GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Reaksi Keras KPAI Soal Bocah Sukabumi Tewas dengan Luka Bakar Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Sebut Kasus Filisida

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan reaksi keras atas peristiwa tragis yang menimpa seorang anak laki-laki usia 12 tahun di Kabupaten Sukabumi.
Minggu, 22 Februari 2026 - 15:41 WIB
Bocah asal Sukabumi meregang nyawa diduga akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.
Sumber :
  • Youtube tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan reaksi keras atas peristiwa tragis yang menimpa seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Bocah tersebut meregang nyawa diduga akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyikapi kejadian tersebut, Anggota KPAI Diyah Puspitarini menegaskan perlunya langkah hukum yang tegas dan responsif dari pihak kepolisian. Saat ini, perkara tersebut tengah didalami oleh penyidik Polres Sukabumi.

“KPAI meminta proses hukum yang cepat,” ujar Diyah saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu.

KPAI mendorong agar terduga pelaku dijerat dengan sanksi seberat mungkin mengacu pada UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Diyah menekankan pentingnya transparansi dalam mengungkap penyebab pasti kematian korban melalui jalur hukum yang cepat.

“KPAI memfokuskan pada penerapan UU Perlindungan Anak Pasal 59A, bahwa proses hukum untuk anak korban filisida harus cepat agar diketahui dengan jelas penyebab kematiannya, dan anak harus mendapatkan perlindungan hukum. Untuk pelaku harus dituntut hukuman maksimal Pasal 76C Jo 80 dan karena pelaku orang tua maka ditambahkan hukuman 1/3 dari tuntutan maksimal,” tegas Diyah.

Turut diketahui bahwa Filisida merupakan tindakan sengaja yang dilakukan orangtua (ayah dan atau ibu) membunuh anak kandung atau tirinya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban, yang biasanya menimba ilmu di sebuah pesantren, pulang ke rumah untuk menjalani libur persiapan menyambut bulan puasa. 

Nahas, masa liburan tersebut justru berakhir duka. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam serta luka bakar yang diduga kuat akibat tindak kekerasan.

Kejadian ini terungkap saat ayah korban, yang sedang bekerja di Kota Sukabumi, menerima panggilan telepon dari istrinya (ibu tiri korban). Sang istri mengabarkan bahwa anaknya jatuh sakit dan memintanya segera pulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setibanya di rumah, sang ayah mendapati kondisi anaknya sudah sangat memprihatinkan dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Jampang Kulon. 

Namun, meski sempat mendapatkan tindakan medis, nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. (ant/dpi)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Petani Tewas Terinjak Gajah Sumatra, BKSDA Aceh Minta Warga Jangan Halau Satwa Liar

Petani Tewas Terinjak Gajah Sumatra, BKSDA Aceh Minta Warga Jangan Halau Satwa Liar

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat tidak bertindak sendiri saat berhadapan dengan satwa liar dilindungi.
Tidak Sengaja Ngupil saat Puasa, Apakah Batal? Tegas Buya Yahya Menjawab Begini

Tidak Sengaja Ngupil saat Puasa, Apakah Batal? Tegas Buya Yahya Menjawab Begini

Kebiasaan mengupil sudah dianggap biasa. Namun saat Ramadhan perlu dipertimbangkan, berikut penjelasan Buya Yahya
Bursa Transfer Juventus: Lois Openda Dicoret, Bianconeri Buru Striker Buangan Manchester United di Musim Panas?

Bursa Transfer Juventus: Lois Openda Dicoret, Bianconeri Buru Striker Buangan Manchester United di Musim Panas?

Juventus bisa berburu striker Manchester United lagi pada bursa transfer musim panas mendatang. Sebab, Lois Openda tidak termasuk dalam rencana klub untuk musim depan.
Allegri Harap-harap Cemas! 3 Pilar AC Milan Terancam Absen di Derby della Madonnina Akibat Akumulasi Kartu

Allegri Harap-harap Cemas! 3 Pilar AC Milan Terancam Absen di Derby della Madonnina Akibat Akumulasi Kartu

Derby della Madonnina semakin dekat dan tensi mulai terasa di kubu AC Milan. Bukan hanya soal gengsi, melainkan juga tentang siapa saja yang bisa tampil nanti.
Nasib Ko Hee-jin di Ujung Tanduk Usai Gagal 11 Kali, Red Sparks Sulit Yakinkan Megatron Kembali ke Korea Selatan?

Nasib Ko Hee-jin di Ujung Tanduk Usai Gagal 11 Kali, Red Sparks Sulit Yakinkan Megatron Kembali ke Korea Selatan?

Media Korea, bahkan melaporkan bahwa posisi Ko Hee-jin tidak lagi aman. Kekalahan Red Sparks 11 kali secara beruntun membuat eks team Megatron itu terpuruk di dasar klasemen
Alasan Liam Rosenior Tarik Keluar Reece James saat Chelsea Ditahan Burnley Terungkap

Alasan Liam Rosenior Tarik Keluar Reece James saat Chelsea Ditahan Burnley Terungkap

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengungkap alasannya menarik keluar Reece James dalam laga kontra Burnley. Duel itu berakhir dengan skor imbang 1-1.

Trending

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) meminta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera dihentikan.
Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Nama Syukur Iwantoro, mertua Dwi Sasetyaningtyas, ikut disorot. Warganet membongkar laporan kekayaan Rp3,09 miliar yang tercatat di LHKPN KPK.
Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas melebar setelah pengakuan dirinya soal mobil, sopir, hotel, dan ajudan saat riset memicu dugaan penggunaan fasilitas negara.
Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp 43 Miliar Berdarah Jogja

Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp 43 Miliar Berdarah Jogja

Persaingan lini depan Timnas Indonesia berpotensi memanas. Di saat Ole Romeny kesulitan di Inggris, striker muda berdarah Jogja ini justru menggila di Belgia.
Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal

Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal

Ihwal kasus pihak yang terlibat TPPU tambang emas ilegal, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak pandang bulu untuk sikat dan tindak tegas. Seperti
Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Mario Barrios vs Ryan Garcia Siang Ini

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Mario Barrios vs Ryan Garcia Siang Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan tinju dunia antara Mario Barrios vs Ryan Garcia yang akan berlangsung pada siang ini.
Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Warga Kota Tual masih menyoroti kasus tewasnya siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, karena diduga dianiaya oleh anggota Brimob, Bripda MS. Bahkan, para warga ingin
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT