Pemulihan Pascabencana Sumatera Bergerak Cepat, Layanan Dasar Kembali Normal
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kinerja pemerintah dalam menangani dan memulihkan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera mendapat apresiasi dari Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW). Lembaga pemantau birokrasi dan pelayanan publik tersebut menilai respons cepat yang dilakukan dalam dua bulan terakhir menunjukkan pola kerja yang efektif dan terkoordinasi.
Wilayah terdampak mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam situasi pascabencana yang penuh tantangan, pemerintah dinilai mampu mengeksekusi langkah pemulihan secara terukur, mulai dari pembangunan hunian, perbaikan infrastruktur, hingga pemulihan layanan dasar masyarakat.
Ketua IBSW, Nova Andika, menyampaikan bahwa percepatan pemulihan yang berlangsung dalam kurun waktu relatif singkat menjadi preseden positif bagi wajah birokrasi pelayanan publik di Indonesia. Ia menilai koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan efektif tanpa hambatan administratif yang berarti.
Menurut Nova, pemaparan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait capaian pemulihan menunjukkan bahwa penyederhanaan birokrasi dan pengawasan langsung dari pimpinan nasional mampu mempercepat proses kerja di lapangan. Model kerja tersebut dinilai mencerminkan pendekatan birokrasi yang berorientasi pada pelayanan, bukan sekadar administratif.
Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan sejumlah capaian konkret. Dalam dua bulan, tercatat pembangunan 5.500 unit rumah hunian bagi warga terdampak. Selain itu, 98 jembatan telah diperbaiki dan 99 ruas jalan nasional kembali difungsikan. Di tengah kondisi pascabencana yang kompleks, capaian tersebut dinilai sebagai langkah signifikan untuk memulihkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Pemulihan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik. Sektor pelayanan dasar dan aktivitas ekonomi juga menjadi perhatian. Sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas telah kembali beroperasi. Hampir seluruh sekolah di wilayah terdampak juga telah membuka kembali kegiatan belajar mengajar. Lebih dari seratus pasar rakyat serta ratusan gerai swalayan kembali beraktivitas, menandakan roda ekonomi mulai bergerak stabil.
IBSW menilai pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya membangun kembali fasilitas fisik, tetapi juga memulihkan denyut kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Keberlanjutan layanan kesehatan, pendidikan, dan perdagangan menjadi faktor penting dalam memastikan masyarakat dapat bangkit secara menyeluruh.
Load more