Viral Sejoli Mesum di Taksi Online, Sopir Pergoki Lewat Spion, Akun Penumpang Diblokir Permanen
- Viva.co.id
Kasus viral sejoli mesum di taksi online ini kini ditangani aparat kepolisian. Kapolsek Kebayoran Lama, Muhammad Kukuh Islami, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas pemesan layanan tersebut.
“Untuk identitas pemesan taksi online tersebut sudah kita kantongi,” kata Kukuh, Minggu (15/2/2026).
Polisi berencana memanggil pasangan tersebut untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan tindakan asusila di dalam kendaraan.
“Ke depan akan kita lakukan pemeriksaan. Masih dalam penyelidikan. Untuk sopir taksi online sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.
Penyelidikan difokuskan pada dugaan pelanggaran kesusilaan yang terjadi di ruang publik, meskipun berada di dalam kendaraan pribadi berbasis aplikasi.
Akun Penumpang Diblokir Permanen
Sementara itu, pihak aplikator mengambil langkah tegas. Gojek memastikan telah melakukan investigasi internal atas kejadian viral sejoli mesum di taksi online tersebut.
Head of Corporate Affairs Gojek, Rosel Lavina, menyatakan bahwa akun penumpang telah diblokir permanen setelah terbukti melanggar aturan.
“Berdasarkan investigasi tersebut terbukti penumpang melakukan pelanggaran. Akun penumpang tersebut telah kami lakukan suspend atau pemblokiran permanen,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2).
Menurut Rosel, sanksi tegas diberikan untuk menjaga ekosistem layanan tetap aman dan bebas dari tindakan asusila. Ia juga mengingatkan mitra pengemudi maupun pelanggan untuk segera memanfaatkan fitur darurat jika menghadapi situasi serupa.
“Pada situasi darurat, mitra driver maupun pelanggan dapat menggunakan tombol darurat di aplikasi yang terhubung langsung dengan Unit Darurat atau Satgas yang siap merespons 24 jam,” jelasnya.
Sorotan Etika Pengguna Transportasi Online
Viralnya video sejoli mesum di taksi online ini kembali menyoroti pentingnya etika dalam menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi. Kendaraan tersebut tetap merupakan ruang kerja bagi pengemudi dan bagian dari ruang publik yang harus dijaga norma serta kesopanannya.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa tindakan asusila di ruang publik dapat berujung pada konsekuensi hukum maupun sanksi administratif dari penyedia layanan.
Polisi masih mendalami unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, publik menanti perkembangan lanjutan dari penyelidikan yang tengah berjalan. (nsp)
Load more