Identitas Diduga Peneror Anggota Damkar Depok Terungkap, Inisial WG Warga Subang
- Instagram/@xkhairulumam
Jakarta, tvOnenews.com - Auditor Kepolisian Madya TK II Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, Kombes Pol Manang Soebeti mengungkap identitas diduga pelaku teror anggota Damkar (pemadam kebakaran Kota Depok, Khairul Umam yang membuat konten video fungsi penggunaan helm.
Hal ini disampaikan dirinya dalam akun media sosial Instagram pribadinya @manangsoebeti_official, pada Kamis (26/2/2026).
“Masa iya damkar yang bikin konten tentang helm diteror. Itu kan yang WA cuma satu orang tuh pakai satu nomor itu. Gimana kalau kita buka siapa dia itu yang WA anggota Damkar itu,” kata Manang, dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Lebih lanjut Manang menuturkan, pengungkapan identitas ini dilakukan agar tidak ada lagi tuduhan yang mengarah ke pihak kepolisian.
“Jadi biar jelas jadi biar gak dituduh-tuduh polisi lagi, polisi lagi, ngapain polisi neror-neror. Saya buka ya datanya,” ungkap Manang.
Terlihat pada gambar yang diunggah, terduga pelaku merupakan laki-laki berinisial WG. Adapun terduga pelaku berasal dari Rancasari, Dusun Pangadangai, Kecamatan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Untuk diketahui, Manang menuturkan bahwa dalam komentar unggahan di Instagram pribadi Umam, banyak yang mengarah, peneror tersebut dilakukan oleh polisi. Namun Manang menegaskan, teror tersebut bukan datang dari sosok polisi.
“Dari postingan itu, masalah teror kan banyak pihak netizen yang menganggap atau pun mencurigai, mengarah ke polisi. Makanya saya coba ungkap bahwa itu bukan polisi,” kata Manang, kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Lebih lanjut, Manang mengatakan, identitas ini terungkap usai dilakukan profiling terhadap nomor yang tertera dalam pesan Whatsapp singkat yang disampaikan ke Umam.
“Iya profiling biasa banyak itu di web. Data seperti itu mudah didapat,” jelas Manang.
Sementara itu Manang menanggap, pesan yang disampaikan ke Umam bukanlah sebuah teror, melainkan hanya orang iseng yang hanya terpancing emosi.
“Kita lihat itu bukan teror yang sebenarnya, ini kan hanya orang iseng saja atau hanya yang terpancing emosi atau ikut-ikutan atau bahkan ada dugaan mau memecah belah, ya kan? Mau memecah belah seolah-olah dia meneror,” jelas Manang.
Kemudian Manang menilai, teror itu dapat dikatakan perbuatan yang dilakukan secara berulang. Tetapi dalam hal ini, anggota damkar tersebut hanya mendapatkan pesan dari satu nomor handphone.
“Dan ini tujuannya sebenarnya bukan teror karena hanya dilakukan satu kali dua kali. Kalau teror itu pasti intens dong, disp misalnya, ya kan? Kemudian didatangi, kemudian dikirimin apa, diterornya berkali-kali menggunakan ganti-ganti ganti nomor, ya kan? Itu namanya teror. Kalau baru satu kali dua kali di-WA, mungkin orang iseng satu, dua orang yang mau sengaja untuk memecah belah, tiga, mungkin ada yang cuman pengen cari konten misalnya, pengen cari pemberitaan sehingga dengan itu menjadi viral gitu,” ujar Manang.
“Jadi sekali lagi ini kalau menurut analisis saya bukan teror yang sebenarnya, bukan teror yang intens karena hanya satu kali dua kali,” sambungnya. (ars/nba)
Load more