GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Airlangga Ungkap Tarif AS untuk Indonesia Kini 15 Persen, Lebih Rendah dari Kesepakatan Awal

Airlangga Hartarto menyebut tarif impor AS untuk Indonesia kini 15 persen, lebih rendah dari rencana awal 19 persen usai kebijakan tarif resiprokal dibatalkan.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:45 WIB
Menko Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kesepakatan tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia saat ini berada di angka 15 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kesepakatan sebelumnya yang sempat berada di level 19 persen.

Airlangga menegaskan, tarif 19 persen yang sebelumnya mencuat tidak lagi berlaku menyusul dibatalkannya kebijakan tarif resiprokal oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat. Dengan demikian, Indonesia kini mengacu pada kebijakan tarif global terbaru yang diterapkan pemerintah AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tarif sekarang adalah tarif global 15 persen. Jadi yang berlaku adalah tarif global tersebut,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (27/2/2026).

Kesepakatan 19 Persen Tak Pernah Diratifikasi

Airlangga menjelaskan bahwa kesepakatan tarif 19 persen sebelumnya sejatinya belum pernah diratifikasi secara resmi oleh kedua negara. Karena itu, kesepakatan tersebut belum memiliki kekuatan hukum dan tidak menimbulkan kewajiban penerapan, baik bagi Indonesia maupun Amerika Serikat.

Menurutnya, perubahan kebijakan tarif ini justru memperbaiki posisi Indonesia dalam hubungan dagang dengan AS. Penurunan tarif dari 19 persen menjadi 15 persen dinilai sebagai perkembangan yang positif bagi daya saing produk nasional di pasar global.

“Sebelumnya kan 19 persen, sekarang menjadi 15 persen. Artinya Indonesia justru mendapat tarif yang lebih rendah,” kata Airlangga.

Ia menilai kebijakan tarif global tersebut memberikan ruang yang lebih longgar bagi pelaku usaha nasional, khususnya eksportir, untuk tetap kompetitif di tengah dinamika perdagangan internasional yang terus berubah.

Sektor Unggulan Tetap Aman

Lebih lanjut, Airlangga memastikan bahwa sektor-sektor unggulan Indonesia yang sebelumnya menikmati tarif nol persen tidak akan terdampak oleh kebijakan tarif global 15 persen tersebut. Menurutnya, pengecualian tarif untuk sektor tertentu tetap berlaku sebagaimana kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya.

“Yang sebelumnya tarifnya 0 persen, sampai sekarang juga tetap 0 persen,” ungkap Airlangga.

Ia menyebut hal tersebut telah menjadi kesepakatan dengan otoritas Amerika Serikat, sehingga pelaku usaha di sektor unggulan tidak perlu khawatir akan adanya lonjakan beban tarif secara tiba-tiba.

Sebelumnya, dalam skema tarif resiprokal, AS memang menetapkan tarif 19 persen terhadap produk impor dari Indonesia. Namun dalam perjanjian yang sama, terdapat 1.819 pos tarif, termasuk sejumlah produk tekstil, yang memperoleh fasilitas pengecualian tarif hingga 0 persen.

Putusan Mahkamah Agung AS Jadi Titik Balik

Perubahan kebijakan tarif ini tidak terlepas dari putusan penting Mahkamah Agung Amerika Serikat. Sehari setelah pengumuman kebijakan tarif resiprokal atau America Reciprocal Tariff (ART), Mahkamah Agung AS memutuskan untuk membatalkan sejumlah kebijakan tarif global yang digagas pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat, Mahkamah Agung AS, melalui voting 6 banding 3, menyatakan bahwa Presiden AS tidak memiliki kewenangan memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional atau International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Putusan tersebut berdampak signifikan terhadap arah kebijakan perdagangan AS. Pemerintah Amerika Serikat kemudian menerapkan tarif global sementara sebesar 10 persen, dengan rencana penyesuaian bertahap hingga mencapai 15 persen.

Dampak bagi Hubungan Dagang Indonesia-AS

Airlangga menilai kebijakan tarif global 15 persen yang kini berlaku relatif lebih stabil dan memberikan kepastian bagi mitra dagang, termasuk Indonesia. Kepastian tarif dinilai penting untuk menjaga iklim usaha, terutama bagi eksportir yang bergantung pada pasar Amerika Serikat.

Dengan tarif yang lebih rendah dibandingkan rencana awal, Indonesia memiliki peluang untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja ekspor ke AS. Pemerintah pun terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan global agar kepentingan nasional tetap terlindungi.

“Yang terpenting adalah kepastian bagi dunia usaha. Dengan tarif 15 persen ini, posisi Indonesia masih kompetitif,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan komunikasi intensif dengan mitra dagang utama, termasuk Amerika Serikat, guna memastikan kebijakan yang diterapkan tidak merugikan industri dalam negeri.

Pemerintah Fokus Jaga Daya Saing

Ke depan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat daya saing ekspor melalui berbagai langkah, mulai dari diversifikasi pasar, peningkatan nilai tambah produk, hingga optimalisasi perjanjian dagang internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam konteks kebijakan tarif AS, Airlangga memastikan bahwa pemerintah akan terus mengawal kepentingan pelaku usaha nasional agar tetap mendapatkan akses pasar yang adil dan berkelanjutan.

Dengan kepastian tarif di level 15 persen dan tetap berlakunya pengecualian untuk sektor tertentu, Indonesia dinilai berada pada posisi yang relatif lebih menguntungkan dibandingkan skenario sebelumnya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Reaksi Media Vietnam usai Timnas Indonesia Umumkan Skuad di FIFA ASEAN Cup 2026, Sorot Nama Rizky Ridho

Reaksi Media Vietnam usai Timnas Indonesia Umumkan Skuad di FIFA ASEAN Cup 2026, Sorot Nama Rizky Ridho

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dan mengaitkan pemanggilan Rizky Ridho dengan krisis pemain akibat cedera.
Rapat Bersama Pukat UGM, DPR akan Perkuat Pencegahan Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Rapat Bersama Pukat UGM, DPR akan Perkuat Pencegahan Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyoroti potensi abuse of power dalam pembahasan RUU Perampasan Aset. Ia menegaskan pengawasan terhadap aparat penegak.
Mbah Hosen Wafat Usai Saksikan Madura United Menang, Laga Kontra PSIM Jadi yang Terakhir

Mbah Hosen Wafat Usai Saksikan Madura United Menang, Laga Kontra PSIM Jadi yang Terakhir

Mbah Hosen, suporter ikonik Madura United, wafat setelah sempat hadir di stadion menyaksikan laga kontra PSIM yang menjadi pertandingan terakhirnya.
Zidane Bikin Kejutan di Timnas Prancis, 5 Pemain Baru Dipanggil dan Mbappe Tetap Jadi Andalan

Zidane Bikin Kejutan di Timnas Prancis, 5 Pemain Baru Dipanggil dan Mbappe Tetap Jadi Andalan

Zinedine Zidane membuat kejutan dalam skuad pertama Timnas Prancis dengan memanggil lima pemain baru, sementara Kylian Mbappe tetap menjadi kapten.
Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2026: Cek Jadwalnya dan Cara Menyaksikannya Gratis!

Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2026: Cek Jadwalnya dan Cara Menyaksikannya Gratis!

Link live streaming Opening Ceremony Asian Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 19 September sore hari ini.
Pesan Mendalam Dedi Mulyadi atas Kepergian Gubernur Jawa Barat ke-13 Danny Setiawan, Sosok yang Berkontribusi Memajukan Jabar

Pesan Mendalam Dedi Mulyadi atas Kepergian Gubernur Jawa Barat ke-13 Danny Setiawan, Sosok yang Berkontribusi Memajukan Jabar

Kabar duka mengenai wafatnya pemimpin Jawa Barat periode 2003–2008 ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun media sosialnya

Trending

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat panggilan mengejutkan ke Jerman U-21, membuka babak baru dalam perebutan jasanya di level internasional.
Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Pasangan suami istri (pasutri) yang menyiram air kotor ke warga yang menuju masjid untuk shalat Jumat di Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang digeruduk oleh warga.
Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Indonesia mengamankan dua tiket semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui cabang olahraga teqball dan soft tennis beregu putra.
Ramalan Keuangan Shio Monyet 20 September 2026: Lebih Berpeluang Cuan atau Apes karena Pengeluaran?

Ramalan Keuangan Shio Monyet 20 September 2026: Lebih Berpeluang Cuan atau Apes karena Pengeluaran?

Bagi Anda pemilik shio Monyet, hari ini menjadi momen untuk mengevaluasi strategi finansial, memperhitungkan risiko, dan mengelola arus kas secara lebih cermat.
Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyinggung beratnya menjadi ketua umum partai politik (parpol) hingga presiden.
Dorong Akselerasi Ekonomi Maritim, Infrastruktur PPN Kejawanan Terus Diperkuat

Dorong Akselerasi Ekonomi Maritim, Infrastruktur PPN Kejawanan Terus Diperkuat

PT Nindya Karya (Persero) secara resmi memulai pembangunan fisik proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan yang ditandai oleh pelaksanaan groundbreaking pada Kamis (17/9/2026).
Viral di Medsos, Muncul Grup Gay Cisauk dengan Jumlah Anggota Sampai Ribuan Menuai Kecaman

Viral di Medsos, Muncul Grup Gay Cisauk dengan Jumlah Anggota Sampai Ribuan Menuai Kecaman

Media sosial dihebohkan dengan kabar munculnya grup gay. Hal ini menarik perhatian warganet dan dikecam bisa segera diusut pihak terkait.
Selengkapnya

Viral