News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Round Up Pelarian Ko Erwin: Dibekuk Polisi di Laur, Coba Kabur ke Malaysia Gagal Berakhir Tertembak

Pelarian Ko Erwin berakhir dramatis. Bandar sabu NTB ditangkap di laut Tanjung Balai saat kabur ke Malaysia, dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:25 WIB
Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengamankan Erwin alias Koko Erwin, terduga bandar narkoba, di perairan Tanjung Balai, Sumatera Utara.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pelarian panjang Erwin Iskandar alias Ko Erwin, bandar sabu jaringan Nusa Tenggara Barat, akhirnya tamat. Setelah hampir sepekan masuk daftar pencarian orang (DPO), Ko Erwin ditangkap tim gabungan kepolisian saat berupaya kabur ke Malaysia melalui jalur laut ilegal. Aksi kejar-kejaran itu berakhir dramatis: Ko Erwin dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki.

Penangkapan Ko Erwin dilakukan pada Kamis (26/2/2026) di perairan Tanjung Balai, Sumatera Utara. Ia ditangkap oleh tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, tepat saat hendak menyeberang ke luar negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan buronan kelas kakap tersebut. Ia menegaskan Ko Erwin ditangkap setelah penyidik melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan orang-orang terdekatnya.

“Benar bahwa DPO Erwin telah ditangkap oleh tim gabungan. Penangkapan dilakukan saat yang bersangkutan berupaya melarikan diri ke Malaysia melalui jalur laut ilegal,” ujar Eko kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Diringkus Saat Menyeberang Laut

Ko Erwin ditangkap ketika berada di atas kapal tradisional yang membawanya keluar dari wilayah Indonesia. Lokasi penangkapan berada di sekitar perairan Tanjung Balai, yang dikenal kerap digunakan sebagai jalur ilegal menuju Malaysia.

Kasatgas NIC Bareskrim Polri, Kevin Leleury, menjelaskan bahwa aparat bergerak cepat setelah memastikan kapal yang membawa Ko Erwin telah berangkat.

“Kami mendapat informasi kapal sudah bergerak dan hampir keluar dari yurisdiksi Indonesia. Tim langsung melakukan pemotongan jalur dan berhasil mengamankan target,” jelas Kevin di Bandara Soekarno-Hatta.

Usai ditangkap, Ko Erwin langsung diterbangkan ke Jakarta dengan pengawalan ketat. Ia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Dengan tangan diborgol, mengenakan masker putih dan topi hitam, Ko Erwin digiring ke mobil petugas untuk pemeriksaan lanjutan.

Melawan Saat Ditangkap, Dilumpuhkan di Kaki

Penangkapan Ko Erwin tidak berjalan mulus. Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Handik Zusen, mengungkapkan bahwa buronan tersebut sempat melakukan perlawanan dan berusaha kabur.

“Yang bersangkutan melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat penangkapan. Karena itu dilakukan tindakan tegas terukur, kakinya terkena tembakan,” kata Handik.

Akibat luka tembak tersebut, Ko Erwin sempat terlihat menggunakan kursi roda saat tiba di Jakarta. Namun polisi memastikan kondisinya stabil dan penanganan medis telah diberikan sesuai prosedur.

Pelarian Dibantu Dua Orang

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mengamankan dua orang yang diduga kuat membantu pelarian Ko Erwin. Tersangka pertama berinisial A alias G, yang berperan memfasilitasi perjalanan Ko Erwin dari Jakarta menuju Tanjung Balai.

Dari hasil interogasi, A alias G mengakui mengetahui rencana Ko Erwin menyeberang ke Malaysia dan turut membantu mengatur pergerakan menuju titik keberangkatan. Polisi kemudian memburu pihak lain yang terlibat.

Tersangka kedua adalah R alias K, yang berperan sebagai fasilitator penyeberangan laut. R alias K diketahui menyiapkan kapal atas permintaan pihak yang disebut sebagai “The Doctor”. Meski mengetahui status Ko Erwin sebagai buronan, R tetap membantu karena diminta mempercepat keberangkatan.

“Pada 24 Februari 2026 malam, R alias K mengantar Erwin ke titik keberangkatan dan membayar biaya kapal sebesar Rp7 juta,” ungkap Eko.

Terkait Kasus Mantan Kapolres Bima

Nama Ko Erwin mencuat setelah pengembangan kasus narkoba yang menyeret mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi. Dalam penyidikan, Ko Erwin diduga memiliki peran sentral sebagai bandar sabu di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Ko Erwin juga diduga memberikan uang hingga Rp1 miliar kepada AKBP Didik melalui perantara Malaungi. Uang tersebut disinyalir bertujuan untuk melancarkan peredaran sabu tanpa gangguan aparat.

“Dalam proses pemeriksaan muncul dugaan aliran dana besar yang berkaitan dengan pemberian uang kepada oknum untuk memberikan perlindungan,” jelas Eko.

Kasus ini berujung pada sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap AKBP Didik. Sementara Ko Erwin masuk radar utama penyidik sebagai aktor kunci jaringan narkotika.

Hampir Lolos, Dicegat di Detik Terakhir

Polisi mengungkap kapal yang membawa Ko Erwin hampir memasuki perairan Malaysia. Jika terlambat beberapa saat, buronan tersebut berpotensi lepas dari kejaran hukum Indonesia.

Namun, melalui pemantauan ketat dan koordinasi lintas satuan, tim gabungan berhasil memotong jalur pelarian di saat-saat krusial.

“Pelarian berhasil digagalkan sebelum sepenuhnya keluar dari wilayah hukum Indonesia,” tegas Eko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan tertangkapnya Ko Erwin, polisi memastikan pengembangan kasus narkoba jaringan NTB masih akan berlanjut. Aparat mendalami kemungkinan adanya pihak lain, termasuk aktor intelektual dan jalur pendanaan, dalam sindikat besar tersebut.

Penangkapan Ko Erwin sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa aparat tidak memberi ruang bagi bandar narkoba untuk melarikan diri, bahkan hingga ke lintas negara. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diabaikan Erick Thohir karena Naturalisasi Ditutup, Striker Berdarah Depok ini Malah Makin Gacor di Liga Belanda sampai Masuk Jajaran Top Skor

Diabaikan Erick Thohir karena Naturalisasi Ditutup, Striker Berdarah Depok ini Malah Makin Gacor di Liga Belanda sampai Masuk Jajaran Top Skor

Diabaikan Erick Thohir, Dean Zandbergen malah makin tajam di Liga Belanda dengan 15 gol musim ini. Erick Thohir tutup naturalisasi, lini depan Timnas Indonesia justru masih bermasalah.
Soroti Fenomena Aksi Unjuk Rasa yang Berujung Anarkis, Ketua Gerakan Santri Madura Beri Peringatan

Soroti Fenomena Aksi Unjuk Rasa yang Berujung Anarkis, Ketua Gerakan Santri Madura Beri Peringatan

Ketua Gerakan Santri Madura, Ach. Sayuthi, menyoroti fenomena aksi unjuk rasa yang kerap berujung anarkis.
BNI Antarkan Tim Indonesia Membuka Asa di Piala Thomas 2026

BNI Antarkan Tim Indonesia Membuka Asa di Piala Thomas 2026

Pihak BNI menyampaikan hasil positif ini merupakan bukti nyata keseriusan pembinaan atlet bulutangkis nasional oleh PBSI yang mendapat dukungan dari BNI.
Jadwal Siaran Langsung AVC Champions League 2026: Bandung BJB Tandamata Langsung Hadapi Wakil Tuan Rumah di Laga Perdana

Jadwal Siaran Langsung AVC Champions League 2026: Bandung BJB Tandamata Langsung Hadapi Wakil Tuan Rumah di Laga Perdana

Jadwal Siaran Langsung AVC Champions League 2026 yang akan resmi dimulai pada Minggu (26/4/2026) besok di The Mall Bang Kapi Convention Hall, Bangkok, Thailand.
Diberondong Empat Gol oleh Napoli, Emil Audero Malah Jadi Pemain Cremonese dengan Rating Tertinggi

Diberondong Empat Gol oleh Napoli, Emil Audero Malah Jadi Pemain Cremonese dengan Rating Tertinggi

Berjibaku selamatkan gawang Cremonese meski akhirnya diberondong empat gol oleh Napoli, Emil Audero menjadi satu-satunya pemain di tim yang dapat nilai tinggi.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tak Habis Pikir Harga Tiket Pesawat Mahal: Mengancam Pariwisata di Indonesia Timur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tak Habis Pikir Harga Tiket Pesawat Mahal: Mengancam Pariwisata di Indonesia Timur

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos sebut kondisi harga tiket pesawat mahal sejak awal April 2026 ganggu sektor pariwisata di timur Indonesia.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Selengkapnya

Viral