GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro mengakui narkoba sekoper miliknya dapat saat ia menjabat sebagai Wakasat Serse Polres Metro Jakarta Utara.
Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:39 WIB
Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini, Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro mengakui narkoba sekoper miliknya dapat saat ia menjabat sebagai Wakasat Serse Polres Metro Jakarta Utara. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Rofiq Anshari, kepada awak media, Jumat (20/1/2026).

Bahkan, kata dia, arang haram itu tidak terkait dengan bandar narkoba saat ia bertugas di Polres Bima Kota, NTB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi narkotika dan psikotropika yang ada di koper tersebut, itu beliau menyampaikan bahwa itu diperoleh pada saat beliau menjadi Wakasat Serse Jakarta Utara,” ucap pengacara AKBP Didik, Rofiq Anshari, Jumat (20/1/2026).

Bahkan AKBP Didik akui, narkoba itu berasal dari barang-barang tak bertuan, yakni narkoba yang tidak sampai menjadi bukti di pengadilan.

Di samping itu, Rofiq membantah tudingan bahwa kliennya mendapat barang haram dari bandar narkoba melalui mantan anak buahnya, Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi.

“Yang berasal dari, yang menurut beliau itu adalah barang-barang yang tidak bertuan. Istilahnya tidak bertuan, yang memang tidak terpakai, dan tidak maju ke pengadilan,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, narkoba yang didapat kliennya bukan sitaan resmi.

“Tidak disita ya. Tidak disita dan tidak menjadi barang bukti di pengadilan,” jelasnya.

Tak hanya itu saja, AKBP Didik juga membantah sebagai pengguna narkoba dan psikotropika. Ia mengaku sudah mengonsumsi sejak 2019 karena ketergantungan.

“Jadi itu ada koper kecil yang isinya beberapa butir ekstasi dan sabu-sabu, beliau mengakui. Dan itu digunakan oleh beliau untuk dikonsumsi sendiri,” jelas Rofiq.

Untuk diketahui, isi koper yang dititipkan di rumah Aipda Dianita Agustina di Tangerang, Banten, antara lain tujuh plastik klip sabu seberat total 16,3 gram, 49 butir ekstasi, dua butir sisa pakai, 19 butir pil Aprazolam, dua butir Happy Five, dan lima gram ketamine.

Narkoba berbagai jenis itu kini menjadi barang bukti penyidikan Bareskrim Polri.

Didik kini berstatus tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Ia dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) melalui sidang etik atas pelanggaran perkara narkoba dan penyimpangan seksual.

“Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis (19/2/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Didik menjalani penempatan khusus (patsus) selama tujuh hari.

Usai dipecat, ia langsung ditahan di rumah tahanan Bareskrim Polri sejak Kamis (19/2/2026) untuk menjalani proses pidana. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Izin dari Aprilia, Jorge Martin Turun di Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram

Dapat Izin dari Aprilia, Jorge Martin Turun di Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, akhirnya kembali ke lintasan setelah absen dalam tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang. 
Status Beasiswa Dwi Sasetyaningtyas Diperdebatkan, LPDP Justru Soroti Suaminya yang Diduga Melanggar Aturan

Status Beasiswa Dwi Sasetyaningtyas Diperdebatkan, LPDP Justru Soroti Suaminya yang Diduga Melanggar Aturan

Berdasarkan hukum, LPDP melihat status alumni penerima beasiswa Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas tidak ada masalah. Tapi suaminya, Arya Iwantoro diduga melanggar aturan.
Beli Pasokan Energi AS Senilai US$15 Miliar, Bahlil Pastikan Bukan Penambahan Kuota Impor Nasional

Beli Pasokan Energi AS Senilai US$15 Miliar, Bahlil Pastikan Bukan Penambahan Kuota Impor Nasional

Pemerintah Indonesia memastikan kesepakatan pembelian energi dari Amerika Serikat senilai sekitar US$15 miliar atau setara lebih dari Rp240 triliun tidak akan membuat Indonesia semakin bergantung pada impor.
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Nasib Suami Dwi Sasetyaningtyas Diujung Tanduk Usai Terseret Polemik Anak Jadi WNA Inggris, Dana Beasiswa LPDP Terancam Dikembalikan

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Nasib Suami Dwi Sasetyaningtyas Diujung Tanduk Usai Terseret Polemik Anak Jadi WNA Inggris, Dana Beasiswa LPDP Terancam Dikembalikan

Kasus ini bermula dari unggahan video Dwi Sasetyaningtyas di media sosial yang memperlihatkan anaknya memperoleh kewarganegaraan Inggris. 
Di Tengah Penguatan Hubungan Dagang dengan AS, Indonesia Optimistis Kepemilikan Freeport Capai 63 Persen

Di Tengah Penguatan Hubungan Dagang dengan AS, Indonesia Optimistis Kepemilikan Freeport Capai 63 Persen

Pemerintah Indonesia mempercepat langkah strategis untuk memperbesar kendali atas PT Freeport Indonesia di tengah penguatan hubungan dagang dengan Amerika Serikat.
Gokil! Harga Emas Antam Melejit Rp68.000, Kini Tembus Rp3.012.000 per Gram

Gokil! Harga Emas Antam Melejit Rp68.000, Kini Tembus Rp3.012.000 per Gram

Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali (buyback). Saat ini, Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.793.000 per gram.

Trending

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Baru sepekan menjadi Plh Kapolres Bima Kota. AKBP Catur Erwin Setiawan sudag diganti polri. Kini, digantikan oleh AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob Polda NTB.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Performa impresif Laurin Ulrich di kompetisi Jerman kembali memantik spekulasi soal peluangnya membela Timnas Indonesia. Thom Haye gigit jari soal posisinya?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT