Awal Puasa Segera Dipastikan, Sidang Isbat Hari Ini Jadi Penentu Ramadhan 1447 H
- Pexels/Thirdman
Pemerintah menegaskan bahwa sidang isbat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan mekanisme resmi negara untuk menjaga kepastian ibadah umat Islam. Proses ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, akademisi, hingga perwakilan ormas Islam.
Penetapan awal Ramadhan di Indonesia mengacu pada integrasi metode hisab dan rukyat sebagaimana diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah. Pendekatan ini bertujuan menjaga akurasi sekaligus memperkuat persatuan umat dalam menjalankan ibadah.
Pengumuman Resmi Ditunggu Masyarakat
Hasil sidang isbat rencananya akan diumumkan melalui konferensi pers pada malam hari. Masyarakat dapat mengikuti pengumuman tersebut melalui siaran langsung di kanal resmi pemerintah agar mengetahui secara pasti kapan mulai berpuasa.
Momentum pengumuman ini selalu menjadi perhatian publik karena menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah Ramadhan, mulai dari tarawih hingga sahur pertama.
Dengan adanya sidang isbat, pemerintah berupaya memastikan bahwa awal Ramadhan ditetapkan secara transparan, berbasis data, dan dapat diterima seluruh kalangan.
Perbedaan Metode dengan Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Melalui pendekatan ini, penentuan awal bulan dilakukan sepenuhnya dengan perhitungan astronomi tanpa menunggu hasil rukyat.
Perbedaan metode tersebut merupakan hal yang sudah lama dikenal dalam praktik penentuan kalender hijriah di Indonesia. Meski demikian, kedua pendekatan sama-sama memiliki dasar keilmuan dan pemahaman fiqih masing-masing.
Pemerintah menilai sidang isbat tetap diperlukan sebagai forum pemersatu, karena mempertemukan berbagai pandangan dalam satu mekanisme musyawarah nasional.
Menjaga Kepastian dan Kebersamaan Umat
Sidang isbat menjadi simbol kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan tradisi keagamaan. Melalui proses ini, penentuan awal Ramadhan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui mekanisme yang melibatkan banyak pihak dan dapat disaksikan masyarakat secara terbuka.
Selain memberikan kepastian jadwal ibadah, sidang ini juga menjadi upaya menjaga kebersamaan umat Islam di Indonesia dalam menyambut bulan suci. Ramadhan bukan hanya tentang awal tanggal, tetapi juga momentum persatuan, kedisiplinan, dan kesiapan spiritual.
Load more