Tujuh Rumah Hancur Akibat Ledakan Hebat Petasan di Situbondo, Seorang Tewas dan Lima Lainnya Luka-luka
- Hery Sampurno/tvOne
Situbondo, tvOnenews.com - Ledakan hebat terjadi di salah satu rumah warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatana Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Rabu (28/2/2026) siang.
Ledakan hebat itu dipicu oleh bahan baku petasan yang tengah diproduksi warga di rumah tersebut.
Akibat ledakan hebat tersebut, sebanyak tujuh rumah hancur.
Tak hanya itu ledakan hebat tersebut juga menelan korban jiwa satu orang tewas dan 5 orang lainnya luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit setempat.

- Hery Sampurno/tvOne
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anwar Sidiqi langsung mendatangi lokasi kejadian dan memerintahkan pasukannya untuk mengamankan lokasi kejadian dengan memberi garis polisi.
“Untuk sementara kami hanya memberi garis polisi di luar lokasi ledakan dan membuat status TKP menjadi quo sembari menunggu pasukan Jihandak Gegana dari Satuan Brimob datang ke TKP,” ujarnya.
Selain personil Polres Situbondo tidak memiliki keahlian dalam bahan peledak, lokasi di dalam rumah yang diduga banyak bahan baku peledak dikhawatirkan dapat membahayakan jiwa.
Petugas juga telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Personil Brimob Polda Jawa Timur sudah dalam perjalanan menuju lokasi kejadian, jadi untuk sementara ini warga diharap menjauh dari lokasi kejadian dan dilarang menyalakan api dikhawatirkan dapat memicu ledakan dari bahan peledak yang masih tersebar dalam timbuan reruntuhan bangunan,” tambahnya.
Data sementara korban yang meninggal dunia Bernama Supriyadi. Korban sendiri tewas setelah mengalami sejumlah luka akibat ledakan dan tertimbun material.
Setelah disemayamkan di kamar mayat Rumah Sakit Abdurahem, korban langsung dimakamkan di rumah pemakaman umum terdekat.
Untuk korban luka-luka yaitu, Samsul, Riko, Abdul Fasil, Vino serta Kulsum. Rata-rata para korban luka mengalami luka bakar 40 persen di tubuhnya.
Saat ini semuanya menjalani perawatan di dua rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Situbondo.
Para korban sendiri terkenal sebagai peracik petasan di desanya. Memasuki bulan Ramadhan kebutuhan petasan meningkat.
Diduda saat meracik petasan salah satu bahan baku petasan tersulut api rokok dan terjadilah ledakan hebat. (hso/muu)
Load more