari kemiskinan ekstrem yang selama ini menjadi potret usang kawasan tersebut.
Bertempat di Kelurahan Sangkrah RT 5 RW 11, sudah berpuluh tahun mereka menghabiskan hari-harinya di sebuah hunian yang jauh dari kata layak di pinggir Sungai Bengawan Solo hingga beranak-cucu di sana.
Kata Tumini, bangunan rumah lamanya hanyalah berupa bedeng kayu dan anyaman bambu sederhana dengan atap seng atau plastik seadanya.
Kondisi sanitasinya pun saat itu sangat memprihatinkan. Untuk kebutuhan mandi, ia dan warga lain harus menumpang di sumur umum dengan pompa manual dan mengantre panjang.
Paling miris, ketiadaan fasilitas membuat warga terbiasa membuang hajat langsung ke aliran Bengawan.
"Dulu kalau hujan angin takut, takut ketiban (tertimpa). Kalau berak ya di sungai Bengawan dulu," kenang Tumini yang sehari-hari berjualan jajanan kecil di rumah.
Kini, hidupnya berubah setelah rumah baru itu terwujud dari program Joint Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) SMV Kementerian Keuangan.
Load more