Pengakuan Ibu Tiri di Sukabumi, Sebut Nizam Alami Kanker Bukan Dikasih Minum Air Mendidih
- Tangkapan Layar Instagram
Jakarta, tvOnenews.com - Beredar di media sosial pengakuan TR (46) ibu tiri di Sukabumi yang diduga lakukan kekerasan terhadap anaknya Nizam Syafei alias NS (12) hingga meninggal dunia.
Nizam dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jampangkulon, Sukabumi pada pukul 16.00 WIB pada Kamis (19/2/2026).
Video detik-detik Nizam meninggal di rumah sakit pun viral di media sosial.
Nizam meninggal dunia setelah diduga disuruh meminum air mendidih oleh sang ibu tiri. Sejumlah tubuh NS melepuh terbakar akibat air mendidih yang diminumnya.

- Youtube tvOnenews
Pasalnya, sebelum meninggal Nizam sempat memberikan keterangan kepada petugas medis dan kepolisian bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.
Setelah video detik-detik Nizam meninggal di rumah sakit viral, TR pun diduga melakukan klarifikasi terkait dugaan kekerasan yang dilakukannya.
Beredar pesan suara diduga TR yang membantah tudiingan netizen terkait kekerasan yang dilakukannya pada Sabtu (21/2/2026).
TR mengaku tak pernah melakukan perbuatan seperti yang ditudingkan kepadanya.
"Terkait penyiraman itu tidak benar dan tidak ada. Kalaupun ada kulit yang melepuh, itu factor dari panas dalam. Tidak ada yang Namanya penyiraman air panas ataupun minum air panas, tidak pernah ada. Saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen," katanya.
TR mengkalaim jika luka melepuh di tubuh Nizam akibat penyakit yang sudah lama diderita korban.
Bahkan TR menyebut Nizam menderita kanker darah leukemia dan autoimun.
"Anak meninggal karena sakit kanker darah leukemia dan autoimun. Jadi kulit melepuh itu karena factor panas dalam," bebernya.
Hasil Autopsi
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri, Kombes Pol dr Carles Siagian menjelaskan pihaknya mendapat laporan dari Polres Kabupaten Sukabumi adanya jenazah yang diduga korban penganiayaan pada Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan pemeriksaan autopsi yang dilakukan tim dokter forensik, ditemukan luka bakar di sekujur tubuh korban disertai luka akibat benda tumpul.
“Kami bersama tim dokter forensik melakukan autopsi pada jenazah. Memang hasil sementara yang bisa saya sampaikan ke media bahwa terdapat luka bakar di sekujur tubuh korban. Ekstremitas di lengan, di paha, di perut. Kemudian ada luka tumpul juga di bagian bibir dan hidung pasien,” ungkap Kombes Pol dr Carles Siagian kepada tim tvOnenews pada Sabtu, (21/2/2026).
Namun, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya NS lantaran masih dilakukan pemeriksaan mendalam berdasarkan beberapa sampel organ dalam yang dikirimkan ke RS Bhayangkara Jakarta.
“Mengenai penyebab memang kami belum bisa tentukan karena luka-luka tersebut yang kami sebutkan memang tidak menyebabkan kematian. Tapi kami melakukan pemeriksaan mendalam mengambil beberapa sampel dari organ-organ dalam dan mengirimkannya dan kami sedang menunggu hasil dari Jakarta,” ujarnya.
Berdasarkan hasil autopsi sementara, terdapat luka lebam akibat benda tumpul yang nampaknya terjadi dengan jangka waktu yang belum lama.
Namun, Carles menegaskan anak tersebut dalam kondisi fisik yang cukup baik dan terawat sebelum meninggal dunia.
“Sementara memang kami lihat jangka waktunya bukan jangka waktu yang lama. Mungkin sekedar informasi, anak ini dalam kondisi fisik yang cukup baik artinya terawat, tidak kurus, rambut baik terawat. Tetapi ada luka-luka di sekujur tubuhnya,” jelas Carles.
Carles menjelaskan memang pihaknya menaruh kecurigaan pada sejumlah keanehan yang terdapat pada organ-organ dalam NS.
Akan tetapi, Carles masih belum bisa menjelaskan secara pasti apakah kecurigaan tersebut merupakan penyebab kematian.
“Dari organ-organ dalam memang ada kecurigaan, tetapi kami belum bisa menentukan apakah ini karena sebuah penganiayaan. Karena ada beberapa kondisi juga yang juga menyebabkan organ dalam mengalami perubahan, salah satunya adalah penyakit,” terangnya.
Pihaknya hingga kini masih menunggu hasil dari RS Bhayangkara Jakarta apakah tanda kecurigaan tersebut timbul akibat dari penyakit atau sebuah penganiayaan. (kmr/muu)
Load more