News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aksi Isyarat Berujung Maut, Bripda MS Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan yang Menewaskan Pengendara

Bripda MS ditetapkan sebagai tersangka usai penganiayaan menggunakan helm saat menghentikan pengendara berujung maut, korban meninggal setelah sempat dirawat di RS.
Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:00 WIB
Ilustrasi penganiayaan.
Sumber :
  • Antara

Tual, tvOnenews.com – Kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia berujung pada penetapan Bripda MS sebagai tersangka. Insiden tragis tersebut terjadi saat anggota kepolisian melakukan upaya pengamanan di jalan raya, namun berakhir fatal setelah korban terkena pukulan helm taktikal.

Peristiwa itu bermula ketika aparat menghentikan kendaraan dan sejumlah personel turun langsung ke jalan untuk melakukan pengamanan situasi. Bripda MS bersama rekan-rekannya kemudian menyeberangi median jalan dan bersiaga di lokasi guna mengendalikan arus lalu lintas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekitar 10 menit berselang, dari arah Ngadi menuju kawasan Tete Pancing, dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi. Melihat kondisi tersebut, Bripda MS berupaya memberikan isyarat agar pengendara memperlambat laju kendaraan.

Namun cara yang dilakukan justru berujung petaka. Bripda MS melepas helm yang dikenakannya dan mengayunkannya beberapa kali di tengah jalan sebagai tanda peringatan bagi pengendara yang melintas. Saat jarak semakin dekat, helm tersebut mengenai pelipis kanan korban AT.

Benturan keras itu menyebabkan korban kehilangan kendali hingga terjatuh dari sepeda motor. Korban terhempas ke aspal dalam posisi telungkup, dengan dada dan perut menghadap ke bawah. Sementara itu, sepeda motor yang dikendarainya terus melaju tanpa kendali dan akhirnya menabrak motor lain yang dikendarai kakak kandung korban yang berada di sisi kiri jalan.

Insiden tersebut langsung memicu kepanikan di lokasi kejadian. Bripda MS bersama anggota lainnya segera mengevakuasi korban AT untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh tim medis. Namun, kondisi korban yang mengalami cedera serius membuat nyawanya tidak tertolong. Pada pukul 13.00 WIT, korban AT dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Kabar meninggalnya korban dengan cepat sampai ke pihak keluarga. Tidak terima atas kejadian tersebut, keluarga korban langsung mendatangi markas Brimob di Tual untuk menuntut keadilan dan meminta pertanggungjawaban atas insiden yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

Tuntutan keluarga korban mendapat respons cepat dari aparat. Pihak Brimob bersama Polres setempat segera mengambil langkah tegas dengan mengamankan Bripda MS pada hari yang sama untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Penanganan perkara kemudian ditingkatkan ke proses hukum setelah dilakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan awal. Dari hasil tersebut, penyidik menetapkan Bripda MS sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Kasus ini menjadi sorotan karena tindakan yang dilakukan diduga tidak sesuai dengan prosedur standar dalam menghentikan kendaraan di jalan raya. Penggunaan helm sebagai alat isyarat dinilai berisiko tinggi dan berujung pada konsekuensi fatal.

Selain itu, insiden ini juga memunculkan perhatian publik terkait pentingnya penerapan prosedur pengamanan yang mengedepankan keselamatan semua pihak, baik petugas maupun masyarakat. Penanganan di lapangan seharusnya dilakukan secara terukur, profesional, dan menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel. Langkah cepat penahanan terhadap yang bersangkutan disebut sebagai bentuk komitmen institusi dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Sementara itu, keluarga korban berharap proses hukum dapat memberikan keadilan atas peristiwa yang terjadi. Mereka meminta agar kasus tersebut diusut tuntas sehingga menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan dalam pelaksanaan tugas harus tetap mengacu pada standar operasional dan prinsip kehati-hatian. Kesalahan kecil di lapangan dapat berdampak besar, bahkan menghilangkan nyawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, penyidik masih terus melengkapi berkas perkara dengan mengumpulkan alat bukti tambahan serta keterangan saksi guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus tersebut tidak hanya menjadi perhatian masyarakat setempat, tetapi juga menjadi refleksi penting bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas pengamanan secara profesional, humanis, dan mengutamakan keselamatan publik. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Mandalika, Marc Marquez Sebut Data Musim Lalu Sangat Membantunya Hadapi MotoGP Indonesia 2026

Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Mandalika, Marc Marquez Sebut Data Musim Lalu Sangat Membantunya Hadapi MotoGP Indonesia 2026

Marc Marquez membawa misi khusus pada MotoGP Indonesia 2026 dengan tekad mengakhiri rentetan hasil buruknya di Sirkuit Mandalika.
Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

PT Jasaraharja Putera membukukan laba bersih sekitar Rp234,49 miliar pada kinerja keuangan tahun 2025.

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Apa Kabar Mees Hilgers yang Lama Menepi karena Cedera ACL? Ngaku Sudah Kontak John Herdman

Apa Kabar Mees Hilgers yang Lama Menepi karena Cedera ACL? Ngaku Sudah Kontak John Herdman

Kabar segar menghampiri lini pertahanan Timnas Indonesia. Bek tangguh Mees Hilgers menyuarakan optimismenya untuk bisa kembali mengenakan jersey Merah Putih ...
Selengkapnya

Viral