GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Revolusi Talenta Energi: Kunci RI Lepas dari Ketergantungan Asing

Forum ini menyoroti ironi dalam ekosistem talenta energi nasional
Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:14 WIB
Revolusi Talenta Energi: Kunci RI Lepas dari Ketergantungan Asing
Sumber :
  • ist

Jakarta,tvOnenews.com – Cita-cita swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo menghadapi tantangan ganda. Kewajiban pembelian energi senilai USD 15 miliar (lebih dari Rp 200 triliun) dari Amerika Serikat melalui The Agreement on Reciprocal Trade (ART), serta ketegangan geopolitik AS-Iran yang berpotensi memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menghadapi situasi ini, Direktur Riset Reform Syndicate, Moh. Jawahir, menegaskan bahwa Indonesia harus segera bertransformasi dari sekadar "penjaga gerbang" kekayaan alam menjadi "arsitek" teknologinya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Discourse Forum yang diselenggarakan Reform Syndicate di Kedai Kawa, Tebet, Jakarta pada Jum'at (27/2/). Forum ini menyoroti ironi dalam ekosistem talenta energi nasional: ambisi Indonesia menjadi pemain kunci transisi energi global terancam oleh risiko "ketergantungan intelektual" jika revolusi talenta tidak segera diwujudkan.

Memperluas Makna Kedaulatan Energi

Jawahir menilai, narasi kedaulatan energi yang selama ini terpaku pada kepemilikan lahan (merujuk pada Pasal 33 UUD 1945) perlu diperluas. Ia menekankan bahwa kemandirian energi mustahil tercapai jika sumber daya manusia (SDM) Indonesia hanya dipersiapkan sebagai operator, bukan inovator.

"Kita butuh talenta yang mampu membaca arah angin geopolitik, bukan sekadar talenta yang hafal cara memutar keran pipa," tegasnya.

Pengelolaan energi, lanjutnya, harus berbasis kemandirian nyata di mana proses ekstraksi hingga pengolahan tidak lagi bergantung pada tenaga ahli asing atau "impor otak".

Tanpa kesiapan talenta lokal yang mumpuni, Jawahir memperingatkan bahwa penurunan tarif produk teknologi energi dari AS justru bisa menjadi bumerang. Pasar domestik berpotensi dibanjiri produk impor seperti modul surya dan turbin angin.

"Kita mungkin akan menang di sektor ekspor bahan mentah, tapi bisa hancur di industri manufaktur energi terbarukan karena kalah efisiensi," ujarnya.

Revolusi Talenta dan Transfer Pengetahuan

Untuk mengatasi hal ini, diplomasi energi Indonesia harus menyertakan klausul knowledge transfer (transfer pengetahuan) yang agresif. Jawahir mencontohkan langkah konkret seperti mengirim ribuan insinyur muda Indonesia ke pusat-pusat penelitian terkemuka di Texas atau California.

Dorongan revolusi talenta ini sejalan dengan Pasal 30 UU No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, yang bertujuan menciptakan standar kualifikasi global namun tetap mengutamakan kepentingan nasional.

Ia juga mendesak agar hasil riset dan pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berakhir sebagai literatur, melainkan harus diwujudkan menjadi prototipe industri yang menguasai Hak Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP).

"Kedaulatan energi tanpa kedaulatan talenta adalah ilusi," ungkap Jawahir. I

a memperingatkan agar Indonesia tidak terjerumus dalam "kolonialisme gaya baru" berkedok ramah lingkungan, di mana kekayaan alam seperti nikel dikeruk menggunakan teknologi, modal, dan tenaga ahli asing, hanya demi mendapatkan label ekspor hijau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jawahir menegaskan bahwa kesejahteraan sejati baru akan tercapai ketika anak muda Indonesia mampu memimpin sebagai kepala insinyur di fasilitas energi terbarukan milik bangsa sendiri, bukan sekadar menikmati remah-remah royalti tambang.

“Demi mengamankan kendali atas energi masa depan, Indonesia harus bergerak menjadi penggerak utama, bukan sekadar pasar,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Deretan Teror Diterima Ibu Kandung Nizam Usai Laporkan Mantan Suami, Berujung Minta Perlindungan LPSK

Deretan Teror Diterima Ibu Kandung Nizam Usai Laporkan Mantan Suami, Berujung Minta Perlindungan LPSK

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei, lapor ke LPSK setelah menerima teror usai melaporkan mantan suaminya atas dugaan penelantaran anak.
Mau Rezeki Lancar? Ustaz Adi Hidayat Bilang Coba Sedekah Ke 3 Orang Ini Insyaallah Mengalir Deras Nikmatnya

Mau Rezeki Lancar? Ustaz Adi Hidayat Bilang Coba Sedekah Ke 3 Orang Ini Insyaallah Mengalir Deras Nikmatnya

Ternyata beramal ke ketiga orang ini sangat dianjurkan. Kata ustaz Adi Hidayat insyaallah dipermudah rezeki antum
Terima Hukuman Penalti, Marc Marquez Sayangkan Keputusan Lambat Steward di Sprint Race MotoGP Thailand 2026

Terima Hukuman Penalti, Marc Marquez Sayangkan Keputusan Lambat Steward di Sprint Race MotoGP Thailand 2026

Marc Marquez kehilangan kemenangan di sprint race setelah mendapat penalti turun satu posisi akibat manuvernya terhadap Pedro Acosta.
Kronologi Rapat DPR Bahas Akses Musala Cluster Bekasi di Bawah Pimpinan Habiburokhman

Kronologi Rapat DPR Bahas Akses Musala Cluster Bekasi di Bawah Pimpinan Habiburokhman

Kronologi rapat DPR bahas akses musala di Bekasi, dialog publik soroti peran parlemen, aspirasi warga, dan pentingnya solusi konstruktif.
Klarifikasi Pengembang Soal Akses Mushola di Cluster Kota Harapan Indah, Utamakan Kenyamanan dan Solusi Bersama

Klarifikasi Pengembang Soal Akses Mushola di Cluster Kota Harapan Indah, Utamakan Kenyamanan dan Solusi Bersama

Pengembang klarifikasi polemik akses mushola di Cluster Kota Harapan Indah, tekankan solusi damai, kenyamanan warga, dan tidak ada larangan ibadah.
Arab Saudi Kecam Agresi Iran ke UEA, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Yordania

Arab Saudi Kecam Agresi Iran ke UEA, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Yordania

Kerajaan Arab Saudi mengutuk dan mengecam sekeras-kerasnya agresi Iran yang terang-terangan dan pelanggaran kedaulatan yang mencolok terhadap Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania.

Trending

Pascal Struijk Tak Habis Pikir dengan Fans Garuda, Sudah Tolak Bela Timnas Indonesia Namanya Tetap Diserbu

Pascal Struijk Tak Habis Pikir dengan Fans Garuda, Sudah Tolak Bela Timnas Indonesia Namanya Tetap Diserbu

Pascal Struijk angkat bicara soal derasnya permintaan suporter Garuda agar ia dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia. Tegaskan masih mimpi bela De Oranje.
Terpopuler News: Menantu Perkosa Mertua Jelang Sahur, hingga Tanggapan Kemenkum Terhadap Anak Dwi Sasetyaningtyas

Terpopuler News: Menantu Perkosa Mertua Jelang Sahur, hingga Tanggapan Kemenkum Terhadap Anak Dwi Sasetyaningtyas

Kabar mengenai seorang menantu yang berani perkosa terhadap ibu mertuanya. Hingga tanggapan Kemenkum mengenai status kewarganegaraan anak Dwi Sasetyaningtyas
Top 3 Timnas Indonesia: Gak Perlu Repot-repot Naturalisasi, Pascal Struijk Tak Habis Pikir, Bung Ropan Bicara Jujur soal John Herdman

Top 3 Timnas Indonesia: Gak Perlu Repot-repot Naturalisasi, Pascal Struijk Tak Habis Pikir, Bung Ropan Bicara Jujur soal John Herdman

Redaksi tvOnenews.com telah merangkum tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang menjadi pilihan redaksi. Berikut rangkuman ketiga berita tersebut.
Foto Kedekatan Pelaku dan Korban Mahasiswa UIN Suska Riau Viral di Media Sosial, Seketika Mendapat Ribuan Likes

Foto Kedekatan Pelaku dan Korban Mahasiswa UIN Suska Riau Viral di Media Sosial, Seketika Mendapat Ribuan Likes

Kasus pembacokan dilakukan mahasiswa berinisial R (22) kepada mahasiswi berinisial F (23) di area Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska Riau)
Media Inggris Mulai Curiga dengan Elkan Baggott, Jangan-jangan Karier Bek Timnas Indonesia di Liga Inggris Sebentar Lagi akan Berakhir Seperti Ini

Media Inggris Mulai Curiga dengan Elkan Baggott, Jangan-jangan Karier Bek Timnas Indonesia di Liga Inggris Sebentar Lagi akan Berakhir Seperti Ini

Media Inggris curiga dengan Elkan Baggott dan sebut tak punya masa depan di Ipswich Town. Bek Timnas Indonesia disarankan segera pindah agar dapat bermain.
Korea Selatan dan Jepang Mohon Minggir Dulu, Cuma Timnas Indonesia yang Bisa Begini Dibanding Raksasa Asia

Korea Selatan dan Jepang Mohon Minggir Dulu, Cuma Timnas Indonesia yang Bisa Begini Dibanding Raksasa Asia

Tak disangka-sangka, ternyata Timnas Indonesia bisa melangkahi Korea Selatan dan Jepang dalam perkara ini. Hanya Timnas Indonesia yang bisa begini di Asia.
FIFA Tak Beri Restu! Pemain Grade A yang Lagi Gacor-gacornya di Liga Inggris Ini Tak Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia, John Herdman Gigit Jari

FIFA Tak Beri Restu! Pemain Grade A yang Lagi Gacor-gacornya di Liga Inggris Ini Tak Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia, John Herdman Gigit Jari

FIFA menutup peluang naturalisasi pemain keturunan yang sedang gacor di Liga Inggris usai tampil untuk timnas senior. Harapan fans Timnas Indonesia pun sirna.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT