Bocah 12 Tahun di Demak Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sempat Unggah Chat Bernada Makian dari Ibu
- Dok Pixabay
Namun nyawa korban tidak dapat tertolong.
Hasil Pemeriksaan Forensik
Polisi menerima laporan sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil visum dokter forensik, ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada kematian akibat gantung diri.
“Dokter forensik menyampaikan terdapat luka akibat kekerasan tumpul berupa jejas atau lecet gantung pada leher. Didapatkan tanda mati lemas. Perkiraan waktu kematian 2–6 jam sebelum pemeriksaan visum dilakukan,” ungkap Anggah.
Polisi juga menelusuri aktivitas terakhir ponsel korban. Berdasarkan pemeriksaan, aktivitas terakhir di ponsel tercatat pukul 16.25 WIB.
Dari hasil pendalaman sementara, tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain. Polisi membantah dugaan yang sempat muncul di media sosial bahwa korban dibunuh oleh ibunya.
“Dengan rentang waktu sekitar 1,5 hingga 2 menit sejak ibu masuk rumah lalu keluar meminta tolong, tidak memungkinkan ada indikasi pembunuhan,” tegas Anggah.
Selain itu, tidak terlihat ada orang lain yang masuk ke rumah dalam rentang waktu tersebut.
Soal Pesan Bernada Makian
Terkait pesan bernada marah dan kata-kata kasar yang diunggah korban, Anggah membenarkan bahwa sebelumnya ibu korban memang sempat beberapa kali mengirim pesan dalam kondisi emosi.
“Memang sebelumnya ibunya sempat beberapa kali chat marah-marah dan ada kata-kata kasar,” ujarnya.
Namun demikian, polisi menegaskan bahwa penyebab korban melakukan tindakan tersebut tidak bisa disimpulkan hanya dari satu faktor.
“Penyebabnya tidak bisa kita simpulkan hanya karena chat itu. Masih banyak faktor lain yang harus didalami,” kata Anggah.
Imbauan untuk Orang Tua
Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang komunikasi dalam keluarga, terutama antara orang tua dan anak yang sedang memasuki masa remaja awal. Usia 12 tahun merupakan fase transisi yang rentan secara emosional.
Anggah berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para orang tua agar lebih bijak dalam berkomunikasi.
“Kami harap para orang tua bisa lebih bijak dalam berkomunikasi dengan anaknya. Perhatikan dan awasi aktivitas media sosial anak, sehingga anak merasa selalu ada orang tua yang hadir dan mendengarkan,” tutupnya.
Load more