News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Uang Saku LPDP Bisa Tembus Rp31 Juta per Bulan, Ini Rincian Dana Studi Luar Negeri yang Jadi Sorotan

Uang saku LPDP luar negeri bisa mencapai Rp31 juta per bulan. Simak rincian lengkap living allowance, tunjangan, dan total dana studi yang dibiayai negara.
Minggu, 22 Februari 2026 - 09:54 WIB
Mau Studi S2 dan S3 Tapi Tak Ada Biaya, Coba Akses LPDP! Ini Informasi Detailnya…
Sumber :
  • Dok.Kemenkeu/Shutterstock

Jakarta, tvOnenews.com – Besaran uang saku penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjadi perbincangan publik setelah nama Dwi Sasetyaningtyas ramai diperbincangkan di media sosial. Perhatian masyarakat kini tak hanya tertuju pada polemik yang viral, tetapi juga pada satu hal yang memicu rasa penasaran: berapa sebenarnya dana yang diterima mahasiswa LPDP selama menempuh studi di luar negeri?

Program beasiswa yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memang dikenal sebagai skema pendanaan penuh (fully funded). Artinya, negara tidak hanya membayar biaya kuliah penerima, tetapi juga menanggung berbagai kebutuhan hidup dan akademik selama masa studi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Uang Saku Bulanan Jadi Komponen Paling Disorot

Dalam struktur pendanaan LPDP, komponen terbesar yang langsung dirasakan penerima adalah living allowance atau uang saku bulanan. Besaran dana ini tidak sama di setiap negara karena disesuaikan dengan standar biaya hidup kota tujuan studi.

Berdasarkan dokumen resmi komponen pendanaan LPDP versi November 2023, mahasiswa yang belajar di Inggris menerima living allowance dengan rincian sebagai berikut:

  • London dan Oxford: 1.600 Pound Sterling per bulan

  • Kota seperti Birmingham, Bristol, Cambridge, Glasgow: 1.300 Pound Sterling per bulan

  • Kota lainnya: 1.250 Pound Sterling per bulan

Jika dikonversikan ke rupiah, angka 1.600 Pound Sterling setara sekitar Rp30 juta hingga Rp31 juta per bulan, tergantung kurs yang berlaku. Nominal ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa, mulai dari tempat tinggal, makan, transportasi, hingga kebutuhan sehari-hari di negara tujuan.

Tak Hanya Uang Saku, Ada Banyak Tunjangan Tambahan

Selain living allowance, LPDP juga memberikan sejumlah komponen pendanaan lain yang nilainya tidak kecil. Di antaranya:

  • Settlement allowance sebesar 200 persen dari living allowance, diberikan satu kali saat awal kedatangan.

  • Tunjangan keluarga sebesar 25 persen dari living allowance per tanggungan, maksimal dua orang.

  • Tunjangan buku Rp10 juta per tahun.

  • Dana riset tesis maksimal Rp50 juta untuk jenjang S2 dan disertasi hingga Rp150 juta untuk S3.

  • Asuransi kesehatan hingga Rp29 juta per tahun.

  • Biaya visa, transportasi internasional, dan administrasi akademik sesuai kebutuhan (at cost).

Dengan berbagai komponen tersebut, total dana pendidikan yang dikelola selama masa studi dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung jenjang, negara tujuan, serta lamanya studi.

Studi di Belanda dan Inggris

Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima LPDP angkatan PK-35 yang menempuh pendidikan magister di **Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, pada 2015–2017. Untuk negara tersebut, living allowance tercatat sekitar 1.500 Euro per bulan.

Jika dihitung dalam durasi studi dua tahun, total dana yang dikeluarkan negara untuk kebutuhan hidup saja sudah mencapai angka signifikan, belum termasuk biaya kuliah yang dibayarkan langsung ke universitas serta berbagai tunjangan akademik lainnya.

Sementara itu, suaminya diketahui melanjutkan studi doktoral di Inggris dengan skema pendanaan serupa. Dengan standar living allowance Inggris yang bisa mencapai 1.600 Pound Sterling per bulan, ditambah tunjangan keluarga dan fasilitas pendukung, nilai pembiayaan keseluruhan menjadi jauh lebih besar.

Total Pembiayaan Bisa Mencapai Miliaran Rupiah

Skema LPDP memang dirancang sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang. Negara menanggung hampir seluruh kebutuhan pendidikan agar penerima dapat fokus menyelesaikan studi tanpa hambatan finansial.

Karena itu, nilai total pembiayaan sering kali tidak hanya dilihat dari uang saku bulanan, tetapi juga akumulasi seluruh komponen: tuition fee, riset, tunjangan hidup, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Dalam beberapa kasus, total pembiayaan pendidikan luar negeri bisa mencapai miliaran rupiah, terutama untuk jenjang doktoral dengan durasi studi lebih panjang.

Kewajiban Kontribusi Pascastudi Jadi Bagian Penting

Sebagai beasiswa yang bersumber dari dana publik, LPDP juga mengikat penerimanya dengan kewajiban kontribusi setelah menyelesaikan studi. Alumni diharapkan kembali ke Indonesia dan memberikan dampak nyata melalui pekerjaan, riset, atau pengabdian di berbagai sektor strategis.

Prinsip inilah yang membedakan LPDP dari beasiswa luar negeri lainnya. Program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi bagian dari strategi pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas SDM.

Rekam Jejak Akademik dan Aktivitas di Indonesia

Secara akademik, Dwi Sasetyaningtyas merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung sebelum melanjutkan studi energi berkelanjutan di Belanda. Setelah kembali ke Indonesia, ia mengaku aktif dalam sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk pengembangan energi surya di wilayah terpencil serta inisiatif pengelolaan sampah.

Ia juga pernah terlibat dalam berbagai gerakan keberlanjutan dan edukasi lingkungan sebagai bentuk kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.

Adapun keberadaannya di Inggris disebut berkaitan dengan aktivitas profesional suami yang bekerja sebagai peneliti di University of Plymouth, bukan dalam skema studi LPDP baru.

Transparansi Dana Publik Selalu Jadi Perhatian

Besarnya dana yang dikelola dalam program LPDP membuat transparansi dan akuntabilitas selalu menjadi sorotan publik. Hal ini wajar, mengingat sumber pembiayaan berasal dari anggaran negara yang dikumpulkan dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa skema pendanaan tersebut telah dirancang dengan perhitungan matang agar sebanding dengan manfaat jangka panjang yang diharapkan, yakni lahirnya tenaga ahli yang berkontribusi langsung bagi pembangunan Indonesia.

Perbincangan mengenai uang saku LPDP pun kembali membuka pemahaman publik bahwa biaya pendidikan luar negeri bukan hanya soal kuliah, tetapi juga investasi besar negara untuk mencetak generasi profesional berdaya saing global. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terungkap! Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ternyata Penyetor Uang Atur Titik SPPG ke Sony Sonjaya

Terungkap! Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ternyata Penyetor Uang Atur Titik SPPG ke Sony Sonjaya

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkap temuan baru dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret sejumlah mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Puncaki Grup A, Korea Selatan Runner-up Usai Epic Comeback Lawan Republik Ceko

Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Puncaki Grup A, Korea Selatan Runner-up Usai Epic Comeback Lawan Republik Ceko

Klasemen Piala Dunia 2026, Jumat (12/6/2026) mulai perlihatkan peta persaingan di Grup A. Meksiko dan Korea Selatan sama-sama buka turnamen dengan kemenangan.
Fundamental Kuat, BRI Sambut Positif Dukungan Berbagai Pihak terhadap Pasar Modal

Fundamental Kuat, BRI Sambut Positif Dukungan Berbagai Pihak terhadap Pasar Modal

Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di zona negatif secara year-to-date, perhatian terhadap saham-saham BUMN kembali meningkat.
Menlu Sebut Diplomasi Ekonomi Jadi Andalan Prabowo Hadapi Persaingan Global

Menlu Sebut Diplomasi Ekonomi Jadi Andalan Prabowo Hadapi Persaingan Global

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkap, filosofi dasar yang menjadi fondasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia.
Viral Bocah 6 Tahun Koma Buntut Dipersekusi hingga Kesetrum Taman Kramat Pulo Senen, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Viral Bocah 6 Tahun Koma Buntut Dipersekusi hingga Kesetrum Taman Kramat Pulo Senen, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Kedua terduga pelaku telah diamankan oleh penyidik dari Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perlindungan Pekerja dan Orang Rentan (PPO).
Hasil Piala Dunia 2026 Korea Selatan vs Republik Ceko: Taegeuk Warriors Bangkit dari Ketertinggalan dan Menang 2-1

Hasil Piala Dunia 2026 Korea Selatan vs Republik Ceko: Taegeuk Warriors Bangkit dari Ketertinggalan dan Menang 2-1

Korea Selatan membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis. Taegeuk Warriors membalikkan keadaan dan menundukkan Republik Ceko 2-1, Jumat (12/6/2026).

Trending

Reaksi Publik Timur Tengah Usai Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday, Disebut Bakal Tembus 5 Besar Asia

Reaksi Publik Timur Tengah Usai Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday, Disebut Bakal Tembus 5 Besar Asia

Performa impresif Timnas Indonesia sepanjang FIFA Matchday Juni 2026 terus mengundang perhatian dunia. Publik Timur Tengah sebut skuad Garuda bakal naik level.
Media Vietnam Sorot Momen Kontroversial Timnas Indonesia vs Australia, Pantas Momen Ini Bikin Suporter Garuda Murka

Media Vietnam Sorot Momen Kontroversial Timnas Indonesia vs Australia, Pantas Momen Ini Bikin Suporter Garuda Murka

Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026 harus terhenti secara dramatis usai takluk 0-1 dari Australia pada laga semifinal. Media Vietnam beri sorotan.
FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA resmi mengumumkan update FIFA Ranking terbaru setelah seluruh rangkaian FIFA Matchday edisi Juni 2026 telah selesai dilaksanakan.
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Republik Ceko Pagi Nanti, Duel Kuda Hitam Kanada vs Bosnia Dini Hari

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Republik Ceko Pagi Nanti, Duel Kuda Hitam Kanada vs Bosnia Dini Hari

Jadwal Piala Dunia 2026 hari ini, Jumat (12/6/2026), akan menyajikan laga menarik Korea Selatan kontra Republik Ceko. Serta Kanada yang akan menantang Bosnia.
Saham BBCA Anjlok, Sufmi Dasco: Sahamnya Sedang Murah, Dibeli Saja

Saham BBCA Anjlok, Sufmi Dasco: Sahamnya Sedang Murah, Dibeli Saja

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai pembelian kembali saham atau buyback oleh beberapa perusahaan sebagai respons wajar di tengah pelemahan pasar saham.
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Dewan Pers menghimpun masukan terkait usulan pengaturan karya jurnalistik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta, melalui forum dengar pendapat dengan berbagai konstituen pers, Kamis (11/6), di Hall Dewan Pers.
Gagal Ke Final, Nova Arianto Isyaratkan Rotasi Besar-besaran Timnas Indonesia U-19 di Perebutan Juara 3 Piala AFF

Gagal Ke Final, Nova Arianto Isyaratkan Rotasi Besar-besaran Timnas Indonesia U-19 di Perebutan Juara 3 Piala AFF

Timnas Indonesia U-19 tersingkir dari perebutan slot terakhir ke babak final Piala AFF U-19 setelah kalah dari Australia. 
Selengkapnya

Viral