BEM UGM Enggan Lapor Polisi Terkait Teror Tiyo Ardianto, Singgung Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Satu Keraguan Bagi Kami
- Instagram @bem.ugm
Jakarta, tvOnenews.com - Soal kasus teror ke ibu Tiyo dan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto hingga 40 pengurus BEM UGM, masih menjadi sorotan publik dan elite politik. Bahkan, mengejutkan publik, karena BEM UGM secara gamblang menyatakan enggan melaporkan teror tersebut ke polisi.
Seperti diketahui, tidak hanya Ketua BEM UGM saja yang kena teror. Tetapi, lebih dari 40 pengurus BEM UGM turut mendapat teror dari nomor tidak dikenal. Bahkan orang tua pengurus BEM UGM lain juga mendapat teror serupa.
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto menyatakan alas an BEM UGM tidak melapor ke polisi karena ketidakpercayaan pada institusi Polri menjadi alasan BEM UGM tidak ingin melaporkan teror.
Selain itu, mereka juga singgung kasus brimob aniaya siswa di Tual hingga tewas, pada Kamis (19/2).
Insiden tersebut, justru semakin menguatkan keraguan BEM UGM untuk melaporkan teror ke kepolisian.
"Untuk melaporkan ini ke pihak kepolisian, itu juga menjadi satu keraguan bagi kami. Karena baru terjadi kemarin, seorang polisi yang membunuh rakyat Indonesia, membunuh anak bangsa Indonesia. Lalu dengan situasi seperti ini, kita akan minta tolong ke polisi? Rasanya kemanusiaan kami justru dipertanyakan. Karena teror ini masih sebatas digital, sehingga justru kami tidak mau disibukan dengan itu," jelas Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto saat ditemui di UII Cik Di Tiro, Minggu (22/2/2026).
Bahkan Ketua BEM UGM mengaku, sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), dan UGM terkat rentetan teror yang masih terjadi.
Selain itu, ia kembali menegaskan meski banyak dorongan untuk melapor ke aparat penegak hukum, namun BEM UGM masih enggan menempuh jalur hukum.
Di samping itu, Ketua BEM UGM, Tiyo menjelaskan focus utama BEM UGM, yakni mengkritik pemerintah.
"Karena pada dasarnya teror yang terjadi itu tidak berimbas apa-apa kepada kami, kami akan senantiasa melawan, senantiasa akan mengkritik apa yang kami anggap tidak adil dan menindas rakyat," kata Tiyo Ardianto.
"Justru terima kasih kepada teman-teman yang menyampaikan teror, karena justru persaudaraan diantara teman-teman BEM UGM semakin solid. Karena punya nasib yang sama, yaitu menjadi korban dari teror nomor-nomor yang tidak dikenal," lanjutnya.
Load more