BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional
- Khaerul Izan-Antara
Jakarta, tvOnenews.com – Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, digelar siang ini, Jumat 27 Februari 2026. Polda Metro Jaya pun mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat agar menghindari kawasan Jalan Trunojoyo dan sekitarnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 3.093 personel untuk mengawal jalannya demonstrasi. Namun demi menghindari kepadatan lalu lintas, warga diminta mencari jalur alternatif.
”Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat juga untuk peduli, melihat, apabila di Jalan Trunojoyo, Mabes Polri ini ada kegiatan-kegiatan penyampaian pendapat, mungkin bisa menghindari jalur-jalur kepadatan agar aktivitasnya dapat berjalan dengan baik,” ucap Budi.
Menurut dia, aksi penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin undang-undang dan wajib difasilitasi. Karena itu, aparat memastikan pelayanan pengamanan tetap diberikan maksimal kepada mahasiswa. Meski begitu, Budi kembali mengingatkan agar massa aksi tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi demonstrasi.
”Elemen mahasiswa yang akan melaksanakan penyampaian pendapat jangan sampai ditunggangi oleh penunggang-penunggang gelap, gampang terprovokasi, dan dalam menyampaikan aksi ada muatan-muatan pesanan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar Mabes Polri. Skema ini akan diterapkan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Situasional. Kita melihat arus lalu lintas juga bisa berjalan dengan baik, kegiatan aktivitas masyarakat juga bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Rekayasa lalin tersebut mencakup Jalan Trunojoyo, Pattimura, Raden Patah I, Hasanudin Sultan, serta ruas lain di sekitar titik konsentrasi massa.
“Kami tidak ingin kegiatan rutin masyarakat ini terganggu, terdampak, hingga menimbulkan rasa keresahan masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya,” tutur dia.
Ia mengakui, kawasan Mabes Polri kerap dipadati mobilitas warga, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Karena itu, massa aksi telah diarahkan untuk tetap berada di titik yang ditentukan.
“Sudah dilokalisir untuk melaksanakan aksi di tempat tertentu, sehingga menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan. Kita tahu pada saat kepadatan itu adalah menjelang buka puasa,” kata Budi lagi.
Sebelumnya diberitakan, tekanan terhadap Polri kian memanas. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) turun gunung. Siang ini, Jumat 27 Februari 2026, mereka bakal menggeruduk Mabes Polri.
Aksi tersebut dipicu kasus tewasnya siswa MTsN 1 Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14) yang diduga dianiaya anggota Brimob, Bripda Mesias Siahaya. BEM UI menilai kasus ini tak bisa berhenti pada proses biasa. Mereka menuntut hukuman berat hingga pencopotan pucuk pimpinan.
Seruan aksi itu diumumkan melalui akun Instagram resmi BEM UI pada Kamis, 27 Februari 2026. Mengusung tagar #AparatKepar4t, massa direncanakan bergerak dari FISIP UI menuju Mabes Polri sekitar pukul 13.00 WIB.
Anggota BEM UI, Hafidz Hernanda, menegaskan ada lima tuntutan yang akan mereka bawa dalam aksi tersebut. Yang utama, mendesak pidana maksimal bagi Bripda Mesias.
“Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas,” ujar dia, Jumat, 27 Februari 2026.
Foe Peace Simbolon/VIVA/nba
Load more