Sosok Moncer Zainal Arifin Mochtar, Guru Besar UGM Tantang Debat Menteri HAM Natalius Pigai, Pengukuhannya Dihadiri Wapres hingga Capres
- Instagram @zainalarifinmochtar
Ia juga menyinggung kapasitas akademik Zainal Arifin Mochtar sebagai guru besar.
“Sepengetahuan saya seorang Guru Besar memiliki tingkat pemahaman yang tinggi… tetapi rupanya Anda hanya Guru yang ‘dibesar-besarkan’,” tulisnya.
Zainal Arifin Mochtar merespons dengan nada terbuka dan ajakan melakukan debat terbuka.
“Saya setuju dengan bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari bapak. Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia yang katanya bapak sudah amat pahami itu,” ujarnya.
“Saya pasti senang belajar," sambung Zainal Arifin Mochtar.
Natalius Pigai kemudian menyatakan kesiapan berdiskusi secara langsung di televisi.
“Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar-benar mau ajari Anda soal HAM agar paham,” tulis Pigai.
"Tapi nonton ini dulu untuk sekedar tambahan ilmu HAM anda sebelumnya debat dengan saya. Jujur saya sangat mau biar rakyat indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof:."
Zainal Arifin Mochtar menyatakan tidak memiliki otoritas menghadirkan forum tersebut dan berharap ada media yang memfasilitasi.
“Kalau sudah ada kabar dan tempat, saya dicolek ya,” tulisnya.
Di luar polemik terbaru, Zainal Arifin Mochtar memiliki rekam jejak panjang. Lahir di Makassar, 8 Desember 1978, ia menempuh pendidikan sarjana hukum di UGM, melanjutkan studi di Northwestern University, Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor pada 2012 di UGM.
Ia pernah memimpin Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, menjadi anggota Dewan Audit OJK (2015-2017), Komisaris PT Pertamina EP (2016-2019), serta anggota Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM pada 2022. Saat ini ia menjabat Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan periode 2023-2026.
Namanya juga sempat menjadi perhatian ketika tampil dalam film dokumenter “Dirty Vote” yang dirilis pada Minggu (11/2/2024).
Sementara itu, Natalius Pigai sebelumnya juga menuai perdebatan usai menyatakan bahwa penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bertentangan dengan HAM.
Load more