GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Viral "Cukup Saya WNI, Anak Saya Jangan", DPR Minta Seleksi LPDP Diperketat: Tak Hanya Ukur Kecerdasan

Polemik pernyataan alumni LPDP bernama Dwi Sasetyanigtyas yang viral dengan narasi “cukup saya WNI, anak saya jangan” berbuntut panjang.
Selasa, 24 Februari 2026 - 14:23 WIB
Logo Lembaga Pengegloloa Dana Pendidikan LPDP
Sumber :
  • Twitter/@LPDP_RI

Jakarta, tvOnenews.com – Polemik pernyataan alumni LPDP bernama Dwi Sasetyanigtyas yang viral dengan narasi “cukup saya WNI, anak saya jangan” berbuntut panjang.

Komisi X DPR RI mendesak pemerintah memperketat seleksi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Habib Syarief menilai kasus ini menjadi alarm serius.

Ia menegaskan setiap dana yang digelontorkan LPDP berasal dari uang negara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara sembarangan.

“Kami meminta agar pemerintah memperketat seleksi LPDP. Pernyataan yang disampaikan oleh alumni penerima LPDP yang viral itu menunjukkan bahwa masih ada yang belum sepenuhnya mematuhi aturan. Penerima beasiswa harus memiliki integritas dan komitmen kuat karena ini menggunakan uang negara,” ujar Habib di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Habib menekankan seleksi tidak boleh hanya mengukur kecerdasan akademik. Menurutnya, integritas dan komitmen kebangsaan calon penerima harus diuji lebih dalam.

Legislator asal Jawa Barat itu mengingatkan bahwa LPDP dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Karena itu, kata dia, hasilnya tidak boleh berhenti pada pencapaian pribadi.

“Bahwa saat ini kondisi bangsa belum seperti yang mereka idealkan tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaikinya, bukan malah menunjukkan penyesalan sebagai WNI,” ujarnya.

Polemik bermula dari unggahan Dwi Sasetyanigtyas soal kewarganegaraan Inggris bagi anak keduanya yang memicu perdebatan publik.

Konten tersebut dinilai sebagian warganet tidak mencerminkan semangat nasionalisme.

Belakangan, sorotan juga mengarah pada suami Dwi Sasetyanigtyas yang sama-sama penerima beasiswa LPDP.

Suaminya diketahui belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menempuh studi di Belanda.

Atas temuan itu, Habib meminta pemerintah tidak tutup mata. Ia mendesak dilakukan pendataan ulang terhadap seluruh alumni LPDP untuk memastikan kewajiban pengabdian benar-benar dijalankan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penggunaan uang negara berarti penerima harus memastikan bahwa ilmu dan kompetensi yang diperoleh benar-benar diabdikan untuk kemajuan Indonesia. Jika ada yang tidak menjalankan komitmennya, maka harus ada penegakan aturan yang tegas,” katanya. 

Komisi X pun mendukung langkah LPDP yang berencana memanggil pihak terkait untuk klarifikasi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Juara Formula 1 Ini Kembali ke Williams di F1 2026, Resmi Gantikan Peran Jenson Button yang Menyebrang ke Aston Martin

Juara Formula 1 Ini Kembali ke Williams di F1 2026, Resmi Gantikan Peran Jenson Button yang Menyebrang ke Aston Martin

Salah satu legenda Formula 1 sekaligus juara F1, Damon Hill, dipastikan kembali ke Williams pada musim 2026 ini.
Kronologi Kecelakaan Transjakarta dengan Ojol di Gununug Sahari, Diduga Motor Tiba-tiba Belok

Kronologi Kecelakaan Transjakarta dengan Ojol di Gununug Sahari, Diduga Motor Tiba-tiba Belok

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) angkat bicara terkait peristiwa kecelakaan yang melibatkan sebuah bus Transjakarta dengan seorang ojek online (ojol).
Ramai soal Impor 105 Ribu Mobil Pikap untuk Kopdes, DPR: Jangan Abaikan Nasib Pekerja Lokal

Ramai soal Impor 105 Ribu Mobil Pikap untuk Kopdes, DPR: Jangan Abaikan Nasib Pekerja Lokal

Kebijakan impor 105.000 unit mobil pikap dari India senilai Rp 24,66 triliun untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai kritik dari DPR.
Dendam Lama Membara, Manny Pacquiao Yakin Rematch Lawan Floyd Mayweather Lebih Besar

Dendam Lama Membara, Manny Pacquiao Yakin Rematch Lawan Floyd Mayweather Lebih Besar

Manny Pacquiao tak sekadar ingin rematch, ia ingin sejarah berubah. Petinju Filipina itu percaya laga ulang melawan Floyd Mayweather akan lebih akbar sekaligus
Polisi Periksa Sopir Transjakarta Tidur Sebabkan Kecelakaan di Jaksel, Status Masih Saksi

Polisi Periksa Sopir Transjakarta Tidur Sebabkan Kecelakaan di Jaksel, Status Masih Saksi

Polisi ungkap saat ini pihaknya masih mendalami kecelakaan antara dua bus Transjakarta di Koridor 13 pada Senin (23/2/2026) lalu dan belum tetapkan tersangka.
Pimpin Dewan HAM PBB, Indonesia Serukan Depolitisasi, Sugiono: HAM harus Satukan Dunia Bukan Pecah Belah

Pimpin Dewan HAM PBB, Indonesia Serukan Depolitisasi, Sugiono: HAM harus Satukan Dunia Bukan Pecah Belah

Indonesia menggunakan panggung internasional Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) untuk mendorong perubahan arah diskursus global tentang HAM.

Trending

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN patahkan pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mengklaim mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar
Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 seri Sentul, yang akan diramaikan dengan penentuan nasib Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro dalam perebutan juara putaran kedua babak reguler.
Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF. 
Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Sosok Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan ramai setelah dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fakta Soal Ketua BEM UGM yang Gabung Komunitas LGBT Disebar Usai Kritik MBG, Tiyo Ardianto: Saya Tidak Punya Pasangan

Fakta Soal Ketua BEM UGM yang Gabung Komunitas LGBT Disebar Usai Kritik MBG, Tiyo Ardianto: Saya Tidak Punya Pasangan

Sosok Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto dikabarkan mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kesaksian Mencengangkan Kakak Kadung Korban Penganiayaan Brimob di Tual

Kesaksian Mencengangkan Kakak Kadung Korban Penganiayaan Brimob di Tual

Kesaksian mencengangkan kakak kandung korban penganiayaan anggota brimob yang tewas, Arianto Tawakal (14), NK (15) menjadi sorotan publik. Kesaksian itu diberi
BEM UGM Enggan Lapor Polisi Terkait Teror Tiyo Ardianto, Singgung Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Satu Keraguan Bagi Kami

BEM UGM Enggan Lapor Polisi Terkait Teror Tiyo Ardianto, Singgung Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Satu Keraguan Bagi Kami

Soal kasus teror ke ibu Tiyo dan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto hingga 40 pengurus BEM UGM, masih menjadi sorotan publik dan elite politik. Bahkan, mengejutkan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT