GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Kasus AKBP Didik, Divpropam Gelar Tes Urine Serentak Seluruh Personel Polri

Divpropam Polri gelar tes urine serentak seluruh anggota usai kasus narkoba AKBP Didik, sebagai langkah menjaga integritas dan memulihkan kepercayaan publik.
Senin, 23 Februari 2026 - 11:52 WIB
Eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira

Jakarta, tvOnenews.com – Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia mengambil langkah tegas menjaga integritas internal setelah terungkapnya kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan sejumlah anggotanya. Melalui pengawasan internal, Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Divpropam) akan menggelar tes urine serentak terhadap seluruh personel di berbagai daerah.

Kebijakan ini menjadi respons langsung atas kasus narkoba yang menyeret eks Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro, yang telah dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perintah Langsung Kapolri untuk Bersihkan Internal

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran melaksanakan pemeriksaan urine secara serentak sebagai bentuk pengawasan menyeluruh terhadap anggota. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi personel yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Karo Penmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa tes urine akan dilaksanakan di seluruh wilayah hukum, mulai dari tingkat Mabes hingga satuan kewilayahan.

“Pemeriksaan urine akan dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran sebagai bentuk pengawasan dan memastikan seluruh personel bersih dari narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar tindakan reaktif, melainkan bagian dari upaya sistematis memperkuat disiplin, pengawasan, dan akuntabilitas di tubuh Polri.

Pengawasan Berlapis dari Pusat hingga Daerah

Pelaksanaan tes urine tidak hanya melibatkan pengawasan internal, tetapi juga membuka ruang pengawasan eksternal guna menjamin transparansi. Pemeriksaan akan dilakukan secara berjenjang dari Mabes Polri, polda, hingga satuan kerja di daerah.

Model pengawasan berlapis ini dirancang untuk mencegah celah penyimpangan sekaligus memastikan hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Polri menilai langkah ini penting untuk mengembalikan dan menjaga kepercayaan publik, terutama setelah kasus yang mencoreng institusi penegak hukum tersebut.

Kronologi Kasus Jadi Peringatan Keras

Kasus yang menjerat AKBP Didik bermula dari pengungkapan jaringan narkoba oleh aparat di Nusa Tenggara Barat pada Januari 2026. Penangkapan terhadap sejumlah pelaku sipil kemudian berkembang setelah penyidik menemukan indikasi keterlibatan anggota kepolisian.

Pengembangan perkara mengarah pada dugaan adanya aliran dana dan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkotika. Dari hasil penyelidikan lanjutan, aparat menemukan barang bukti sabu dalam jumlah signifikan serta mengamankan sejumlah tersangka lain.

Kasus tersebut kemudian ditangani secara internal dan pidana, hingga berujung pada sidang etik yang menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap AKBP Didik.

Polri menegaskan, tidak ada toleransi terhadap anggota yang terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun bagian dari jaringan peredaran.

Komitmen Polri Perangi Narkoba dari Dalam

Tes urine serentak menjadi bagian dari strategi pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Langkah ini juga dimaksudkan untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi pelanggaran di lingkungan kepolisian.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga akan diikuti evaluasi disiplin, pembinaan, serta penguatan sistem pengawasan internal.

Polri menyebut narkoba sebagai kejahatan luar biasa yang tidak hanya merusak masyarakat, tetapi juga dapat menghancurkan kredibilitas aparat penegak hukum jika tidak diberantas hingga ke akar.

Sejalan Agenda Nasional Pemberantasan Narkoba

Langkah bersih-bersih internal ini juga disebut selaras dengan agenda nasional yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kerangka tersebut, aparat penegak hukum dituntut menjadi garda terdepan sekaligus contoh dalam perang melawan narkotika.

Karena itu, Polri menilai penguatan integritas internal menjadi fondasi penting sebelum menjalankan penegakan hukum secara luas di masyarakat.

Jaga Kepercayaan Publik terhadap Institusi

Tes urine massal ini diharapkan menjadi momentum reformasi kultural di tubuh Polri, bukan sekadar langkah administratif. Dengan memastikan seluruh personel bebas dari penyalahgunaan narkoba, institusi ingin menunjukkan komitmen nyata terhadap profesionalisme.

Polri juga menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala, tidak berhenti pada pemeriksaan serentak ini saja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tersebut menjadi pesan kuat bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkotika, di dalam institusi penegak hukum.

Dengan pengawasan ketat dan tindakan tegas, Polri berharap kepercayaan masyarakat dapat terus diperkuat, sekaligus memastikan aparat benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan penegak hukum yang bersih. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kualitasnya Disebut Lampaui Kiper Inter Milan, Emil Audero Bisa Jadi Pilihan Utama John Herdman di Timnas Indonesia

Kualitasnya Disebut Lampaui Kiper Inter Milan, Emil Audero Bisa Jadi Pilihan Utama John Herdman di Timnas Indonesia

Emil Audero diprediksi akan menjadi kiper utama Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 nanti. Performa apik Emil Audero menjadi daya tarik bagi John Herdman.
Strategi Gratisan Inter Milan Dimulai Lagi, La Beneamata Manuver Gaet Konate Secara Cuma-Cuma dari Liverpool

Strategi Gratisan Inter Milan Dimulai Lagi, La Beneamata Manuver Gaet Konate Secara Cuma-Cuma dari Liverpool

Inter Milan belum mengalihkan pandangan dari bek tangguh Liverpool, Ibrahima Konate. Meski persaingan ketat, Nerazzurri terus memantau situasi sang pemain.
Sidang Perdana Ujaran Kebencian, Resbob Diteriaki Pengunjung Saat Masuk Ruangan Persidangan

Sidang Perdana Ujaran Kebencian, Resbob Diteriaki Pengunjung Saat Masuk Ruangan Persidangan

Resbob, terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Suku Sunda dan pendukung klub sepak bola Persib Bandung, mulai menjalani sidang perdana di PN Bandung.
Giro Surplus bank bjb, Solusi Cerdas Atur Dana Usaha Lebih Produktif

Giro Surplus bank bjb, Solusi Cerdas Atur Dana Usaha Lebih Produktif

bank bjb hadirkan berbagai program bagi nasabah sebagai bagian dari komitmen berikan layanan perbankan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
Kasat dan Kanit NakorbaToraja Utara Ditahan Propam, Diduga Terlibat Narkoba

Kasat dan Kanit NakorbaToraja Utara Ditahan Propam, Diduga Terlibat Narkoba

Kasat Reserse Narkoba Polres Toraja Utara, dan seorang Kanit Narkoba, diamankan oleh Propam Polda Sulawesi Selatan dan ditempatkan dalam penempatan khusus.
Tanpa Ampun, Purbaya Bakal Blacklist Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP dari Instansi Pemerintah: Jangan Hina Negara Anda Sendiri!

Tanpa Ampun, Purbaya Bakal Blacklist Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP dari Instansi Pemerintah: Jangan Hina Negara Anda Sendiri!

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan mem-blacklist alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang dinilai telah menghina negaranya sendiri melalui konten viral.

Trending

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Nama Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di NTT yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan hangat usai dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Menteri HAM, Natalius Pigai komentari terkait Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku diteror. Kini, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman usulkan Ketua BEM UGM
Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT