GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Bripda DP Meninggal Dunia di Asrama Polisi Polda Sulsel Diduga Akibat Penganiayaan, Keluarga: Kami Meminta Keadilan!

Ayahanda almarhum Bripda DP mengharapkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) mengungkap kasus kematiannya serta memproses hukum para pelakunya
Senin, 23 Februari 2026 - 05:38 WIB
Ayah korban Aipda H Jabir menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan kekerasan disertai penganiaayan anaknya Bripda DP
Sumber :
  • ANTARA

Makassar, tvOnenews.com - Ayahanda almarhum Bripda DP mengharapkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) mengungkap kasus kematiannya serta memproses hukum para pelakunya, usai anaknya menjadi korban dugaan tindakan kekerasan disertai penganiayaan diduga dilakukan seniornya, di Asrama Polisi Polda Sulsel sampai akhirnya meninggal dunia.

"Kami harap ini diproses. Meminta keadilan. Apabila ada penganiayaan, kami serahkan ke penyidik Polda untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiaya," kata ayah korban Aipda H Jabir di ruang tunggu Biddokkes Polda Sulsel Rumah Sakit Bayangkara, Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban diduga mengalami penganiayaan seniornya di asrama polisi berada dalam area Kantor Polda Sulsel pada Minggu (22/2/2026) usai salat subuh, setelah sahur. Belum diketahui apa penyebab penganiayaan itu.

Jabir mengatakan, sebelum kejadian itu sempat berkomunikasi dengan anaknya beserta ibunya melalui telepon. Rencananya, akan dibawakan makanan bebek Palleko khas Pinrang sekaligus motornya diantarkan hari ini.

"Kemarin saya juga telepon untuk kasih naik motornya (diantarkan ke Polda). Dia juga chat ibunya, karena mau dibawakan Palleko dari Pinrang makan sama seniornya. Dia chat ibunya jam lima subuh, tapi saat di balas jam enam, sudah tidak ada jawaban," tuturnya bersedih.

Merasa ada sesuatu, lanjut Jabir menceritakan, berusaha menelepon anaknya namun tidak direspons, kemudian menghubungi rekan angkatannya dimana posisi anaknya. Namun dijawab dengan alasan masih tidur.

"Sempat saya hubungi temannya, tapi temannya beralasan semua masih tidur, saya minta dikasih bangun. Ternyata, dia (korban) barusan tidak tidur di baraknya. Dia tidur di kamar Danton (komandan pleton) waktu kejadian, dibangunkan dia. Dia dapat di kamar Danton (sudah) tergeletak," ucapnya lirih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar duka itu baru diterima sekitar pukul 07.00 WITA saat hendak tidur, setelah mendapat telepon dari letting-nya bahwa anaknya sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya. Awalnya dikabarkan sakit, namun ia tidak percaya sebab anaknya kemarin baik-baik saja.

Saat tiba di RSUD Daya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal, tubuh korban mengalami memar dan sempat mengeluarkan darah dari mulutnya. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban di bawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk kepentingan visum dan otopsi

"Semenjak di sini (RS Daya) keluar darah terus dari mulut, dan indikasi ada yang mengatakan dibenturkan kepalanya, tapi tidak ada benturan di kepalanya. Tidak ada luka di kepala. Kalau memang murni di pukul kepala, pasti ada luka, tapi ini darah keluar dari mulut," tuturnya lagi.(ant)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ogah Kambinghitamkan VAR, Sikap Berkelas Pemain AC Milan Usai Keok dari Parma: Menyakitkan, tapi Kita Harus Bangkit

Ogah Kambinghitamkan VAR, Sikap Berkelas Pemain AC Milan Usai Keok dari Parma: Menyakitkan, tapi Kita Harus Bangkit

Kekalahan dari Parma meninggalkan rasa pahit bagi AC Milan, hasil tersebut membuat rekor panjang tak terkalahkan mereka di Liga Italia akhirnya terhenti.
Kontroversi Lagi-Lagi Terjadi di Liga Italia, Gol Parma yang Bikin AC Milan Kalah 0-1 Dikomentari Mantan Wasit

Kontroversi Lagi-Lagi Terjadi di Liga Italia, Gol Parma yang Bikin AC Milan Kalah 0-1 Dikomentari Mantan Wasit

Kontroversi kembali terjadi di Liga Italia pada saat AC Milan menderita kekalahan dengan skor 0-1 dari Parma. Mantan wasit Luca Marelli pun buka suara atas hal ini.
Menkeu Bocorkan ‘Kejutan’ untuk UMKM! Program Baru Disiapkan, Dampaknya Bisa Terasa Setahun ke Depan

Menkeu Bocorkan ‘Kejutan’ untuk UMKM! Program Baru Disiapkan, Dampaknya Bisa Terasa Setahun ke Depan

Menkeu Purbaya bocorkan akan ada “kejutan” program baru untuk UMKM dalam 6 bulan hingga 1 tahun. Pemerintah siapkan strategi penguatan ekonomi rakyat.
Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Buka Suara soal Kasus Dugaan Rudapaksa Anak SMA: Saya Bersuara untuk Keadilan Saya Sendiri

Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Buka Suara soal Kasus Dugaan Rudapaksa Anak SMA: Saya Bersuara untuk Keadilan Saya Sendiri

Penyanyi jebolan Indonesian Idol Piche Kota buka suara soal kasus dugaan rudapaksa terhadap anak SMA yang menyeret namanya. 
Dalih AC Milan Usai Takluk 0-1 dari Parma: Kami Main Bagus, Bola Saja yang Tak Mau Masuk

Dalih AC Milan Usai Takluk 0-1 dari Parma: Kami Main Bagus, Bola Saja yang Tak Mau Masuk

AC Milan berdalih tetap tampil apik meski tumbang 0-1 dari Parma di San Siro. Rossoneri merasa sudah bermain bagus, hanya saja bola enggan masuk ke gawang.
Satpol PP Bakal Nyamar Jadi Preman, Intai Tempat Hiburan Malam Mulai dari Tempat Pijat hingga Diskotek yang Tak Ikuti Aturan selama Bulan Ramadhan

Satpol PP Bakal Nyamar Jadi Preman, Intai Tempat Hiburan Malam Mulai dari Tempat Pijat hingga Diskotek yang Tak Ikuti Aturan selama Bulan Ramadhan

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Satpol PP Jakarta Barat Edison Butar Butar mengatakan pihaknya membuka opsi penyamaran untuk mengawasi tempat hiburan malam di Jakarta Barat selama bulan Ramadhan.

Trending

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Nama Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Menteri HAM, Natalius Pigai komentari terkait Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku diteror. Kini, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman usulkan Ketua BEM UGM
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
Kronologi  Bripda DP Meninggal Dunia di Asrama Polisi Polda Sulsel Diduga Akibat Penganiayaan, Keluarga: Kami Meminta Keadilan!

Kronologi Bripda DP Meninggal Dunia di Asrama Polisi Polda Sulsel Diduga Akibat Penganiayaan, Keluarga: Kami Meminta Keadilan!

Ayahanda almarhum Bripda DP mengharapkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) mengungkap kasus kematiannya serta memproses hukum para pelakunya
FIFA Resmi Larang, John Herdman Gigit Jari usai Pemain yang Sedang Bersinar di Liga Belanda Tak Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia

FIFA Resmi Larang, John Herdman Gigit Jari usai Pemain yang Sedang Bersinar di Liga Belanda Tak Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia

John Herdman gigit jari jelang FIFA Series. Pemain keturunan yang bersinar di Liga Belanda gagal dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia usai terbentur aturan.
Surya Paloh Masih Mikir Dukung Prabowo 2 Periode, Muzani Beri Respons Menohok

Surya Paloh Masih Mikir Dukung Prabowo 2 Periode, Muzani Beri Respons Menohok

Ahmad Muzani lontarkan respons menohok terkait Ketum NasDem, Surya Paloh yang masih pikir-pikir untuk memberikan dukungan dua periode untuk Presiden Prabowo
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT