GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenkes sebut Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di Indonesia, Bagus Tidak untuk Kesehatan?

Kemenkes baru-baru ini sebut biang kerok praktik sunat perempuan di Indonesia. Sontak, hal ini menuai pertanyaan publik, apakah sunat bagi perempuan bagus untuk
Rabu, 18 Februari 2026 - 01:00 WIB
Kemenkes sebut Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di Indonesia, Bagus Tidak untuk Kesehatan?
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Kemenkes baru-baru ini sebut biang kerok praktik sunat perempuan di Indonesia. Sontak, hal ini menuai pertanyaan publik, apakah sunat bagi perempuan bagus untuk kesehatan?

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi menjelaskan, bahwa data terbaru dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan bahwa setelah satu dekade, prevalensi sunat perempuan hanya turun sedikit, dari 52 persen pada 2013 menjadi 46 persen pada 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan ia menyebutkan, lebih dari separuh jumlah praktik sunat perempuan kini berlangsung dalam bentuk simbolik atau ritual.

"Bentuk simbolik, misalnya nicks, pricks, atau ritual tanpa pemotongan besar, sering dianggap 'lebih ringan' oleh masyarakat, padahal tetap mempertahankan legitimasi sosial yang membuat praktik itu bertahan," ucap Imran di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Di Indonesia, terang dia, praktik tersebut masih ditemukan di berbagai wilayah, dengan konsentrasi lebih tinggi di beberapa daerah dan komunitas tertentu. 

Beberapa lokasi yang sering disebut dalam studi dan laporan adalah Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan beberapa wilayah di Jakarta.

Selain itu, kata dia, praktik ini juga dilaporkan tersebar di komunitas lain di pulau-pulau besar dan daerah pesisir, dengan variasi antarwilayah yang besar. 

Beberapa kabupaten/kota menunjukkan prevalensi tinggi sementara daerah lain relatif rendah. Faktor lokal seperti tradisi, fatwa agama setempat, dan medikalisasi praktik mempengaruhi pola penyebaran.

Secara global, beberapa negara masih mencatat angka yang sangat tinggi. Hampir 99 persen di Somalia, sekitar 87 persen di Mesir, dan kisaran 86-87 persen di Sudan, sementara negara lain seperti Ethiopia dan Nigeria menunjukkan variasi antarwilayah yang besar.

Dia menyebutkan bahwa angka-angka ini mengingatkan bahwa FGM bukan masalah lokal semata, melainkan isu kemanusiaan yang mempengaruhi jutaan perempuan dan anak perempuan.

Dari sisi kesehatan, kata Imran, sunat perempuan tidak memiliki dasar medis, dan berisiko menimbulkan komplikasi jangka pendek seperti nyeri, perdarahan, dan infeksi, serta dampak jangka panjang berupa jaringan parut, masalah seksual, dan gangguan psikologis.

Di Indonesia, pemerintah telah menyiapkan fondasi kebijakan berupa undang-undang penghapusan kekerasan terhadap perempuan, Peraturan Pemerintah No. 28/2024 yang melarang sunat perempuan, dan Permenkes Nomor 2 Tahun 2025 yang mengarahkan fasilitas kesehatan untuk tidak melakukan praktik tersebut.

Di samping itu, Kemenkes juga menggelar pelatihan bagi bidan dan tenaga kesehatan agar menolak permintaan keluarga.

Tetapi regulasi dan pelatihan saja belum cukup. Ketika tenaga kesehatan masih menghadapi tekanan sosial dan risiko stigma, banyak dari mereka memilih sikap pasif atau bahkan melakukan praktik simbolik demi menjaga hubungan dengan komunitas.

"Pesan pencegahan yang hanya menekankan risiko medis seringkali gagal menyentuh akar motivasi masyarakat. Nilai budaya, moral, dan keyakinan agama, sehingga kampanye perlu dirancang ulang agar lebih kontekstual dan persuasif," jelasnya.

Selain itu, pencegahan belum terintegrasi secara memadai ke dalam layanan rutin seperti pemeriksaan kehamilan, layanan nifas, dan layanan anak, sehingga kesempatan intervensi sering terlewat.

Tenaga kesehatan juga seringkali menghadapi dilema di lapangan ketika 'penolakan' mereka untuk melakukan sunat perempuan berujung pada dilakukannya sunat perempuan oleh orang awam.

Untuk mengubah arah, diperlukan pendekatan yang lebih luas dan berani. Pertama, penghapusan FGM harus diposisikan sebagai investasi pembangunan manusia, bukan sekadar biaya sosial.

"Fokus harus bergeser dari sekadar mengurangi risiko menjadi menghapus norma yang mendorong permintaan. Perubahan norma memerlukan waktu, dialog lintas generasi, dan keterlibatan tokoh agama serta pemimpin komunitas," bebernya.

Teknologi dan kampanye digital bisa dimanfaatkan untuk menjangkau generasi muda dan keluarga di daerah terpencil dengan pesan yang kontekstual dan persuasif. Di sisi lain, tenaga kesehatan perlu dilindungi secara hukum dan sosial agar mereka berani menolak praktik tanpa takut mendapat sanksi sosial.

Mekanisme pelaporan, insentif, dan pembinaan yang konsisten akan membantu menjadikan bidan dan petugas kesehatan sebagai agen perubahan, bukan pelaksana praktik.

"Peringatan Zero Tolerance 2026 harus menjadi momentum nyata. Bukan sekadar retorika, melainkan langkah terkoordinasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan keluarga," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, perubahan norma tidak terjadi dalam semalam, tetapi dengan strategi yang tepat, yakni regulasi tegas, komunikasi yang menyentuh nilai lokal, dan perlindungan bagi pelaksana lapangan, Indonesia dan negara-negara lain memiliki peluang mempercepat penghapusan praktik yang merugikan ini.

"Tahun ini bisa menjadi titik balik jika semua pihak berani mengubah cara pandang: dari sekadar menurunkan angka menjadi mengakhiri legitimasi sosial yang membuat praktik itu bertahan," pungkasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Militer Polandia Larang Mobil Buatan China Masuk Area Instalasi: Potensi Kumpulkan Informasi Sensitif

Militer Polandia Larang Mobil Buatan China Masuk Area Instalasi: Potensi Kumpulkan Informasi Sensitif

Militer Polandia secara resmi memberlakukan larangan masuk bagi kendaraan bermotor asal China ke wilayah fasilitas militer negara itu dengan alasan keamanan.
KPK Tetapkan Tiga Korporasi Tersangka Kasus Dugaan Gratifikasi Baru Bara yang Menyeret Mantan Bupati Kukar

KPK Tetapkan Tiga Korporasi Tersangka Kasus Dugaan Gratifikasi Baru Bara yang Menyeret Mantan Bupati Kukar

KPK menetapkan tersangka yakni tiga perusahaan batu bara terkait dugaan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
Pandit Senior pun Heran, kok Wasit Ogah Cek VAR Malah Kasih Kartu Merah ke Uilliam Barros saat Persib vs Ratchaburi

Pandit Senior pun Heran, kok Wasit Ogah Cek VAR Malah Kasih Kartu Merah ke Uilliam Barros saat Persib vs Ratchaburi

Pandit senior memberikan komentar soal katru merah kontroversial yang diberikan wasit kepada Uilliam Barros dalam laga Persib vs Ratchaburi tanpa cek VAR dulu.
Foto Kondisi Rumah dan Bukti Token Listrik Jadi Dokumen Pendukung Proses Ground Check Peserta BPJS Kesehatan PBI-JKN

Foto Kondisi Rumah dan Bukti Token Listrik Jadi Dokumen Pendukung Proses Ground Check Peserta BPJS Kesehatan PBI-JKN

Foto kondisi rumah dan bukti token listrik menjadi bagian dari dokumen pendukung dalam proses ground check dan verifikasi peserta BPJS Kesehatan segmentasi PBI-JKN.
Musim 2026 Jadi Tahun Terakhir Mesin 1000 cc, Ducati Pilih Gunakan Mesin yang Mendominasi di MotoGP 2024

Musim 2026 Jadi Tahun Terakhir Mesin 1000 cc, Ducati Pilih Gunakan Mesin yang Mendominasi di MotoGP 2024

Musim MotoGP 2026 akan menjadi penutup era mesin 1000cc. Mulai 2027, regulasi baru resmi diberlakukan.
Pesawat Pengangkut BBM Alami Kecelakaan di Nunukan, Diperkirakan Jatuh di Tengah Hutan

Pesawat Pengangkut BBM Alami Kecelakaan di Nunukan, Diperkirakan Jatuh di Tengah Hutan

Sebuah pesawat pengangkut BBM jatuh di sekitar Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026) siang. Saat ini tim sedang lakukan pencarian.

Trending

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

Kericuhan di GBLA usai Persib vs Ratchaburi jadi sorotan AFC. Maung Bandung terancam denda besar hingga sanksi laga tanpa penonton di kompetisi Asia berikutnya.
Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada potensi tambahan amunisi baru di bawah mistar. Kiper jangkung Eropa ini bisa bikin Maarten Paes dan Emil Audero minder?
3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

Meski secara finansial Persib tetap mendapat pemasukan miliaran rupiah dari AFC, ada potensi sanksi yang bisa menghantui dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC dalam beberapa hari ke depan.
Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Seekor bayi monyet, Punch selalu membawa boneka orangutan di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia mulai diterima kera lain dan mendapat induk asuhnya viral.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT