Ayah Korban Ungkap Kronologi Sebelum Anaknya Meninggal, Kecurigaan Pada Ibu Tiri Muncul Saat Dengar Penjelasan Dokter
- Tim tvOne - Kabar Siang
“Saya bawa ke rumah sakit terus datang dokter yang kontrol, perempuan dua orang. Di hadapan istri saya pun ada, dia menegaskan ‘Pak, Bu, kami ini medis. Sesakit apapun sakit panas tidak menimbulkan luka seperti ini. Ini ada indikasi sepertinya terjadi kekerasan,” terang ayah Nizam.
“Dokter yang laki-laki mengontrol anak saya, dan akhirnya saya dibawa ke ruangan pribadi. Dokter itu pun menegaskan ke saya, ‘Pak, kami tidak menuduh ya tapi kalau sakit panas seperti apapun tidak seperti ini. Kami medis pak, kami tahu ini luka bakar’,” sambungnya menjelaskan.
Di sisi lain, Nizam sempat ditanya oleh guru di pesantrennya mengenai waktu kepulangannya ke pondok. Awang kemudian menjelaskan bahwa kondisi anaknya tengah sakit.
Menyadari kondisi korban, ayah angkat Awang yang juga merupakan pemilik pesantren kemudian menyusul ke rumah sakit dan meminta penjelasan langsung dari Nizam terkait apa yang sebenarnya terjadi.
Disaat itu Nizam akhirnya mengaku bahwa dirinya dipaksa oleh ibu tirinya untuk meminum air panas.
“Ayah angkat saya datang ke rumah sakit melihat anak saya. Terus ayah saya nanya anak saya ini semua kenapa, intinya ditanya. Dan anak saya sempat menjawab dipaksa minum air panas,” katanya.
Sempat terjadi adu mulut antara Awang dan istrinya di rumah sakit. Situasi tersebut kemudian berhasil diredam setelah anggota kepolisian dari Polsek Jampang Kulon tiba di lokasi.
Atas dasar kecurigaan adanya tindak penganiayaan terhadap anaknya, Awang akhirnya memutuskan untuk meminta dilakukan autopsi.
“Diautopsi itu kemauan saya, kecurigaan ada tapi kita tidak bisa menuduh. Makanya saya mau melakukan autopsi biar jelas nanti hasilnya,” pungkasnya.
Berdasarkan hasil autopsi sementara yang dilakukan oleh tim dokter forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi, korban diketahui mengalami luka bakar serta memar akibat benturan benda tumpul yang hampir merata di seluruh tubuh.
Luka-luka tersebut diperkirakan terjadi dalam rentang waktu yang tidak lama sebelum korban meninggal dunia.
Meski demikian, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari RS Bhayangkara Jakarta untuk memastikan adanya dugaan kelainan pada organ dalam korban.
Load more