News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mahfud MD Geram! Imbas Ketua BEM UGM yang Diteror Usai Kritik MBG: Negara Ini Gak Sehat

Eks Menko Polhukam, Mahfud MD angkat bicara soal teror yang dialami Ketua BEM UGM, Tiyo Adrianto baru-baru ini.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:33 WIB
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Eks Menko Polhukam, Mahfud MD angkat bicara soal teror yang dialami Ketua BEM UGM, Tiyo Adrianto baru-baru ini.

Sebelumnya, Ketua BEM UGM itu sempat memberikan kritik soal program Prabowo-Gibran, makan bergizi gratis (MBG). Bahkan Tiyo sampai mengirim surat ke UNICEF.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi hal itu, Mahfud MD justru mengaku bangga dengan tindakan Tiyo.

“Saya terus terang, bangga,” ujar Mahfud MD dalam kanal YouTubenya Mahfud MD Official, dikutip Sabtu (28/2/2025).

Soal teror yang menimpa Tiyo, Mahfud menyayangkan hal itu. Menurutnya hal tersebut tidaklah seharusnya terjadi.

“Kalau anak-anak berani tidak dibina lalu diteror, apalagi sampai ibunya dan sebagainya, itu kan negara ini gak sehat."

“Ya tentu karena itu namanya teror orang bisa saling melempar ya. ‘Bukan saya, bukan pemerintah’. Ya memang enggak ada buktinya kalau pemerintah. Lalu yang macam buzzer-buzzer bayaran itu juga, ‘bukan saya’ dan seterusnya. Siapa yang tahu?” jelasnya.

Diketahui, Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan ia juga turut mengkritiki pemerintahan Prabowo-Gibran dan menyebut "Rezim yang Bodoh dan Inkompeten".

Lalu siapa kah Tiyo Ardianto? Rupanya ia bukanlah orang sembarangan. Tiyo sebelumnya memang cukup sering menyuadakan suaranya.

Ia merupakan mahasiswa Program Sarjana Filsafat di Universitas Gadjah Mada. 

Tiyo terdaftar sebagai mahasiswa UGM dengan NIM 21476866FI04940 dan masuk sebagai peserta didik baru pada 16 Agustus 2021. Hingga Semester Genap 2024/2025, ia masih berstatus aktif.

Tiyo Ardian lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 26 April. Di lingkungan kampus, Tiyo dikenal sebagai aktivis mahasiswa sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua BEM UGM.

Sebelum menembus kampus kerakyatan, dia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba), sekolah elite yang dikenal mencetak banyak tokoh intelektual.  

Selama memimpin BEM UGM, Tiyo Ardianto dikenal sebagai sosok yang independen.

Ia sering terlibat dalam berbagai pergerakan mahasiswa. Dirinya dikenal kritis terhadap kekuasaan dan politik praktis.

Karena alasan itu pula, Tiyo Ardianto terpilih sebagai Ketua BEM UGM.

Pada Musyawarah Nasional XVIII Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan di Padang, Tiyo Ardianto mengambil langkah tegas.

Ketua BEM UGM ini memutuskan untuk keluar dari BEM SI.

Alasannya, karena dia kecewa melihat Munas yang justru malah dihadiri pejabat politik dan negara.

Tiyo mengkritik kedekatan BEM SI dengan penguasa yang dinilai tidak mencerminkan nilai perjuangan mahasiswa yang seharusnya berdiri di luar pengaruh kekuasaan.

Dalam pernyataannya, Tiyo menegaskan bahwa BEM KM UGM ingin tetap berpegang pada komitmen gerakan rakyat tanpa intervensi dari pihak manapun dan bersikap independen tanpa harus masuk dalam struktur yang mempunyai kepentingan politik.

Ia juga mengutuk kekacauan yang terjadi pada musyawarah nasional tersebut.

Termasuk insiden bentrokan yang membuat beberapa mahasiswa terluka, dan menegaskan bahwa tidak ada jabatan yang layak diperebutkan dengan cara kekerasan yang merusak kesatuan gerakan.

Tiyo aktif membangun komunikasi lintas kampus dan berkomitmen agar gerakan mahasiswa lebih melebur dengan rakyat secara mandiri, tanpa komando yang berpotensi mengkooptasi atau menghilangkan independensi gerakan. 

Sebelumnya, Menteri HAM, Natalius Pigai buka suara terkait tindakan BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) untuk meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

Menurutnya tindakan BEM UGM itu adalah tindakan yang menentang Hak Asasi Manusia (HAM).

“Makan bergizi gratis adalah permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk pendidikan bagi orang kecil, anak-anak kecil. Kesehatan bagi anak-anak kecil. Makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil adalah sesuai dengan apresiasi dan permintaan dan harapan dari UNICEF. Ya, harapan dari UNICEF," kata Pigai, Jumat (20/2/2026). 

Pigai menegaskan, siapa pun yang ingin menghapus program tersebut berarti melawan prinsip HAM.

“Maka orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, koperasi merah putih, adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia,” tegasnya.

Pigai juga menyebut MBG selaras dengan harapan lembaga internasional.

"Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa," imbuhnya. 

Karena itu, ia mempertanyakan permintaan BEM UGM kepada UNICEF untuk menghentikan program tersebut.

“Oleh karena itu, tidak bisa meminta UNICEF menghentikan. Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya.

"Prabowo dan Gibran melaksanakan amanat rakyat sejalan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa," tandas Pigai.

Latar Belakang BEM UGM Surati Unicef

Surat terbuka BEM UGM sendiri dikirimkan pada 6 Februari 2026 kepada UNICEF. Surat itu merupakan respons atas tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang diduga mengakhiri hidup karena tak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp10 ribu.

Dalam surat tersebut, BEM UGM menilai tragedi itu mencerminkan kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak, khususnya akses terhadap pendidikan.

Mereka menyoroti kesenjangan antara capaian statistik yang kerap dipaparkan pemerintah dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat.

Ketua BEM UGM, Tiyo, dalam surat itu juga menyatakan angka-angka yang disampaikan pemerintah terasa jauh dari kondisi di lapangan. Ia bahkan menyindir presiden seolah hidup dalam imajinasi sendiri.

Selain itu, mahasiswa menyoroti prioritas anggaran negara yang dinilai tidak berpihak pada persoalan kemanusiaan mendesak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Pigai tetap membuka ruang kritik selama ditujukan untuk perbaikan, bukan untuk meniadakan program.

“Kalau kritik dalam rangka perbaikan, boleh. Kritik untuk memperbaiki agar pelayanannya maksimal, boleh. Tapi menentang, mau meniadakan program-program hak atas sandang, pangan, dan papan adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapakah Arya Wedakarna? Senator Asal Bali yang Jadi Sorotan Usai Menghadiri Kontes Transgender di Thailand

Siapakah Arya Wedakarna? Senator Asal Bali yang Jadi Sorotan Usai Menghadiri Kontes Transgender di Thailand

Seorang senator Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna viral usai dirinya menghadiri kontes Transgender Internasional, Miss Equality World 2026 di Thailand
Desa Adat Sade Habis Dilalap Api, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Besar-besaran

Desa Adat Sade Habis Dilalap Api, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Besar-besaran

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, rumah adat di Sade memiliki nilai historis sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Program Magang Nasional Kembali Dibuka, Kuota 50 Ribu, Catat Jadwalnya

Program Magang Nasional Kembali Dibuka, Kuota 50 Ribu, Catat Jadwalnya

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan total kuota program magang nasional yang tersedia sepanjang 2026 mencapai 150.000 ribu peserta.
Satgas Damai CartenzTangkap DPO Penembakan Warga di Distrik Ilaga, Diduga Terlibat Pencurian Senpi

Satgas Damai CartenzTangkap DPO Penembakan Warga di Distrik Ilaga, Diduga Terlibat Pencurian Senpi

Selanjutnya, JT alias W kemudian ditetapkan sebagai DPO berdasarkan DPO Nomor DPO/14/XII/Res.1.6/2024/Reskrim tanggal 16 Desember 2024.
Usai Kalahkan Anak Didik Khabib Nurmagomedov, Song Yadong Kini Incar Petarung Rusia Ini

Usai Kalahkan Anak Didik Khabib Nurmagomedov, Song Yadong Kini Incar Petarung Rusia Ini

Song Yadong mencuri perhatian usai mengalahkan Umar Nurmagomedov dan naik ke peringkat ketiga kelas bantam UFC. Kini, petarung asal China berpotensi kembali.
KRL Bogor-Jakarta Anjlok di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Dievakuasi

KRL Bogor-Jakarta Anjlok di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Dievakuasi

KAI Commuter langsung mengerahkan petugas dan kereta penolong ke lokasi untuk menangani serta mengevakuasi rangkaian yang mengalami insiden tersebut.

Trending

Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS di UEA dan Kuwait

Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS di UEA dan Kuwait

Pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait terus diserang rudal milik angkatan bersenjata Iran pada Kamis. Serangan merupakan balasan atas serangan terbaru terhadap Iran.
DPR: Kelola Satu Dapur MBG Lebih Rumit Dibanding Satu Puskesmas

DPR: Kelola Satu Dapur MBG Lebih Rumit Dibanding Satu Puskesmas

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto membandingkan tingkat kerumitan antara bekerja di puskesmas dengan mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Manfaatkan Perkembangan Dunia Digital, Konten Kreator Asal Sibolga Bagikan Kisah Bisnisnya

Manfaatkan Perkembangan Dunia Digital, Konten Kreator Asal Sibolga Bagikan Kisah Bisnisnya

Dunia digital yang terus mengalami perkembangannya turut memberi pelaung bagi generasi muda untuk dapat berkarya sekaligus membangun bisnis yang diinginkan.
Soal Peluang Kasus Keracunan MBG Masuk Pidana, Ini Respons Menohok Kepala BGN Sudaryono

Soal Peluang Kasus Keracunan MBG Masuk Pidana, Ini Respons Menohok Kepala BGN Sudaryono

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara terkait peluang kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dibawa ke ranah hukum.
Arya Wedakarna Sebut Dirinya Tidak Hadir di Kontes Transgender Sebagai Senator: Saya Pragmatis Saja

Arya Wedakarna Sebut Dirinya Tidak Hadir di Kontes Transgender Sebagai Senator: Saya Pragmatis Saja

Seorang senator Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna kembali menjadi sorotan publik setelah viral menghadiri ajang Transgender Internasional di Thailand.
Top 3 Voli: Pemain Hyundai Hillstate Bikin Konten Dance, Gaji Megawati Hangestri Lebih Kecil, hingga Mengenal Jeong Ji-yun

Top 3 Voli: Pemain Hyundai Hillstate Bikin Konten Dance, Gaji Megawati Hangestri Lebih Kecil, hingga Mengenal Jeong Ji-yun

Sorotan utama tertuju pada kiprah pevoli putri kebanggaan Tanah Air, Megawati Hangestri Pertiwi, yang membuka lembaran baru bersama klub Hyundai Hillstate.
Nasib Finansial Zodiak Sagitarius 5 September 2026: Rekening Kebanjiran Hoki atau Jebol karena Impulsif?

Nasib Finansial Zodiak Sagitarius 5 September 2026: Rekening Kebanjiran Hoki atau Jebol karena Impulsif?

Diprediksi, bahwa akan ada sinyal kontras yang menantang bagi pemilik zodiak Sagitarius, dimana pintu rezeki terbuka lebar, tapi potensi kerugian juga mengintai.
Selengkapnya

Viral