Maraknya Kecelakaan di Jalan, Guru Besar UI Dorong Desain Jalan Berbasis Batas Kemampuan Manusia
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Maraknya kecelakaan di jalan membuat Prof. Martha Leni Siregar memaparkan konsep Visi Nol Fatalitas sebagai upaya untuk mengurangi angka kecelakaan.
Hal itu ia sampaikan dalam pidato pengukuhan guru besarnya di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI).
Menurut Prof. Martha, berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS), jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih sangat tinggi, mencapai lebih dari 150.000 kejadian per tahun dan 27.364 korban meninggal pada 2024.
Angka ini sudah menurun sejak adanya program Dekade Aksi Keselamatan Jalan (2011–2020), namun tetap perlu mendapat perhatian serius.
Dia menjelaskan konsep Visi Nol Fatalitas menekankan bahwa tidak boleh ada korban meninggal di jalan.
Korban kecelakaan meninggal terjadi karena benturan yang dialami melebihi kemampuan tubuh manusia untuk menahannya.
“Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar risiko kematian. Karena itu, sistem transportasi harus dirancang dengan mempertimbangkan batas kemampuan tubuh manusia saat terjadi benturan,” ungkapnya.
Pengaturan dan pengendalian kecepatan menjadi sangat penting dalam sistem ini.
Penanganan kecelakaan harus dilakukan secara proaktif (pencegahan), bukan hanya setelah kejadian (reaktif).
Upaya pencegahan ini dilakukan melalui pengaturan kecepatan yang aman untuk memastikan bahwa jika terjadi kecelakaan, tidak ada korban jiwa.
Di sinilah pentingnya desain jalan yang tepat untuk menjaga agar kendaraan melaju dalam batas kecepatan yang masih aman bagi manusia.
“Di Indonesia, tantangan besar datang dari banyaknya jenis kendaraan dan perbedaan kecepatan antar kendaraan. Kondisi lalu lintas yang beragam ini membuat risiko kecelakaan semakin tinggi. Karena itu, dibutuhkan sistem yang menyeluruh untuk mengatur perbedaan kecepatan,” ujar Prof. Martha.
Dia juga menambahkan dalam pendekatan Sistem Berkeselamatan, manusia dapat melakukan kesalahan.
Untuk itu, sistem transportasi harus dirancang agar mampu mengantisipasi kesalahan, bukan hanya menyalahkan pengguna jalan.
Upaya Prof. Martha dalam mendukung Visi Nol Fatalitas ini membawanya memperoleh gelar Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Keselamatan Transportasi, Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Penelitian lainnya terkait keselamatan berkendara juga dilakukannya, di antaranya Analyzing Driver Memory for Safety Belt Messages on Variable
Load more