Ngaku Diserang Profesor soal MBG, Prabowo: Program Ini untuk Anak Miskin dan Lawan Stunting
- Youtube Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, mengaku menghadapi ejekan hingga serangan kritik saat menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini dia ungkapkan dalam peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan, serta groundbreaking 107 SPPG Polri di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Prabowo mengatakan program makan gratis memang tidak terasa penting bagi kelompok masyarakat mampu, namun justru krusial bagi mayoritas rakyat rentan.
“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang-orang yang cukup berada, mungkin tidak penting bagi mereka yang di atas. Tapi di seluruh dunia yang saya pelajari, Makan Bergizi Gratis adalah sangat-sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat,” tegas dia.
Ia mengungkap sejak awal peluncuran, kebijakan tersebut langsung menuai kritik keras, bahkan dari kalangan akademisi.
“Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya. Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang,” ungkap Prabowo.
Prabowo menilai kritik tersebut sebagai serangan politik terhadap presiden yang dipilih rakyat, dan ia mengaku prihatin karena program yang disasar justru menyasar masyarakat miskin.
“Operasi ini, kampanye ini, menjelek-jelekkan Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin adalah biasa. Tapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku tetap yakin berada pada kebijakan yang benar karena persoalan gizi anak dinilai mendesak.
“Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting,” jelas dia.
“Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik. Sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik, sel otot tidak bisa berkembang dengan baik,” sambungnya.
Load more