News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kawal Kasus Anak Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Rieke Tegaskan Tak Ada Damai: Tahun 2024 Didamaikan, Nyawa Melayang

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menegaskan tak boleh ada lagi upaya damai dalam kasus penganiayaan anak hingga tewas oleh ibu tiri di Sukabumi.
Jumat, 27 Februari 2026 - 15:58 WIB
Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mendampingi ibu kandung anak yang tewas diduga dianiaya ibu tiri, mengajukan perlindungan ke LPSK.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menegaskan tidak boleh ada lagi upaya damai dalam kasus penganiayaan anak hingga tewas oleh ibu tiri di Sukabumi, Jawa Barat.

Rieke dengan tegas menolak pendekatan restorative justice atau penyelesaian perkara dengan pendekatan kekeluargaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia meminta aparat menuntaskan perkara secara pidana penuh.

"Tidak ada Restorative Justice dalam kasus ini. Tidak ada lagi upaya perdamaian," kata Rieke saat mendampingi ibu kandung korban mengajukan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jumat (27/2).

Rieke menyinggung fakta bahwa pada 2024, kasus kekerasan terhadap anak yang sama disebut pernah diselesaikan secara damai.

Menurutnya, keputusan itu justru menjadi pelajaran pahit.

"Tahun 2024 dilakukan perdamaian, dan inilah akibatnya (nyawa melayang)," tegasnya.

Ia mengingatkan, KUHP baru memang membuka ruang restorative justice. Namun tidak untuk kasus kekerasan berat apalagi yang menyebabkan kematian.

"KUHP baru memang mendorong restorative justice, tetapi untuk kasus kekerasan ekstrem, penyiksaan, apalagi hingga menghilangkan nyawa, tidak bisa diselesaikan secara damai," ujarnya.

Rieke juga meminta aparat tidak menggiring perkara hanya pada satu pelaku atau satu pasal.

"Saya sangat mendukung aparat penegak hukum agar tidak hanya fokus pada single issue atau diarahkan pada satu pelaku saja," katanya.

Seperti diketahui, politisi dari fraksi PDI Perjuangan ini tengah mengawal kasus tewasnya Nizam Syafei (12) bocah yang menjadi korban kekerasan oleh ibu tirinya.

Nizam dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon pada Kamis (19/2/2026).

Bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi itu mengalami sejumlah luka bakar serta memar akibat benda tumpul hampir seluruh bagian tubuhnya.

Berdasarkan pengakuan Nizam sebelum meninggal, ia dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU selama kurang lebih delapan jam. Meski demikian, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ayah korban, Awang Satibi, tak mampu menyembunyikan kesedihannya dan menangis histeris saat anaknya meninggal dunia.

Awang mengungkapkan bahwa sebelum dirinya bepergian ke luar kota, kondisi sang anak dalam keadaan sehat dan tidak menunjukkan adanya luka bakar di tubuhnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mana yang Didahulukan, Daftar Haji atau Menolong Orang Lain? Buya Yahya Jelaskan Sikap yang Tepat

Mana yang Didahulukan, Daftar Haji atau Menolong Orang Lain? Buya Yahya Jelaskan Sikap yang Tepat

Sudah mampu berhaji tapi masih menunda karena sering membantu orang lain? Begini pandangan Buya Yahya tentang mana yang harus didahulukan.
Viral Ceramah Jusuf Kalla, Ustadz Abdul Somad Unggah Pesan Sarat Makna: Saat Sultan Malaka diusik Portugis

Viral Ceramah Jusuf Kalla, Ustadz Abdul Somad Unggah Pesan Sarat Makna: Saat Sultan Malaka diusik Portugis

Di tengah polemik yang berkembang, Ustadz Abdul Somad mengunggah momen pertemuannya dengan Jusuf Kalla melalui akun Instagram resminya. Peristiwa ini menunjukkan
Cocok dengan Skema 3-4-2-1 Cristian Chivu, Inter Milan Gerak Cepat Bajak Bintang Gratisan Dortmund Musim Panas Nanti

Cocok dengan Skema 3-4-2-1 Cristian Chivu, Inter Milan Gerak Cepat Bajak Bintang Gratisan Dortmund Musim Panas Nanti

Inter Milan kembali tunjukkan keseriusannya di bursa transfer dengan menghidupkan minat terhadap gelandang Borussia Dortmund, Julian Brandt, musim panas nanti.
Tinju Dunia: Janji Dmitry Bivol Jelang Lawan Michael Eifert Diperebutan Gelar Juara Kelas Berat Ringan IBF

Tinju Dunia: Janji Dmitry Bivol Jelang Lawan Michael Eifert Diperebutan Gelar Juara Kelas Berat Ringan IBF

Dmitry Bivol (24-1,12 KO) akan berusaha mempertahankan gelar juaranya saat berhadapan dengan Michael Eifert (13-1, 5 KO) di UGMK Arena di Ekaterina, Rusia pada 30 Mei 2026 mendatang
20 Mahasiswa dan 7 Dosen FH UI Jadi Korban Kasus Pelecehan Seksual, Kuasa Hukum: Stop Cari Tahu Siapa Korbannya

20 Mahasiswa dan 7 Dosen FH UI Jadi Korban Kasus Pelecehan Seksual, Kuasa Hukum: Stop Cari Tahu Siapa Korbannya

Publik menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Kuasa hukum korban angkat bicara
Akomodasi Haji Berantakan, DPR: Jangan-jangan Ada ‘Main Mata’ di Tim Pengadaan

Akomodasi Haji Berantakan, DPR: Jangan-jangan Ada ‘Main Mata’ di Tim Pengadaan

Polemik pengadaan akomodasi haji kembali memanas.

Trending

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Hitung-hitungan Jakarta Pertamina Enduro Rebut Tiket Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Cuma Butuh Sekali Menang Lagi

Hitung-hitungan Jakarta Pertamina Enduro Rebut Tiket Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Cuma Butuh Sekali Menang Lagi

Jakarta Pertamina Enduro hanya butuh satu kemenangan di pekan ketiga final four Proliga 2026 untuk merebut tiket grand final.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Megawati Hangestri Cs Berebut Tiket ke Grand Final, Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Megawati Hangestri Cs Berebut Tiket ke Grand Final, Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 seri Semarang pekan ini, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan bakal berebut tiket ke grand final termasuk menjalani big match termasuk Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
Media Italia Jelaskan Alasan FIFA Tak Pilih Timnas Indonesia untuk Playoff Dadakan Piala Dunia 2026

Media Italia Jelaskan Alasan FIFA Tak Pilih Timnas Indonesia untuk Playoff Dadakan Piala Dunia 2026

Media Italia menjelaskan alasan FIFA tak pilih Timnas Indonesia untuk ikut playoff dadakan Piala Dunia 2026. Turnamen tersebut bisa terselenggara jika Iran dicoret.
Selengkapnya

Viral