Profil Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang Diteror Usai Kritik Ekstrem Pemerintah Prabowo-Gibran
- Instagram @bem.ugm
Tiyo aktif membangun komunikasi lintas kampus dan berkomitmen agar gerakan mahasiswa lebih melebur dengan rakyat secara mandiri, tanpa komando yang berpotensi mengkooptasi atau menghilangkan independensi gerakan.
Kronologi
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto disebut-sebut menerima serangkaian teror usai bersurat ke UNICEF terkait hak-hak pendidikan menyusul tragedi anak SD berusia 10 tahun bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena tak mampu membeli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Dia disebut-sebut menulis: “What kind of world do we live in when a child loses his life because he cannot afford a pen and a book?”.
Selain itu, Tiyo juga disebut-sebut mengkritik pemerintah.
Dikirim Pesan dari Nomor Kode Negara +44
Tiyo mengatakan dia menerima pesan-pesan WhatsApp dari sedikitnya enam nomor misterius berkode +44 yang merupakan kode negara Inggris Raya.
“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” demikian salah satu bunyi pesan yang diterima Tiyo.
Tiyo juga mengaku mendapatkan serangan di media sosialnya seperti Facebook, X, Instagram hingga TikTok.
“Mereka juga membuat konten yang kemudian dikirimkan ke saya dalam bentuk gambar 'Awas LGBT di UGM' dengan foto saya. Bahkan, ada konten pembunuhan karakter yang foto saya itu di-generate oleh AI dengan tulisan bahwa 'Tiyo ini adalah langganan. Tiyo ini suka menyewa LC karaoke',” katanya dikutip pada Kamis (19/2/2026).
Bahkan, ibu Tiyo menerima pesan yang menyebutkan bahwa anaknya nilep dana kampus.
Diancam Diculik dan Diikuti
Tiyo mengaku mendapatkan teror berupa ancaman penculikan. Dia mendapatkan pesan itu secara konsisten pada periode 9-11 Februari 2026.
Tiyo juga mengaku dibuntuti dua pria bertubuh tegap tak dikenal di sebuah kedai pada Rabu (11/2/2026).
Menurut dia, dua pria itu mengambil foto-fotonya dari kejauhan.
Tiyo Tidak Takut
Tiyo menegaskan tidak akan menunjukkan rasa takut akan aksi teror ini.
“Cahaya itu telah menerangi gulita teror dan bahaya yang saya, keluarga dan pengurus BEM UGM alami. Kita buat setiap teror itu gagal dengan tetap berdiri tegak dan kepala mendongkak,” tulisnya di Instagram pribadinya.
Load more