Sikap Komnas HAM soal Teror Diterima Ketua BEM UGM, Imbas Kirim Surat ke UNICEF sebagai Upaya Stop MBG Heboh
- Kolase Instagram/@tiyoardianto_
"Tetapi kami mencermati bahwa kritik terhadap kebijakan negara di demokrasi itu hal yang harusnya penting untuk dilakukan. Ini bagian dari check and balances dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara," jelasnya.
Kronologi Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Terima Rangkaian Teror Imbas Kritik Program MBG

- YouTube/forumkeadilanTV
Sebelumnya, BEM UGM mengirim surat kepada UNICEF. Hal ini menyusul akibat tragedi siswa SD, YBR yang ditemukan bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 29 Januari 2026.
BEM UGM miris melihat seorang siswa SD bunuh diri hanya perkara dugaan tidak mampu membeli pulpen dan buku sekolah seharga kurang dari Rp10 ribu.
Tiyo Ardianto berpendapat peristiwa memilukan itu sebagai cerminan adanya kegagalan dilakukan negara. Pemerintah dinilai tidak berhasil menjamin hak dasar anak terutama akses terkait pendidikan.
"Peristiwa ini membongkar jurang besar antara klaim keberhasilan pemerintah dan realitas yang dihadapi masyarakat, terutama kelompok paling rentan," kata Tiyo dalam keterangan pers BEM UGM, Kamis (6/2/2026).
Capaian statistik program dari pemerintah tidak menggambarkan keberhasilan kondisi sebenarnya di lapangan. Faktornya akibat sulit bersekolah karena diterpa kemiskinan ekstrem.
Maka dari itu, BEM UGM mengkritik kebijakan berupa program prioritas MBG. Kehadiran program ini dianggap menggerus anggaran pendidikan yang menjadi cikal bakal Tiyo cs mengirim surat kepada UNICEF.
Selepas itu, Tiyo menyampaikan kabar buruk dirinya memperoleh berbagai pesan WhatsApp mengandung ancaman. Teror tersebut berasal dari nomor kode negara Inggris Raya, yakni +44.
"Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah," bunyi pesan terhadap Tiyo Ardianto.
Sejumlah platform media sosial Tiyo bahkan terkena imbas serangan teror berbentuk dikirim konten layaknya AI. Isinya mengenai Tiyo langganan LGBT dan suka menyewa LC karaoke.
Ibunda Tiyo bahkan diterpa ancaman berupa pesan dari nomor misterius. Ironisnya, ketua BEM UGM itu juga mendapat tuduhan mengambil dana kampus.
Pada Rabu, 11 Februari 2026, Tiyo mengaku diikuti dua pria tak dikenal dengan tubuh tegap. Kala itu ia sedang berada di sebuah kedai.
Load more