Mabes Polri Dijaga 3.093 Personel Saat BEM UI Gelar Aksi Siang Ini
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Ribuan personel kepolisian disiagakan untuk mengawal aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang akan digelar di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat siang, 27 Februari 2026.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 3.093 personel diterjunkan Polda Metro Jaya guna memastikan demo bertajuk kritik atas kasus tewasnya siswa MTsN 1 Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14), berjalan kondusif. Seperti diketahui, kasus tersebut menyeret anggota Brimob, Bripda Mesias Siahaya, yang kini telah berstatus tersangka dan dijatuhi sanksi etik.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan pengamanan telah dipersiapkan matang mengingat lokasi aksi berada di kawasan strategis.
“Pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di depan publik yang akan dilaksanakan di hari Jumat, 27 Februari 2026, kira-kira pukul 13.00 setelah salat Jumat, dari elemen mahasiswa. Polda Metro Jaya menurunkan personil lebih kurang 3.093 personil,” kata Budi kepada wartawan usai apel pasukan.
Menurut dia, kawasan Mabes Polri berdekatan dengan sejumlah objek vital nasional, mulai dari kantor PLN hingga pusat aktivitas masyarakat. Karena itu, pengamanan dilakukan bukan hanya untuk massa aksi, tetapi juga untuk memastikan kegiatan masyarakat tetap berjalan normal.
“Nah, dengan keterlibatan 3.093 personil tersebut, kita ingin seluruh kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, termasuk kegiatan rutin masyarakat, ini tetap bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Budi menegaskan, unjuk rasa merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Kepolisian, kata dia, akan memastikan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan.
“Boleh menyampaikan pendapat, kami akan menjamin itu. Kami tekankan bahwa Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menjamin perlindungan pendapat yang disampaikan oleh elemen mahasiswa ini tersampaikan dengan baik, dan itu dilindungi oleh undang-undang. Kami menjamin itu,” tutur dia.
Namun demikian, ia mengingatkan agar aksi tetap berlangsung damai, apalagi saat ini umat Islam tengah menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
“Tapi kami juga ingin menghimbau, mengajak bersama-sama, dalam penyampaian pendapat ini bisa berjalan damai, tertib, dan tidak terprovokasi. Apalagi ini bulan suci Ramadan, nilai toleransi dalam bulan suci Ramadan ini yang harus kita perhatikan. Ada tutur kata dan perilaku yang menjadi acuan,” kata Budi.
Load more