Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
Semisal dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang berlangsung pada 5-15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
IIMS 2026 terbilang menjadi penanda komitmen Pemerintah Indonesia dan industri dalam penguatan kendaraan ramah lingkungan termasuk berdaya listrik.
Tak hanya itu, dalam upaya ekosistem kendaraan listrik pemerintah juga meluncurkan program Enchancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles (ENTREV).
Langkah itu semakin terlihat dengan bertumbuh pesatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto mengatakan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat jumlah kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 103 ribu unit.
"Tingkat pertumbuhan mencapai 150 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Adi saat pembukaan IIMS 2026.
Adi mengaku pihaknya terus menambah pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sejalan dengan pertumbuhan yang terjadi.
Menurutnya sebanyak 5.000 SPKLU tercatat telah beroperasi diberbagai wilayah strategis Indonesia hingga awal Januari 2026 ini.
Sementara itu, National Project Manager ENTREV, Nasrullah Salim mengatakan IIMS 2026 menjadi forum bertemunya antara pemangku kepentingan termasuk industri.
Ia menyebut kolaborasi yang terjalin antara industri dan pemerintah dapat mewujudkan sepenuhnya ekosistem kendaraan listrik yang dinilai ramah lingkungan dengan energi berkelanjutan.
“IIMS 2026 menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tumbuh secara nyata, didukung oleh kebijakan pemerintah, kesiapan industri, serta kepercayaan dari masyarakat yang semakin luas,” katanya.
Nasrullah menjelaskan sinergi yang terjalin merupakan kunci utama transisi kendaraan ramah lingkungan dapat terealisasi sepenuhnya.
Tak hanya itu, singer tersebut turut serta akan memberi dampak secara langsung bagi masyarakat luas.
“Kami percaya, kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, industri, dan pelaku inovasi akan mempercepat terciptanya sistem transportasi rendah emisi yang kompetitif sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.(ant/raa)
Load more